Sunday, September 17, 2017

Makalah Character Building

Makalah Character Building - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :



Makalah Character Building
Kata Pengantar

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunianya yang memberi kita kesehatan dan kemampuan untuk dapat menyelesaikan makalah karakter building ini. Dalam buku ini kami rangkum mengenai tata cara dan norma-norma dalam kehidupan ini. Dalam buku ini kita dapat memahami mengenai manusia,kepribadian,serta norma-norma yang terkandung dalam kehidupan manusia . kami harpakan bahwa bagi para pembaca dapat memahami arti dan pentingan segala aturan dan norma yang ada di lingkungan kita,serta dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kita.



 Penulis,


Wahyu Rahmat Hidayat




DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................... .... i
Kata Pengantar................................................................................................... .... ii
Daftar Isi.............................................................................................................. .... iii
BAB I
Seft Skill.................................................................................................... .... 1
Pengertian Motivasi................................................................................... .... 2
Macam-Macam Motivasi........................................................................... .... 2
Menumbuhkan Motivasi............................................................................ .... 3
BAB II
Kepribadian............................................................................................... .... 4
Ciri-Ciri Kepribadian................................................................................. .... 4
Bentuk Kepribadian.................................................................................. .... 5
Sifat-Sifat Manusia.................................................................................... .... 7
Table Manner............................................................................................. .... 7
Karakteristik Manusia................................................................................ .... 8
Pengembangan Diri................................................................................... .... 9
BAB III
Norma-Norma............................................................................................ .... 10
Etika.......................................................................................................... .... 10
Budi Pekerti, Moral, Sopan Santun........................................................... .... 11





BAB I
SEFT SKILL


Yang di maksud dengan soft skill yaitu Suatu kemampuan ,bakat, atau keterampilan yang ada pada  diri manusia.
THE WINNING CHARACTERISTIK Yang Meliputi:
Ø  COMMUNICATIONS SKILL:  yaitu suatu kemampuan yang dimiliki seseorang yang digunakan dalam berkomunikasi terhadap suatu komunitas atau sekelempok manusia lain.
Ø  ORGANIZATION SKILL: Yaitu sebagai keterampilan,strategi,dan kualitas yang di perlukan agar dapat mengatur waktu , tenggang waktu, dan produktivitas. Merupakan aktifitas yang pan penting dan perlu kita lakukan . Karena dengan berorganisasi kita mendapatkan wawasan yang lebih dan ilmu yang lain selain kita dapatkan dari sekolah, berrorganisasi merupakan bentuk aktualisasi diri kita, menunjukan eksistensi kita dalam bidangnya.
Ø  LEADERSHIP SKILL: yaitu belajar dari pengalaman yang lalu , mampu mendengar, bersikap asektif, mampu mengfungsikan fadback, mengelola stres yang mungkin timbul di tempat kerja, dan mampu menjalin hubungan dengan atasan dan rekan kerja.
Ø  LOGIC yaitu pertimbangan akal pikiran yang dituangkan lewat kata dan dinyatakan dalam suatu bahasa.

MOTIVASI

Motivasi adalah sesuatu untuk mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Ditandai dengan munculnya rasa, afeksi sederhana, dirangsang karenaadanya tujuan.
Motivasi juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi – kondisi tertentu. Sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan perasaan tidak suka.
Macam-Macam Motivasi:
1.        Dari dasar pembentukannya.
Ø Motif- motif bawaan yaitu motif yang dibawa sejak lahir, ada tanpa di pelajari . ex: Dorongan untuk makan , minum , bekerja , beristirahat.
Ø Motif-motof yang di pelajari yaitu motif yang timbul karena di pelajari sebelumnya,baik dalam waktu yang pendek maupun yang panjang. Ex: belajar cabang ilmu pengetahuan, mengejar sesuatu di masyarakat.

2.      Motivasi jasmaniah dan rohaniah .
Ø Momen timbulnya alasan
Ø Momen pilih; Dalam keadaan pada waktu ada alternatif-alternatif yang mengakibatkan persaingan .
Ø Momen putusan .: Dalam persaingan antara berbagai alasan , sudah pasti tentu akan berakhir dengan pilihannya satu alternatif.
Ø Momen terbentuknya kemauan.
Ø Kalau seseorang sudah menentukan 1 keputusan untuk di kerjakan , timbulnya dorongan pada diri seseorang untuk berusaha.

3.        Motivasi Interinsik dan Ekstrinsik.
Ø  Interinsik: motif-motif yang menjadi aktif / berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar
Ø  Ekstrinsik: Motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari dalam.
Ada beberapa bentuk dan cara untuk meumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar. Antara lain sebagai berikut:
1.        Memberi Angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya
2.        Hadiah
Karena hadiah untuk suatu pekerjaan , mungkin akan menarik bagi seseorang yang tidak suka dan tidak mau berbuat untuk suatu pekerjaan tersebut.
3.        Saingan atau Kompetensi
Baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
4.        Ego- Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentignya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri.
5.        Memberi ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan.
6.        Mengetahui Hasil
Dengan mengetahui hasil pekerjaan ,akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar.
7.        Pujian
Apa bila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik , perlu diberikan pujian.
8.        Hukuman
Hukuman sebagai rainforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.
9.        Hasrat Untuk Belajar
Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan ada maksud untuk belajar.

10.    Minat
Motivasi muncul karena ada kebutuhan begitu juga minat, sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok.
11.    Tujuan yang di akui
12.    Sebab dengan memahami tujuan yang harus di hadapi karena di rasa sangat berguna dan menguntungkan , maka akan timbulgairah untuk terus belajar.


BAB II
KEPRIBADIAN

Kepribadian adalah keseluruhan cara seseorang beraksi dan berinteraksi dengan individu lain, dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa di ukur yang di tunjukan oleh seseorang .
Kepribadian juga di artikan sebagai dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti pada orang yang pemalu, dikenakan atrbut “Kepribadian Pemalu”.
Pada orang supel diberikan atribut  “Berkepribadian Supel”  dan kepada orang pemimpin,pengecut, dan semacamnya di berikan atribut“Tidak punya Kepribadian”
Ciri-Ciri Kepribadian :
Ø  Karakter yaitu konsekuen , tidaknya dalam mematuhi etika prilaku, konsisten atau tidaknya dalam pendirian dan pendapat.
Ø  Tempramen yaitu diposisi negatif seseorang / cepat lambatnya  mereaksi terhadap dalam rangsangan-rangsangan dari luar .
Ø  Sikap yaitu sambutan terhadap obyek untuk bersifat positif  , negatif , ambivalen.
Ø  Stability Emosi yaitu kader kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari luar. Seperti mudah merasa tersinggung, marah , sedih, atau putus asa.
Ø  Responsibility (Tanggungjawab) adalah kesiapan dalam menerima resiko dan tindakan atau perbuatan untuk di lakukan. Seperti mau menerima resiko secara wajar. Cuci tangan atau  melarikan diri dari resiko yang di hadapi.
Ø  Sosiabilitas yaitu posisi pribadi untuk berkaitan dengan hubungan interpersonal seperti sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

Faktor-faktor penentu kepribadian :
Ø  Faktor Keturunan
Keturunan menunjuk pada faktor genetika seseorang individu.
Ex. Tinggi fisik,bentuk wajah.
Ø  Faktor Lingkungan
Adalah dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan .


BENTUK KEPRIBADIAN

1.        Reformer  Perfeksionis
Seorang yang rasional dan sangat idealis. Punya jiwa kuat dalam membedakan benar dan salah. Umumnya seorang guru, atau agen perubahan (agen reformasi). Ingin selalu memperbaiki yang salah. Tapi terkadang terlalu kritis dan terlalu perfeksionis.
2.        Giver / Helper
Seorang yang berjiwa merawat, peduli kepada sesamanya. Berhati lembut, tulus dan empati kepada orang lain. Mau berkorban untuk orang lain. Suka membantu orang lain. Namun terkadang terlalu sentimentil (perasa). Terkadang punya masalah dalam hal menyampaikan kebutuhannya sendiri kepada orang lain. Menuntut orang lain mengerti kebutuhannya. 
3.        Achiever atau Motivator atau Performer
Seorang yang berorientasi pada prestasi. Energik, bersemangat, percaya diri. Punya ambisi untuk maju. Terkadang terlalu berpikir tentang pandangan orang lain terhadap dirinya. Terlalu gila kerja dan terlalu suka bersaing untuk menang.
4.        Romantic atau Artist atau Individualist
Seorang yang sensitif dan introspektif (melihat kedalam diri sendiri). Kreatif, dapat mengekspresikan diri. Terkadang emosinya berubah-ubah (moody). Terlalu menarik diri dari pergaulan. Kurang nyaman bertemu banyak orang. Terkadang mengasihani diri sendiri. 
5.        Observer atau Thinker atau Investigator
Seorang yang memiliki otak cerebral kuat. Punya rasa penasaran tinggi. Ingin mengetahui sesuatu secara mendalam. Mampu berkonsentrasi terhadap keahlian-keahlian yang rumit. Mandiri. Inovatif. Dan punya kemampuan inventif (menemukan sesuatu). Terkadang terlalu asyik dengan konsep-konsep gagasannya sendiri. Dapat melihat dunia dengan cara pandang yang berbeda. Terkadang terlalu memisahkan diri dari bertemu banyak orang.
6.        Loyalist atau Pessimist
Seorang yang terlalu menekankan rasa aman. Punya komitmen. Bertanggungjawab, dapat bekerja keras. Sering meragukan diri sendiri. Kurang yakin dan kurang percaya diri. Kurang bisa mengambil keputusan.
7.        Generalist atau Optimist atau Adventure
Seorang yang selalu sibuk. Punya sikap terbuka terhadap orang lain. Berjiwa spontan. Bersemangat. Selalu optimis dan yakin pada diri sendiri. Terkadang kurang disiplin mengerjakan satu hal. Kurang fokus. Selalu mencari pengalaman-pengalaman baru. Kurang bisa bersabar.
8.        Challenger atau Leader atau Boss atau Protector atau Intimidator
Seorang yang dominan. Percaya diri. Berjiwa melindungi. Gaya bicara langsung pada intinya. Terkadang cenderung egois dan mendominasi. Merasa dia harus mengendalikan lingkungan, dan orang-orang di sekitarnya. Cenderung mudah marah (temperamental).
9.        Peacemaker atau Mediator atau Accomodator
Seorang yang easygoing. Bisa mempercayai orang lain. Bisa menerima orang lain. Emosinya stabil. Cukup kreatif dan optimis. Terkadang harus mengajak orang lain untuk bepergian untuk mencari rasa aman.


SIFAT-SIFAT MANUSIA INTROVET DAN EKSTROVET

Setiap manusia memiliki sifat atau ciri baik dalam bentuk jasmaniah maupun rohaniah. Sifat merupakan hak atau tingkah laku manusia yang setiap manusia tersebut memiliki sifat yang berbeda.

Berikut sifat – sifat manusia antara lain:
Ø  Sifat INTROVET
Orang yang memiliki sifat dan karakter yang cenderung menyendiri (tapi bukan berarti bencu ada orang lain), orang yang Introvet susah di tebak adan tidak banyak membuka diri.
Ø  Sifat EKSTROVET
Orang yang sangat ceria, suka bergaul, / berinteraksi dengan orang lain , senang pergi ke pesta dan mereka umumnya berbicara sambil berfikir.

TABELMANNER 
Tabelmanner  yaitu  tata cara  atau sikap saat berada dimeja makan yang di sesuaikan dengan etika sopan santun dan etika internasional.

MACAM-MACAM  KARAKTERSISTIK  MANUSIA

Setiap  manusia memiliki karakter yang berbeda .
Berikut adalah beberapa karakteristik manusia yaitu:
Ø  Pemalu
Perasaan yang timbul dalam diri seseorang yang ia merasa minder dan berharap orang lain tidak mengetahui tentang yang ia alami.
Ø  Pendiam
Orang yang jarang bicara dan senangnya berdiam diri.
Ø  Pemarah
Orang yang kalah karena ia tidak bisa melawan perasaan yang ada di dalam dirinya sendiri.
Ø  Penyabar
Sabar itu relatif , bergantung dari seberapa bijak seseorang menghadapi masalahnya.
Ø  Pemaaf
Salah satu karakter mulia yang dimiliki manusia.



PENGEMBANGAN DIRI

Pengenbangan diri adalah merupakan bagian dari proses transformasi menjadi manusia dengan kesadaran seutuhnya.
Pengembangan diri dapat di lakukan dalah suatu lingkungan dan organisasi yang ada dalam  maupun luar lingkungan.

BAB III
NORMA-NORMA YANG ADA DALAM KEHIDUPAN


A.      HAKIKAT NORMA, KEBIASAAN, ADAT-ISTIADAT DAN PERATURAN DALAM MASYARAKAT

a)         Manusia, Masyarakat, dan Ketertiban
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu senantiasa melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Dalam interaksi sosial tersebut, setiap individu bertindak sesuai dengan kedudukan, status sosial, dan peran yang mereka masing-masing. Tindakan manusia dalam interaksi sosial itu senantiasa didasari oleh nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain, melainkan berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia. Interaksi yang kalian lakukan pasti ada kepentingannya, sehingga bertemulah dua atau lebih kepentingan. Pertemuan kepentingan tersebut disebut “kontak“. Menurut Surojo Wignjodipuro, ada dua macam kontak,  yaitu :
b)      Kontak yang menyenangkan, yaitu jika kepentingankepentingan yang bertemu saling memenuhi. Misalnya, penjual bertemu dengan pembeli.
c)      Kontak yang tidak menyenangkan, yaitu jika kepentingan-kepentingan yang bertemu bersaingan atau berlawanan. Misalnya, pelamar yang bertemu dengan pelamar yang lain, pemilik barang bertemu dengan pencuri.
Mengingat banyaknya kepentingan, terlebih kepentingan antar pribadi, tidak mustahil terjadi konflik antar sesama manusia, karena kepentingannya saling bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap orang merasa merasa aman, maka setiap bentuk gangguan terhadap kepentingan harus dicegah. Manusia selalu berusaha agar tatanan masyarakat dalam keadaan tertib, aman, dan damai, yang menjamin kelangsungan hidupnya.

Menurut Aristoteles, manusia itu adalah Zoon Politikon, yang dijelaskan lebih lanjut oleh Hans Kelsen “man is a social and politcal being” artinya manusia itu adalah mahluk sosial yang dikodratkan hidup dalam kebersamaan dengan sesamanya dalam masyarakat, dan mahluk yang terbawa oleh kodrat sebagai mahluk sosial itu selalu berorganisasi. Kehidupan dalam kebersamaan (ko-eksistensi) berarti adanya hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Hubungan yang dimaksud dengan hubungan sosial (social relation) atau relasi sosial.

Yang dimaksud hubungan sosial adalah hubungan antar subjek yang saling menyadari kehadirannya masing-masing. Dalam hubungan sosial itu selalu terjadi interaksi sosial yang mewujudkan jaringan relasi-relasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai masyarakat. Dinamika kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu ketertiban. Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat berlain-lainan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang tidak sama. Oleh karena itu, dalam masyarakat yang teratur setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.

B.       Pengertian Norma, Kebiasaan, Adat-istiadat dan Peraturan
Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tentram dan damai tanpa gangguan, maka bagi tiap manusia perlu adanya suatu “tata”. Tata itu berwujud aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran.

Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud perintah dan larangan. Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik.

Ada bermacam-macam norma yang telah dikenal luas ada empat, yaitu:
a)         Norma Agama ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.
Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) “Kamu dilarang membunuh”.
b) “Kamu dilarang mencuri”.
c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
d) “Kamu harus beribadah”.
e) “Kamu jangan menipu”.
b)      Norma Kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
b) “Kamu harus berlaku jujur”.
c) “Kamu harus berbuat baik terhadap sesamamanusia”.
d) “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.

c)      Norma Kesopanan ialah peraturan hidup yang timbul dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.

Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
a)   “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi”.
b) “Jangan makan sambil berbicara”.
c)   “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat” dan.
d)  “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”. Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah.

Kebiasaan adalah tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun Pada umumnya adat istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.

d)     Norma Hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama.
e)      Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/ nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”.
b) “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”, misalnya jual beli.
c)   “Dilarang mengganggu ketertiban umum”.

Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan. Perundang-undangan baik yang sifatnya nasional maupun peraturan daerah dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnya. Oleh karena itu, norma hukum sangat mengikat bagi warga negara.


C.      Hubungan Antar Norma

Kehidupan manusia dalam bermasyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur oleh norma-norma agama, kesusilaan, dan kesopanan, serta kaidah-kaidah lainnya. Kaidah-kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana kaidah itu berlaku. Hubungan antara hukum dan kaidah-kaidah social lainnya itu saling mengisi artinya kaidah sosial mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat. Suatu kaidah hukum, misalnya “kamu tidak boleh membunuh” diperkuat oleh kaidah sosial lainnya. Kaidah agama, kesusilaan, dan adat juga berisi suruhan yang sama. Dengan demikian, tanpa adanya kaidah hukum pun dalam masyarakat sudah ada larangan untuk membunuh sesamanya. Hal yang sama juga berlaku untuk “pencurian”, “penipuan”, dan lain-lain pelanggaran hukum. Hubungan antara norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hukum yang tidak dapat dipisahkan itu dibedakan karena masing-masing memiliki sumber yang berlainan. Norma Agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan sumbernya suara hati. Norma kesopanan sumbernya keyakinan masyarakat yang bersangkutan dan norma hukum sumbernya peraturan perundang-undangan.



ETIKA

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat , bernegara, hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu  sistem  yang  mengatur   bagaimana  seharusnya  manusia  bergaul.
Sistem pengaturan etika dalam  pergaulan tersebut  perkembangannya  menjadi  sangat  mempengaruhi  saling  menghormati kehidupan  manusia yang lain. Etika memberi orientasi  bagaimana  ia  menjalani  hidupnya  melalui  tata  krama, da  lain –lain.
Menurut para ahli Etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan, manusia dalam pergaulan antar sesama dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita.
Ø  Etika Deskriptif :
Etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Ø  Etika Normatif :
Etika yang berusaha menetapkan berbagai pola dan prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.


BUDI PEKERTI
Secara umum , Budi Pekerti  berarti moral  dan  kelakuan  yang  baik dalam menjalani kehidupan ini. Budi Pekerti adalah induk dari segala etika,tata krama, tata susila, prilaku, baik dalam pergaulan ,pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.



MORAL
Manusia menyebut orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif, sehingga Moral adalah  hal mutlak yang harus di miliki oleh manusia.
Moral diartikan sebagai sikap , prilaku, tindakan, kelakuan yang di lakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat.
Moral merupakan kondisi pikiran ,perasaan,ucapan,dan prilaku manusia terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk .



SOPAN SANTUN

Peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok itu.
Norma kesopanan bersikap relatif , artinya apa yang di anggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat.
Contoh: Menghormati orang tua,menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan, tidak berkata-kata kasar, tidak meludah di sembarang tempat, tidak menyela pembicaraan.


Demikianlah materi tentang Makalah Character Building yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Makalah Biaya Overhead Pabrik yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.



EmoticonEmoticon