Monday, September 18, 2017

Makalah Echinodermata

Makalah Echinodermata merupakan salah satu contoh jenis makalah yang berkaitan dengan pelajaran Biologi. Dalam postingan ini penulis akan menyajikan materi tentang Avertebrata Air (Echinodermata).



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memahami tentang Phylum Echinodermata yang terbagi menjadi dua bagian yaitu echinnodermata satu dan echinodermata dua.                                                                 
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dr. Uun Yanuhar, S.Pi,Msi. Sebagai dosen Avertebrata Air yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk mengerjakan dan menyelesaikan makalah ini.
           
           
                                                                                    


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
1.2       Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Echinodermata
2.2 Struktur tubuh Echinodermata secara umum
2.3 Cara hidup dan habitat Echinodermata
2.4 Sistem Gerak, Sistem Reproduksi, Sistem Pencernaan, Sistem Pernapasan dan
ekskresi, serta Sistem Peredaran darah
2.5 Echinodermata I
2.6  Echinodermata II
2.7 Peran Echinodermata Bagi Manusia

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

Echinodermata (dari bahasa Yunani echino,”Landak” dan derma,”kulit”) adalah hewan bergerak lamban dengan simetri radial. Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya. Bagian internal dan eksternal hewan itu menjalar dari tengah atau pusat, seringkali berbentuk lima jari-jari. Kulit tipis menutupi eksoskeleton yang terbuat dari lempengan keras. Sebagian besar hewan echinodermata bertubuh kasar karena adanya tonjolan kerangka dan duri yang memiliki berbagai fungsi. Yang khas dari echinodermata adalah sistem pembuluh air (water vascular system) atau disebut ambulakral dimana Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk memangsa mangsanya, suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran yang disebut kaki tabung (tube feet) yang berfungsi sebagai untuk makan, dan pertukaran gas, dan Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk bilateral simetri. Sedangkan setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi radial simetri.

Reproduksi seksual anggota filum echinodermata umumnya melibatkan individu jantan dan betina yang terpisah dan membebaskan gametnya ke dalam air laut. Diantara 700 atau lebih anggota filum echinodermata, semuanya adalah hewan laut, dibagi menjadi enam kelas : Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang mengular), Echinoidea (bulu babi dan sand dollar), Crinoidea (lili laut dan bintang bulu), Holothuroidea (timun laut). Kelas-kelas itulah, serta ordo-ordo tiap kelaslah yang akan menjadi pokok pembahasan kita sekaligus kita dapat mengetahui peranan echinodermata dalam kehidupan sehari-hari, serta dampak kerugian yang ditimbulkannya.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut:

1.       Untuk menjelaskan berbagai macam kelas pada filum Echinodermata

2.       Untuk menjelaskan karakteristik filum echinodermata secara umum

3.       Untuk menjelaskan bagian-bagian tubuh filum echinodermata yang ditinjau dari segi anatomi dan struktur tubuh, sistem gerak, sistem reproduksi, sistem pencernaan, sistem respirasinya, serta sistem peredaran darah dan sistem syarafnya

4.      Menjelaskan manfaat atau peranan hewan-hewan yang termasuk ke dalam Phylum Echinodermata dalam kehidupan sehari-hari, serta dampak kerugian yang ditimbulkannya.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Echinodermata

Echinodermata memiliki arti echinoidea yang memiliki pengertian dalam bahasa yunani, echino yang berarti landak dan derma yang berarti kulit. Echinodermata adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas dengan adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. Yang mana secara umum ciri-ciri yang dapat diketahui diantaranya adalah:

ü  Tidak bersegmen
ü  Tidak ada kepala
ü  Respirasi dengan kaki tabung
ü  Semua echinodermata hidup di air laut
ü  Tubuh ditutupi oleh epidermis yang di sokong oleh skeleton yang tetap
ü  Sebagian besar spesies mampu bergerak dengan merangkak dan sangat lambat
ü  Tubuh memiliki banyak kaki tabung yang befungsi untuk bergerak dan menangkap makanan
ü  Mereka memiliki sistem peredaran air yang terdiri dari sederet tabung berisi cairan yang dipakai dalam pergerakan
ü  Tampilan khusus anggota filum ini seluruhnya memiliki duri. Tepat dibawah kulitnya, duri dan lempeng kapurnya membentuk kerangka
ü  Jenis kelamin terpisah, gonad besar, fertilisasi eksternal, telur banyak, larva mikroskopik, bersilia, biasanya berenang bebas, mengalami metamorfosis
ü  Sistem pencernaan sederhana (beberapa di antaranya dilengkapi dengan anus) rongga tubuh bersilia, biasanya luas, mengandung sel bebas (amoebosit)
ü  Tubuhnya berbentuk bilateral simetri, sedangkan setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi radial simetri dan memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya


2.2  Struktur tubuh echinodermata secara umum

Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat isap.
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit. Sistem sirkulasi belum berkembang baik. Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak memiliki otak.

2.3 Cara hidup dan Habitat

Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas. Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati. Habitatnya didasar air laut, didaerah pantai hingga laut dalam.

2.4 Sistem Gerak, Sistem Reproduksi, Sistem Pencernaan, Sistem Pernapasan
dan ekskresi, serta Sistem Peredaran darah

Sistem gerak berfungsi untuk bergerak, bernafas atau memangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil(madreporit) menuju ke pembuluh. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangan atau disebut saluran radial lalu ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung yang berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula.

Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur dan memanjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.

Sistem Reproduksi Echinodermata ialah kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

Sistem pernapasan Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sedangkan Sistem Ekskresi ialah berupa sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh yang akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.
Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

Sistem Saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya .



2.5 ECHINODERMATA I

A.      Klas Asteroidea

Klasifikasi:
                        Phylum            : Echinodermata
                        Klas                 : Asteroidea
                        Ordo                : Valvatida
                        Family             : Archasteridae
                        Genus              : Archaster
                        Species            : Archaster typicus





Ciri-ciri dari klas ini yaitu sebagai berikut:

v Bentuk tubuh seperti bintang dan pentagonal

v Pangkal lengan membesar yang makin kecil dan ujung meruncing

v Respirasi dengan dermal branchia dan kaki tabung

v Sistem saraf terdiri atas cincin saraf dan tali- tali saraf

v Memiliki Eyespot yang fungsinya untuk menangkap cahaya


Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies. Asteroidea juga sering disebut bintang laut. Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek. Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria. Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran. Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral. Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada substrat. Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar. Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti. Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.

Sistem ambulakral pada Asteroidea terdiri dari : Madreporit, yaitu lubang tempat
masuknya air serta saluran cincin disekitar mulut


Fungsi sistem ambulakral adalah :   Untuk melekatkan diri pada sesuatu, untuk
bergerak, dan menangkap mangsa.





B.  Klas Ophiuroidea

Klasifikasi:
                        Phylum            : Echinodermata
                        Klas                 : Ophiuroidea
                        Ordo                : Ophiruida
                        Family             : Ophiotrichidap
                        Genus              : Macropiotrix
                        Species            : Macropiotrix belii




Ciri-ciri umum dari kelas ini yaitu sebagai berikut:

v Tidak ada pedicellaria

v Larva pluteus yang berenang bebas

v Berpindah tempat dengan gerakan yang mengular

v  Mulut dan anus menyatu atau biasa disebut dengan oral pampila


Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix). Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul. Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya. Hewan ini pun memiliki tingkat beregenerasi yang tinggi.

Perbedaan Bintang Mengular(ophiuroidea) dan Bintang Laut(Asteroidea)

Perbedaan
Ophiuroidea
Asteroidea
Lempeng cangkram
Punya
Tidak ada
Pergerakan lengan
Pergerakan lengan lentur
Pergerakan lengan kaku
Oral Pampila
Mulu dan anus terpisah
Oral pampila
Segmentasi
Tidak ada
Punya
Pediselaria
Tidak ada
Punya



C.    Klas Echinodermata

(1)   Klasifikasi:
                        Phylum            : Echinodermata
                        Klas                 : Echinoidea
                        Ordo                : Temnopleuroidea
                        Family             : Temnopleuridae
                        Genus              : Temnopleurus
                        Species            : Temnopleurus alexandrii



Ciri-ciri umum dari kelas ini yaitu sebagai berikut:

v Duri pendek

v Organ kelamin terpisah

v Di ujung aboral terdapat anus

v Memiliki ambulakral di tuberkel

v Memiliki interambulakral di tube feet


(2)   Klasifikasi:
                        Phylum            : Echinodermata
                        Klas                 : Echinoidea
                        Ordo                : Chidorida
                        Family             : Chidoridae
                        Genus              : Phyllochantus
                        Species            : Phyllochantus imperialis 



Ciri-ciri umum dari kelas ini yaitu sebagai berikut:

v Duri panjang

v Oral pampila

v Organ respirasi insang

v Organ kelamin terpisah

v Memiliki interambulakral di tube feet


Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata). Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.

Perbedaan
Bulu Babi
Landak Laut
Oral Pampila
Mulut dan anus terpisah
Oral pampila
Bentuk Pediselaria


Ambulakral dan interambulakral
Punya
Tidak ada
Duri
Duri Pendek
Duri Panjang


2.6    ECHINODERMATA II                                                                                   

A.      Klas Holothuroidea

Klasifikasi:
                        Phylum            : Echinodermata
                        Klas                 : Holothuroidea
                        Ordo                : Dendrochiotacea
                        Family             : Cucumaridae
                        Genus              : Cucumaria
                        Species            : Cucumaria frandosa



Ciri-ciri umum dari kelas ini yaitu sebagai berikut:
v Tubuh simetri bilateral, biasanya memanjang
v Mulut terletak pada satu ujung dan anus pada ujung lain (posterior)
v Dekat mulut ada tentakel
v Tidak ada spina (duri) dan pedicellaria
v Podia (kaki tabung) ada, untuk pergerakan
v Jenis kelamin terpisah
v Respirasi dengan pohon respirasi
v Saluran pencernaan berbentuk panjang dan berliku- liku
v Kelenjar gonat berupa berkas tubulus tunggal atau berpasangan
v Bergerak dengan bantuan kaki buluh dan kontraksi otot
v Tidak memiliki lengan
Hewan ini tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya. Daerah ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya. Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya. Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral. Sistem respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya. Keluar dan masuknya air melalui anus.


B.       Klas Crinoidea

Klasifikasi:
                        Phylum            : Echinodermata
                        Klas                 : Crinoidea
                        Ordo                : Comatulida              
Family             : Comasteridae
                        Genus              : Comanthina
                        Species            : Comanthina schlegeli




Ciri-ciri umum dari kelas ini yaitu sebagai berikut:
v  Tubuh bentuk bunga lilia, hidup dilaut dalam dan dangkal
v  Tubuh terdiri atas mangkuk, disebut calyx, dan tutup oral atau disebut tegmen dan struktur bercabang lima atau kelipatannya
v  Mekat pada substrat dengan cirri/cirrus
v  Mulut di sebelah anus
v  Lekuk ambulakral terbuka, ada madreporit, spina, dan pedicellaria
v  Lengan-lengan dapat digerakkan, umumnya bercabang-cabang, biasanya berjumlah lima atau sepuluh atau tanpa spina
v  Seks terpisah, larva disebut doliolaria.

Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis. Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih. Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam. Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas. Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh). Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.


2.7     Manfaat atau peran Echinodermata serta dampak kerugiannya

Echinodermata memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia maupun ekosistem di laut.
Berikut manfaat hewan ini bagi manusia dan ekosistem laut yaitu:
1.    Telur landak laut (Arbacia punctulata) yang banyak dikonsumsi di jepang
2.    Keripik dari timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo, Jawa timur
3.    Mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat kerupuk
4.    Telur bulu babi dapat dimakan

Adapun kerugian yang ditimbulkan akibat adanya hewan-hewan Echinodermata yaitu:

1.    Dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena bintang Echinodermata merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut

2.    Bulu babi dan landak laut bisa sangat merugikan bagi para turis yang ingin menikmati olahraga air, karena duri bulu babi dan landak laut yang beracun bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat
3.    Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Echinodermata diklasifikasikan dalam lima kelas besar yaitu: Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang mengular), Echinoidea (bulu babi), Crinoidea (lili laut) dan Holothuroidea (timun / teripang laut).
2. Pembahasan yang telah diuraikan di atas menjelaskan salah satunya terkait dengan karakteristik dan ciri-ciri umum filum ini, anatomi dan struktur tubuh, morfologi, ekologi, sistem reproduksi, sistem gerak, sistem syaraf, sistem pencernaan, serta sistem peredaran darahnya.
3.  Filum Echinodermata memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia dan keberlangsungan hidup ekosistem air laut, serta dapat pula merugikan.



DAFTAR PUSTAKA

Biologi Gonzaga.http://biologigonz.com/2010/01/asteroidea.html.diakses tanggal 20-12-2013. Pukul 16.00

Fakta Ilmiah.http://www.faktailmiah.com/echinodermata.html. diaskses 20-12-2013
Francis J. Ryan.1997. Bintang laut dan echinodermata yang lain. Jakarta: Gramedia
Halid, NA, dan A. Anger. 1984. Lingkungan Hidup. Jakarta: Sinar Harapan.
Laila, Siti.2007.Biologi sains dalam kehidupan. Surabaya : Yudhistira.

Sianipar, Prowel, 2010. Mudah dan Cepat Menghafal Biologi. PUSTAKA BOOK PUBLISHER, Yogyakarta.
Sudjadi, Bagod. & Siti Laila.2007. Biologi 1. Penerbit Yudhistira, Jakarta.
Sumiyati Sa’adah.2010.Materi Pokok Zoologi Invertebrata. Bandung: UIN SGD
Wikipedia.http: //.id.wikipedia.org/wiki/Echinodermata/indeks.php/. diakses 20-12-13. Pukul 15.00
Winatasasmita, Djumhur.Sukarno.1996.Biologi 1 Untuk SMU Kelas 1. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.



Demikianlah materi tentang Makalah Echinodermata yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar pelajaran biologi lainnya.


EmoticonEmoticon