Thursday, September 21, 2017

Makalah Pencemaran Air

Makalah Pencemaran Air - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :

Makalah Pencemaran Air
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah tentang Pencemaran Air.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi kepada mahasiswa lain dan juga pembaca sebagai acuan agar dapat mengetahui tentang pencemaran air dalam lingkungan sekitar.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu segala saran dan kritik dari pembaca kami harapkan,guna perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dimasa mendatang.
Banjarmasin,  Mei 2015 
Penulis
                                                                            

BAB I
PENDAHULUAN

I.              Latar Belakang
Kita menggunakan air untuk keperluan sehari-hari. Seperti untuk minum, mandi dan mencuci. Air yang kita gunakan tentunya harus bersih. Air bersih adalah air yang tidak berwarna, tidak bebau dan tidak beracun. Namun, saat ini air bersih mulai sulit didapatkan. Penyebabnya adalah kelalaian manusia.Kandungan air saat ini memprihatinkan terlebih air yang tercemar karena air  mengandung logam, limbah dan zat kimia yang berbahaya.

Air untuk kehidupan sudah semestinya kita mengelola air limbah sebelum memasuki badan air. Sesuai dengan siklus hidrologi, jumlah air di muka bumi adalah konstan. Namun, akibat pencemaran limbah air mengalami penurunan kualitas hingga tidak dapat dipergunakan. Misalnya di beberapa tempat air tanah telah mengalami penurunan kualitas akibat perembesan limbah cair domestik, industri dan pertanian. air sebagai sumber utama bagi manusia serta makhluk hidup lainnya dimuka bumi ini karena merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.

II.           Rumusan masalah
1.    Pengertian pencemaran air ?
2.    Golongan air ?
3.    Kategori pencemaran air ?
4.    Macam-Macam Sumber Air Yang Berpolutan?
5.    Penyebab pencemaran air?
6.    Akibat pencemaran air?
7.    Bahaya pencemaran air?
8.    Sifat-sifat pencemaran air?
9.    Cara mengatasi pencemaran air? 


BAB II
PEMBAHASAN

1.             Pengertian pencemaran air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danausungailautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.
Dibawah ini merupakan pengertian pencemaran air menurut keputusan pemerintah :
a.    Menurut Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan HidupNo.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air adalahmasuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya.
b.    Menurut peraturan pemerintah RI No.82 tahun 2001 menyebutkan,pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup,zat,energi,dan atau komponen lain kedalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia,sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.
Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.
Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air.

2.             Golongan air
Peraturan pemerintah R.I. No. 20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air menjadi beberapa golongan menurut peruntukkannya.
Adapun penggolongan air menurut peruntukkannya adalah :
a.    Golongan A : Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara     langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
b.    Golongan B : Air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum
c.    Golongan C : Air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan  dan peternakan
d.   Golongan D : Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha diperkotaan, industri, dan pembangkit listrik tenaga air.

3.             Kategori pencemaran air
Secara umum pencemar air dapat  dikategorikan sebagai berikut :
a.    Infectious agents
Bahan pencemar yang paling sering menyebabkan gangguan kesehatan manusia adalah mikroorganisme pathogen. Penyakit-penyakit bawaan air umumnya disebabkan pencemar air yang berasal dari kategori ini. Sumber utama mikroorganisme pathogen berasal dari excreta manusia dan hewan yang tidak dikelola dengan baik.
b.    Zat-zat pengikat oksigen
Jumlah oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dalam air merupakan indikator  yang baik untuk menentukan kualitas air dan kehidupan didalam air.Airdengan kandungan oksigen diatas 6ppm dapat mendukung kehidupan ikan dan kehidupan air lainnya.Air dengan kandungan oksigen lebih kecil dari 2ppm  hanya mendukung kehidupan cacing,bakteri,jamur dan mikroorganisme pengurai.
c.    Sedimen
Sedimen meliputi tanah dan pasir yang umumnya masuk kebadan air akibat erosi atau banjir sedimen dapat mengakibatkan pendangkalan badan air. Disamping itu, keberadaan sedimen didalam air mengakibatkan terjadinya peningkatan kekeruhan air. Hal ini menghambat penetrasi sinar matahari sehingga proses fotosintesis dalam air akan terganggu. Hal ini memperlambat laju penambahan oksigen terlarut didalam air. Kekeruhan air juga dapat menghambat transfer oksigen dari atmosfir kedalam air.
d.   Nutrisi
Nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan posfat dapat mengakibatkan produktivitas primer perairan. Peningkatan produktivitas primer perairan sebagai akibat pengayaan (enrichment) air dengan nutrient/unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan disebut eutrofikasi. Eutrofikasi tersebut menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air, khususnya alga dan bakteri secara melimpah. Hal ini menyebabkan badan air menjadi keruh dan bau. Selain itu juga, bakteri dan alga yang tumbuh dipermukaan air dapat menghambat proses aerasi. Aerasi adalah proses transfer oksigen ke perairan melalui proses difusi.
e.    Pencemar anorganik
Banyak pencemar anorganik, seperti logam, garam, asam dan basa dapat masuk kebadan air melalui proses alam ataupun sebagai akibat aktivitas manusia. Beberapa jenis logam seperti merkuri, timbal, cadium, dan nikel, dengan konsentrasi yang relatif kecil sudah dapat membahayakan makhluk hidup. Logam merupakan zat yang sangat persisten sehingga dapat berakumulasi pada rantai makanan dan menyebabkan dampak kumulasi pada manusia. Keberadaan asam di dalam air umumnya bersala dari produk samping proses industri seperti peleburan dan pelapisan logam. Asam dan basa menyebabkan perubahan pH air, sehingga dapat mengganggu kehidupan makhluk air.
f.     Zat kimia organik
Ribuan zat kimia organik digunakan di dalam industri kimia untuk membuat pestisida, plastik, produk farmasi, pigmen dan produk lain yang kita gunakan setiap hari. Banyak dari zat kimia organic ini memiliki toksisitas yang tinggi. Kontaminasi air permukaan dan air tanah dengan zat kimia organik dapat mengancam kesehatan manusia. Sumber utama zat kimia organik berbahaya adalah limbah industri dan rumah tangga yang tidak dikelolah dengan semestinya
g.    Energi panas
Kenaikan atau penurunan temperatur air dari kondisi normal dapat memperburuk kualitas air dan kehidupan di dalamnya. Temperatur air biasanya lebih stabil dari temperatur udara, sehingga makhluk hidup air cenderung tidak mudah baradaptasi dengan perubahan temperatur yang tiba-tiba .Kenaikan temperatur sebagai akibat pembuangan air limbah yang mengandung panas juga menyebabkan  penurunan kadar oksigen terlarut didalam air. Penurunan oksigen disebabkan oleh keberadaan air panas pada lapisan air yang lebih atas. Air panas dilapisan atas dengan kadar oksigen yang lebih rendah ini akan menghambat transfer oksigen kelapisan bawahnya.

h.    Zat radioaktif
Pembuangan sisa zat radioaktif kelingkungan air secara langsung tidak diperbolehkan. Namun, mengingat aplikasi teknologi nuklir yang menggunakan zat  radioaktif  pada berbagai bidang sudah begitu banyak maka tidak tertutup kemungkinan bahwa zat radioaktif ikut terbawa ke lingkungan air. Pengaruh zat radioaktif dapat bersifat akut atau kronis. Pada kadar yang tinggi, pengaruh radioaktif  terhadap makhluk hidup bersifat akut. Hal ini menyebabkan gangguan proses pembelahan sel dan mengakibatkan rusaknya kromosom. Pengaruh kronis yang muncul dalam jangka waktu lama dapat terjadi pada genetik (sistem reproduksi) dan somatik (sel tubuh).

4.             Macam-Macam Sumber Air Yang Berpolutan
Macam-macam sumber air yang berpolusi, antara lain :
Limbah industri, Pertanian, Rumah Tangga.
Ada beberapa tipe polutan yang mana dapat merusak perairan, yaitu:
a.     Mengandung bibit penyakit
Butuh banyak O2 (Oksigen) untuk penguraiannya (sehingga kekurangan O2 saat proses penguraian). Bahan-bahan kimia organik dari industry, Limbah pupuk pertanian, Bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan) dan Bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas. Air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Akan tetapi, karena jalur-jalur aliran dan resapan air terhambat karena polutan, timbulah banjir. Musibah banjir dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan akibat polusi air, antara lain :
1)    Banjir bandang (banjir besar), yaitu : terjadi dari akibat meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang sangat besar.
2)    Banjir genangan, yaitu : banjir lokal/setempat karena akibat dari tergenangnya/terkonsentrasinya air hujan pada daerah tersebut yangmana saluran air (arainase) dan lahan resapannya sangat terbatas sehingga air bisa masuk/menggenangi lingkungan serta dalam rumah kita.
3)    Penggunaan pada insektisida seperti DDT (Dhicloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani untuk memberantas hama tanaman serta serangga penyebar penyakit secara berlebihan dapat mengakibatkan pencemaran terhadap air yang diserap oleh tanaman. Sehingga terjadi pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemaran.
4)    Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Serta pembuangan sampah organik yang dibuang ke sungai terus-menerus, selain mencemari air, pada musim hujan akan timbul bencana banjir.

5.             Penyebab pencemaran air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan  memiliki karakteristik yang berbeda-beda yaitu sebagai berikut :
a.    Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
b.    Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
c.    Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berattoksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan olehpembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
d.   Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.
e.    Pencemaran air oleh sampah.
f.     Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.

6.             Akibat pencemaran air
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, antara lain :
a.    Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O­2).
b.    Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air.
c.    Pendangkalan dasar perairan.
d.   Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat.
e.    Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator.
f.     Kematian biota kuno, seperti: plankton dan lainnya bahkan burung.
g.    Mutasi sel, kanker, dan leukemia.

7.             Bahaya Yang Ditimbulkan
Karena polutan memerlukan banyak sekali kandungan O2, akan tetapi apabila kekurangan, maka akan terjadi perubahan warna dan pembusukan. Karena proses penguraian terhadap polutan tidak akan sempurna sehingga timbulah polusi pada air.
Permasalahan terbesar dalam polusi air adalah pembuangan sampah disembarang tempat. Misalnya: pembuangan sampah pada muara sungai, laut, atau got-got kecil rumahan. Ini bisa menimbulkan penyakit.
Contoh kejadian seperti di Jepang. Zat merkuri yang dibuang oleh sebuah industri plastik ke teluk Minamata terakumulasi dijaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsi menderita cacat atau hingga meninggal.

8.             Sifat- sifat pencemaran air
Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan antara lain :
a.    Nilai pH, keasaman dan alkalinitas pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka dapat menyebabkan korosif.
b.    Suhu, apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga sedingin es. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, air biasa selalu memiliki suhu pas di ukuran 0 derajat celcius.
c.    Warna, bau dan rasa
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening). Bau biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk). Rasa, air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut, jumlah kandungan oksigen dalam air, pencemaran mikroorganisme patogen kandungan minyak, kandungan logam berat dan Kandungan bahan radio aktif.

9.             Cara mengatasi pencemaran air
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi pencemaran air yang terjadi disekitar kita :
a.    Mempertahankan sumber-sumber air bersih yang belum tercemar.
Sumber air yang masih bersih hendaknya tetap dipertahankan kebersihannya. Jangan sampai ikut tercemar, karena jika sudah tercemar akan sulit membersihkannya.

b.    Menanam tanaman-tanaman berkayu tebal.
Tanaman-tanaman yang berkayu tebal adalah tanaman yang dapat menyerap air dengan baik. Dengan begitu, persediaan air tanah mencukupi dan sumber air bersih dapat terjaga.

c.    Tidak membuang sampah ke sungai.
Jika sampah yang dibuang dari satu rumah tangga masuk ke sungai saja sudah mengotori sungai. Bagaimana halnya jika setiap rumah tangga yang ada di Indonesia membuang sampah rumah tangga mereka ke sungai. Sungai menjadi sangat kotor dan tercemar. Pendangkalan sungai pun terjadi yang akhirnya dapat menyebabkan banjir. Banjir mengalirkan air tercemar ke kawasan pemukiman yang dapat menyebabkan wabah penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya.

d.   Mendaur ulang semua sampah yang bisa didaur ulang.
Sampah yang bisa didaur ulang usahakan untuk didaur ulang. Tidak membuangnya ke sungai atau got. Hal ini dilakukan agar perairan di sekitar masyarakat tidak tercemar. Jika tercemar, biasanya menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini sangat menganggu masyarakat dalam menjalankan aktivitas mereka.

e.    Penyuluhan pembuangan limbah industri.
Industri-industri yang mengeluarkan limbah cair hendaknya diberi penyuluhan agar mereka melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Ini perlu pengawasan ketat dari pemerintah karena sampai saat ini, masih banyak Industri-industri yang membuang limbah cairnya begitu saja ke sungai. Mereka tidak menghiraukan dampak yang akan timbul pada masyarakat yang hidup di area tersebut.


f.     Penyuluhan bagi pengguna transportasi laut.
Bagi masyarakat pengguna transportasi lautan hendaknya diberikan penyuluhan agar memastikan kendaraan mereka tidak bocor agar tidak mencemari air laut.
g.    Peraturan yang tegas kepada para pengusaha minyak.
Peraturan tersebut dibuat agar tidak membuat kilang minyak dekat pemukiman penduduk. Kilang-kilang minyak hendaklah didirikan sejauh mungkin dari kawasan pemukiman, agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Jika terjadi kebocoran minyak yang mencemari laut, maka binatang-binatang laut akan terganggu ekosistemnya.
h.    Pemerintah hendaknya membuat peraturan yang tegas untuk pembuangan limbah beracun.
Dengan peraturan yang ketat, maka para pengusaha akan berpikir berulang kali untuk membuang limbah cairnya begitu saja. Pengolahan limbah yang mahal sudah menjadi risiko mereka sebagai pengusaha. Maka jika Anda akan mendirikan sebuah industri, buatlah industri yang ramah lingkungan. Selain lebih murah, Anda pun tidak akan dibenci oleh masyarakat dan lembaga-lembaga pencinta lingkungan.


BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danausungailautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.
Untuk mencegah pencemaran air semakin meluas, maka perlu adanya penanggulangan terhadap pencemaran air. Penanggulangan tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu penanggulangan teknis dan penanggulangan non teknis.

B.            Saran
Agar polusi air tak ada lagi, saran kami adalah:
1.    Sebaiknya kita harus berhati- hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang terpolusi dan ada yang tidak.
2.    Jagalah air di lingkungan rumah dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air.
3.    Jangan membuang sampah ke sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya
4.    Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.
5.    Jangan membuang sampah kesungai, dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan mengakibatkan banjir.



DAFTAR  PUSTAKA

Mulia Ricki M., 2005. Kesehatan lingkungan, Jakarta : GRAHA ILMU.
Suparwato. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.Faruq, Umar (2010). Makalah Pencemaran Air. http://henithree.student.umm.ac.id/ 2010/01/23/makalah-pencemaran-air/. Di unduh 29 Maret 2015.
Firman, Muhammad. 2009. Cara Atasi Polusi Air Di Negara Berkembang.
http://teknologi.vivanews.com/news/read/68548cara_atasi_polusi_air_di_negara_ berkembang/. Di unduh 29 Maret 2015.

Demikianlah materi tentang Makalah Pencemaran Air yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Makalah Manajemen Keuangan yang telah kami posting sebelumnya. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon