Thursday, September 21, 2017

Makalah Kewirausahaan

Makalah Kewirausahaan - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa dipanjatkan kehadirat Allah SWT. Shalawat dan salam semoga selamanya tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya serta umatnya yang selalu setia. Dengan karunia dan hidayah-Nyalah pembuatan makalah mengenai “kewirausahaan” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam pembuatan makalah ini penulis banyak menerima dukungan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan.
Makalah ini disusun berdasarkan pengetahuan yang penulis dapatkan dari berbagai buku sumber, pembelajaran dikelas dan media elektronik dan yang paling penting ialah dari pengalaman langsung penulis mendatangi “Zakia Grosir” seorang wirausahawan yang  menggeluti usaha seperti baju-baju  muslimah , kerudung,  mukena , sepatu dan lain-lain .  Selain itu, makalah ini juga mempunyai tujuan yaitu bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca khusunya yang tertarik menjadi seorang wirausahawan.
Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap penulis nantikan demi kesempurnaan makalah ini.


Bandung, September   2014


Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang  Masalah
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Karena kewirausahaan dirasa sangat penting untuk kemajuan perekonomian bangsa ini, maka pengajaran mengenai kewirausahaan kini telah banyak diajarkan di berbagai universitas. Agar semua orang mampu berwirausaha dengan baik dan mampu meningkatkan kehidupannya masing-masing.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan serta pengalaman langsung penulis mewawancara seorang wirausahawan.


b.      Rumusan Masalah
1.      Mengetahui apa pengertian Kewirausahaan?
2.      Mengetahui hakikat kewirausahaan?
3.      Mengetahui objek studi kewirusahaan?
4.      Mengetahui karakteristik kewirausahaan?
c.       Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu pengertian kewirausahaan.
2.      Untuk mengetahui haikikat kewirausahaan.
3.      Untuk mengetahui apa saja karakteristik dalam kewirausahaan.
4.      Untuk mengetahui bagaimana cara berwirausaha yang baik.



BAB II
PEMBAHASAN

a.      Pengertian kewirausahaan
Ilmu kewirausahaan adalah salah satu bentuk displin ilmu yang mempelajari tentang nilai kemampuan(ability) dan prilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh kehidupan yang layak dan berbagai tantangan dan resiko yang mungkin dihadapinya.
Dalam konteks bisnis, menurut Thomas W. Zimmerer(1996)” enterpreunership is the result of a disciplined, systematic process of applying creativity and innovations to need a opportunities in the market place”. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreatiitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.
Pada mulanya, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Oleh karena itu, kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir(entrepreneurship are born not made),  sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari atau diajarkan. Tetapi faktanya sekarang ewirausahaan bukanlah sekedar bakat bawaan dari lahir atau urusan pengalaman lapangan, tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.  Artinya kewirausahaan tidak hanya melulu tentang bakat bawaan lahir atau pengalaman di lapangan saja, tetapi dapat juga di pelajari dan diajarkan.
Seseorang yang memeiliki bakat kewirausahaan dapat menegembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi entrepreuner  adalah orang-orang yang menegnal potensi  dan belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap peluang serta mengorganisisr usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, untuk menjadi wirausaha yang sukses, memiliki bakat saja tidak cukuptetapi juga harus memiliki pengertahuan yang akan ditekuninya.
Dilihat dari perkembangannya, sejak awal abad ke 20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa Negara.  Mislanya di belanda di kenal dengan “ ordernemer”di Jerman dikenal dengan “unternehmer” di beberapa Negara kewirausahaan memiliki tugas yang sangat banya, antara lain tugas untuk mengambil keputusan yang menyankut kepemimpinan teknis, kepemimpinan organisatoris dan komersial, penyediaan modal, penerimaan dan penanganan tenaga kerja, pembelian, penjualan, pemasangan iklan dan lain-lain.
Kemudian spade tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberpa Negara seperi di Eropa, Amerika dan Canada. Bahkan sejak tahun 1970-an banyak unuersitas yang mengajarkan “ entrepreneuship”. Pada tahun 1980-an, hamper 500 sekolah di Amerika Serikat memeberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.
b.      Hakikat Kewirausahaan
Meskipun sampai saat ini belum ada terminology yang persis sama tentang kewirausahaan, akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampi sama yaitu merujuk pada sifat, watak, dan cirri-ciri yang melekat pada diri seseorang yang mempunyai kemampuan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat menegmbangkannya dengan tangguh(Peter F. Drucker, 1994). Menurut Drucker kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berebeda.secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip aau kemampuan wirausaha( Ibnu Sodjono, 1993,Meredhit, 1996: Marjuki Usman, 1997).
Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan” entrepreunership” yaitu dapat diartikan sebagai” the backbone of economy”, tyaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “ tailbone of economy” yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa(Soeharto Wirakusumo, 1997:1). Secara epistimologi kewirausahaan merupakan suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha atau suatu proses dalam menegerjakan suatu yang baru. Dan sesuatu yang berbeda.
Dari panangan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa haikikat kewirausahaan adalah suatu kemampuan( ability) dalam berfikir kreatif dan prilaku inovatif yang ijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

c.       Objek Studi Kewirausahaan
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan prilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Oleh karena itu, objek studi kewirausahaan adalah niali-nilai dan kemampuan( ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk prilaku. Menurut Soeparman Soemahamidjaja(1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi:
1.      Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha. Dalam merumuskan tujuan hidup perlu adanya perenungan, koreksi, yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemauannya.
2.      Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang  menyala-nyala.
3.      Kemampuan untuk berinisiatif, yaitu menegrjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif.
4.      Kemampuan ntuk membentuk modal uang atau barang modal (capitals good).
5.       Kemampuan tuntuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakannya dengan tidak selalu menunda pekerjaan.
6.      Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama.
7.      Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun buruk.
d.      Karakteristik dalam Kewirausahaan
Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Geofry G. Meredhit (1996:5-6) misalnya mengemukakan cirri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut:
Cirri-ciri
Watak
Percaya diri
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualitas, dan optimism.
Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebuthan untuk berprestasi, erorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai dorongan kuat, energetic dan insiatif.
Pengambilan resiko
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar.
Kepemimpinan
Prilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain dan menanggapi saran serta kritik.
Keorsinilan
Inofatif, kreatif dan fleksibel
Berorientasi ke masa depan
Pandangan ke deapan, perspektif.
 Ahli lain yaitu Thomas W. Zimmerer dan M. Scarborough mengemukakan depalapan karakteristik dalam kewirausahaan diantaranya:
1.      Desire for responsibility, yaitu smemiliki rasa tanggung jawab atas uasaha-usaha yang dilakukannya. Seseorang yang memeiliki rasa tanggung jawab dan selalu mawas diri.
2.      Preperence for moderate risk, yaitu lebih memilih risiko yang moderat artinya selalu menghindar risiko yang rendah dan menghidari risiko yang tinggi.
3.      Confidence n their ability to success. Yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk sukses.
4.      Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera.
5.      High level of energy, yaitu memiliki semangan dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
6.      Future orientation, yaitu berorientasi ke masa depan, perpektif, dan berwawasan jauh ke masa depan.
7.      Skill of organizing, yaitu kterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8.      Value of achievement over money, yaitu selalu menilai prestasi dengan uang.



Dalam makalah ini penulis mencoba terjun langsung mendatangi wirausahawan yang begelut di bidang pakaian, sepatu, mukena sandal dan lain-lain. Dalam wawancara yang dilaukukan penulis, ada beberapa hal yang ditanyakan yang menjadi tujuan utama penulis mendatangi wirausahawan tersebut.
      Zakia Grosir adalah nama dari usaha yang di jalaninya. Saya bertanya mengapa pemilik menggunakan nama Zakia, ia pun menjawab Zakia grosir diambil dari nama belakangnya sendiri. Syifau- Zakia itulah nama pemilik took busana yang saya datangi.
Inilah beberapa pertayaan yang penulis ajukan kepada pemilik Zakia Grosir:
a.      Modal
Modal adalah salah satu hal terpenting yang harus ada ketika seseorang ingin menjalankan sebuah usaha seberapa besar modal yang ia miliki, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tidak memiliki modal bias saja menjalankan usaha dengan baik, seperti pemilik zakia grosir ia mengemukakan bahwa pada mulanya ia hanya seorang reseller dan tidak mengeluarkan modal sepeserpun. Tetapi karena keuletannya dalam menjalankan hobbinya tersebut ia terus kini menjadi seorang pengusaha yang sukses. Bemula kpada tahun 2010 ketika pemilik mengikuti sebuah seminar yang diadakan di kampusnya yang tak lain adalah kampus UIN. Berangkat dari ketertarikannya terhadap dunia bisnis atau usaha ia mencoba memberanikan diri bermodal sendiri dengan mencoba menjuah kerudung karena kerudung dirasa cocok untuk kalangan mahasisiwi saat itu. Tetapi usaha kecil yang dijalankannya itu tidak berjalan begitu lancer ia pun berhenti sejenak karena terhalang oleh kegiatan kuliah yang lumayan sibuk.
Kemudian pada tahun 2013 ia memulai lagi bisinis yang pernah dilakukannya kali ini ia tidak menjual kerudung tetapi masih menjadi reseller untuk baju berbahan rajut. Dan bermula dengan usahanya kali ini ia telah meneukan titik terang dalam hal berbisnis. Iapun mencoba menanam modal untuk baju rajut dan mukena kurang lebih enam juta lima ratus ribu rupiah.
b.      Untung
Pada bulan maret tahun 2013 zakia griosir mulai nemeukan titik terangnya dalam berbisnis dengan diadakannya baju rajut mukena dan beberapa jenis kerudung, zakia grosisr memiliki banyak pelanggan sehingga dalam jangka sebulan zakia grosir mampu menghasilkan setidaknya 30 juta rupiah perbulan.sungguh untung yang luar biasa dibandingankan dengan modal awal.
c.       Kendala dalam berbisinis
Mengenai kendala ketika saya konfirmasi kepada pemilik zakia grosir, perihal kendala yang dihadapai dalam menjalankan usahanya ini, ia hanya menjawab tidak memiliki kendala yang begitu rumit. Meskipun tidak sedikit orang-orang yang berjualan baik baju berbahan rajut mukena maupun kerudung ia menyatakan bahwa rezeki tidak akan tertukar jadi ia tidak merasa memiliki saingan dalam berbisiis hanya saja yang dirasa sulit yaitu ketika ada seseorang yang membeli salah satu barang dan berada diluar kota itu cukup memakan waktu yang lama dalam pengirimannya. Selain hal diatas pemilik zakia grosir juga mengungkapkan kendala yang ia rasakan dalam usahanya itu, yaitu minimnya ilmu tentang kewirusahaan karena opada dasarnya ia tidak belajar langsung bagaimana tata cara berusaha. Sehingga ia harus selalu bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman dalam urusan bisnis. Demikina lah apa yang saya tanyakan mengenai kendala yang dihadapi zakia grosir.
d.      Pegawai
Dalam usaha terlebih usaha yang cukup besar tentunya tenaga kerja seorang pegawai sangat dibutuhkan. Tetapi tidak sedikit took-toko seperti baju atau yang lainnya tidak terlalu memeperhatikan soal hal itu terlebih ketika pemilik masih mampu menjalankan usahanya sendiri tanpa banyak bantuan dari orang lain. Hal yang seperi itu saya temukan di zakia grosir ketika saya bertanya tentang pegawai yang ia miliki ia hanya menjawab memilki satu orang pegawai saja. Dan itupun masih saudaranya sendiei, karena ia merasa bahwa usaha yang kini dijalanakannya tidak begitu memerlukan banyak tenaga kerja dan masih mampu ia tangani sendiri. Sebenarnya ada sisi baiknya juga ketika dalam suatu usaha tidak begitu banyak tenaga kerja yang dibutuhkan itu berarti tidak meminimalisir pengeluaran usaha tersebut.


e.       Tempat
Tempat juga merupakan salah satu factor penting yang menentukan berjalan atau tidaknya suatu usaha. Tempat yang strategis merupakan tempat yang selalu dicari oleh para pengusaha dengan tujuan agar usaha yang dijalankannya itu berjalan lancer dan para pembeli akan dengan sangat mudah menenukan tempat tersebut. Adapun zakia grosir beralamat di Jln percobaan no 2 desa Cilenyi Kulon kecamatan Cilenyi kabupaten Bandung 40621(022)7806767.
f.       Lama usaha
Mengenai seberapa lama usahanya telah berjalan sebenranya usaha zakia grosisr ini belum cukup lama beridiri. Di muali dari tahun 2011 sampai saat ini. Kira-kira sudah tiga tahun lebih took zakia grosisr ini di bangun dan dengan penghasilan maksimal 30 juta per tahun.
Ada beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan seperti yang tercantum dalam sebuah buku  Dr. Suryana , M.Si menyebutkan beberapa cirri diantaranya:
a.       Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi.
b.      Kebebasan yang besar terhadap tokoh-tokoh tradisional.
c.       Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah.
d.      Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan dating.
e.       Selalu berencana dalam segala kegiatan.
f.       Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu.
g.      Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
h.      Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing.
i.        Sadar dan menghormati orang lain(Siagian, 1972).
Sikap yang tertulis diatas seharusnya dimiliki oleh orang yang berencana untuk menjalankan sebuah usaha agar dapat menjalankan usaha tersebut dengan baik, kemauan sajalah tiadaklah cukup untuk menjalankan sebuah usaha karena wawasan atau pengetahuan juga merupakan aspek penting yang harus dimilki oleh seorang pengusaha dengan demikian ia akan mampu melihat dan membaca peluang-peluang bisinis dan menjalankannya sesuai dengan ilmu yang ia ketahui.

BAB III
KESIMPULAN
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Pada dasarnya semua manusia dipaksa untuk memnuhi kebutuhan hidupnya masing-masing dan melalui usaha yang mereka jalankan itu artinya mereka telah memenuhi kebutuhannya masing-masing. Dahulu mungkin kata kewirausahaan dikhusukan bagi mereka yang mempunyai bakat sejak lahir dalam berwirausaha dan yang mempunyai pengalaman lapangan langsung dan tidak bias dipelajari adatu diajarkan. Tetapi paradigma saat ini tidak lagi seperti itu. Kewirausahaan bukanlah bkat bawaan sejak lahir maupun pengalaman lapangan langsung. Tetpai lebih tepatnya sesuatu yang harus dimiliki olahe setiap manusia dapat dipelajari dan juga diajarkan.
Dengan demikian setiap orang berhak untuk memperbaiki hidupnya dengan berbagai ide kreatif dan inovatif yang diaplikasikan dalam sebuah usaha yang nyata. Maka dengan adanya makalah ini diharapkan penulis mampu menjadi wirausahawan yang baik atau setidaknya mampu mencontoh pengusaha yang penulis wawancarai sehingga mampu berfikir kreatif dan juga inovatif dalam menjalani kehidupan ini dengan berbagai persaingan-persaingan yang ada saat ini.
Demilkianlah makalah ini penulis buat semoga dengan adanya makalah mengenai kewirausaah ini kita mampu mengetahui akan pentingnya imlu kewirausahaan dalam kehidupankan kita yang bertujuan untuk merubah kehidupan perekonomian kita menjadi lebih baik karena bagaimanapun kesuksesan sebuah Negara diukur dari segi kehidupan perekonomian masyarakatnya itu seniri dan telah tertulis jelas pula dalam Al-Qur’an  bahwa” sesungguhnya Allah tidak akan menggubah nasib suatu kaumkecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka”QS. Ar-Ra’d(13).



Referensi:
http://karya-tulis-ilmiah-makalah.blogspot.com/2012/11/contoh-makalah-kewirausahaan_19.html
·         Suryana, M.Si. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat,2001.
·         ZS.Maulana. Sarjana Gerobak. Bandung: lifeplus, 2013.


Demikianlah materi tentang Makalah Kewirausahaan yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Makalah Minyak Bumi & Gas Alam yang telah kami posting sebelumnya. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon