Monday, September 18, 2017

Makalah Sistem Basis Data

Makalah Sistem Basis Data - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :



MAKALAH
SISTEM BASIS DATA



1.            Pengantar.   Pengembangan basis data selalu membutuhkan kerjasama dari beberapa orang dengan keahlian berbeda-beda. Proses ini melibatkan pemakai, analisis data, ahli computer, database administrator, serta wakil dari pihak manajemen yang akan memakai system.

2.            Dasar Sistem Basis Data.           
a.    Pengertian sistem basis data.  Sistem basis data merupakan sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personil yang merancang dan mengelolabasis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta system computer yang mendukungnya.
b.    Komponen system basis data.  Komponen-komponen utama penyusun basis data adalah;
-       Perangkat keras
-       Sistem operasi
-       Basis data
-       Sistem pengelola basis data (DBMS)
-       Pemakai (Programmer , user mahir, user umum, user khusus)
c.    Abstraksi data.  Sistem basis data biasanya menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan dipelihara. Oleh karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
     Abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah system basis data.



          Level Konseptual

 
         Level Internal
d.    Penyusunan system basis data.  Sistem basis data merupakan lingkup terbesar dalam organisasi data. Sistem basis data mencakup semua bentuk komponen data yang ada dalam suatu system. Sedangkan basis data merupakan komponen utama yang menyusun system basis data.

Keterangan;
. Bit, merupakan system angka biner yang terdiri atas 0 dan1
. Byte, merupakan bagian terkecil,dapat berupa karakter numeric, huruf, ataupun karakter khusus yang membentuk suatu item data/field. 1 byte digunakan untuk mengkodekan 1 karakter
. Data item(field), merepresentasikan suatu atribut dari suatu record yang menunjukan suatu item dari data. Misalnya nama, alamat, kumpulan dari field membentuk suatu record.
. Record, menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file.
. File, terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data sejenis.
. Basis Data, sekumpulan dari berbagai macam tipe record yang mempunyai hubungan terhadap suatu objek.
.Sistem basis data, merupakan sekumpulan basis data, yang tersusun dari beberapa file.

System basis data
Bit








e.    Bahasa system basis data.  Bahasa basis data merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam berinteraksi, yang telah ditetapkan oleh pembuat DBMS. Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
·         Data definition language (DDL)
-       Dengan bahasa ini kita dapat membuat table baru, membuat indeks, mengubah table, menentukan struktur tabel. Dll
-       Hasil dari kompilasi perintah DDL menjadi kamus data, yaitu data yang menjelaskan data yang sesungguhnya.
-       Contoh : Create, Modify report, Modify structure.
·         Data manipulation language ( DML)
-       Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data, yang berupa insert, update, delete, dll.
-       Ada 2 jenis, yaitu procedural (ditentukan data yang diinginkan dan cara mendapatkannya) dan non-prosedural (tanpa menyebutkan cara mendapatkannya)
-       Contoh: dbase 3+, foxbase, SQL, QBE

f.     Pengguna basis data.  Dikelompokan menjadi 2, yaitu;
·         Database administrator. Orang yang memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan baik data maupun program, Fungsi Database Administrator :
-       Mendefinisikan pola struktur basis data.
-       Mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses.
-       Memodifikasi pola dan organisasi fisik.
-       Memberikan wewenang pada user untuk mengakses data.
-       Menspesifikasi keharusan integritas data.

·         Database user. Ada 4 pemakai basis data, yaitu :
-       Program aplikasi, merupakan pembuat aplikasi.
-       Casual user/ Navie user. Pemakai yang sudah mahir, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tapi menggunakan query.
-       End user. Pemakai yang belum mahir, tinggal menjalankan aplikasi yang sudah dibuat oleh programmer aplikasi.
-       Specialized user. Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka pemrosesan data, namun untuk keperluan khusus seperti CAD, AI, ES, dll.


3.    Pengembangan Sistem Basis Data.  Pengembangan basis data selalu membutuhkan kerjasama dari beberapa keahlian yang berbeda-beda. Proses ini melibatkan pemakai, analisis data, ahli computer, database administrator, serta wakil dari pihak manajemen yang akan memakai system.

a.    Tujuan pengembangan system basis data.
·         Akses data yang fleksibel (data felexibility). Untuk melakukan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang diperlukan dan menampilkan dalam format yang berbeda.
·         Pemeliharaan integritas data (data integrity). Untuk selalu meyakinkan nilai-nilai data dalam SBD adalah benar, konsisten dan selalu tersedia.
·         Proteksi data dari kerusakan dan akses illegal(data security). Keamanan data diperlukan untuk melindungi data dari kerusakan yang terjadi karena alam (kebakaran, banjir, dll)atau akses yang illegal.
·         Menghilangkan ketergantungan data pada program aplikasi (data independence). Ada 2 bentuk ketergantungan, yaitu logic dan fisik.
·         Meminimalisasi kerangkapan data (reduced data redundancy). Kerangkapan data menyebabkan media penyimpanan tidak efisien, waktu akses yang lama dan menimbulkan masalah integritas data.
·         Penggunaan data secara bersama-sama (data shareability). SBD yang dikembangkan harus dapat digunakan oleh pemakai yang berbeda-beda.
·         Kterhubungan data (data relatability). Adalah kemampuan untuk menetapkan hubungan logic antara tipe-tipe record yang berbeda-beda.
·         Standarisasi definisi rinci data (data item). Menunjukan definisi rinci data dalam batas presisi yang digunakan pada definisi nama rinci data dan format .
·         Meningkatkan produktivitas personal (personal productivity). SBD diharapkan mampu meningkatkan produktifitas kerja setiap personal.

b.    Proses pengembangan basis data.
·         Penentuan tujuan. Tujuan ditetapkan berdasar parameter pemakai dan data.
·         Ikatan ( bindings). Merupakan tingkat fleksibilitas yang dilakukan untuk mencapai efisiensi dala perancangan basis data.
·         Dokumentasi. Bentuk yang harus didokumentasikan adalah skema basis data, relasional basisdata, dan definisi variable yang dipakai.
·         Pemrograman. Implementasi akhir setelah proses perancangan basis data selesai adalah dengan melakukan pemrograman.

c.    Langkah-langkah pengembangan system basis data. Komponen yang terlibat dalam pengembangan basis data : file basis data, softwere , hardwere, personil yang terlibat.
 Langkah-langkah dalam pengembangan SBD:
1)    Spesifikasi kebutuhan meliputi:
-       Definisi masalah dan studi kelayakan
-       Rinci spesifikasi
2)    Evaluasi alternative meliputi:
-       Indikasi alternative
-       Seleksi alternative
3)    Desain meliputi:
-       Spesifikasi dan order perangkat keras
-       Desain logic program dan desain struktur data
-       Desain prosedur untuk pemakai dan operator
-       Definisi struktur organisasi pemakai
4)    Implementasi meliputi:
-       Instalasi dan pengujian perangkat keras, coding dan pengujian unit-unit program
-       Konvesi data
-       Pembuatan dokumen prosedur
-       Pelatihan pemakai
-       Pengujian menyeluruh

d.    Langkah-langkah mendesain basis data untuk SIM.
1)    Menetapkan disain / model SIM yang digambarkan dalam diagram arus data (DAD)
2)    Menentukan kebutuhan file basis data
3)    Menentukan parameter dari file basis data, meliputi:
-       Tipe file : file induk, file transaksi, dll
-       Media file : harddisk, disket, dll
-       Organisasi file:
Ø    File tradisional (file urut, urut berindeks, atau file akses langsung)
Ø    Organisasi database (struktur berjenjang, jaringan atau hubungan)
-       Field kunci dari file

4.    Aplikasi Basis Data.
a.      Hubungan antara DBMS dan aplikasi basis data.

End-User
 



Basis Data

Navie-User

DBMS

Aplikasi basis data
                                                                                                                     










·         Aplikasi basis data disusun untuk menjembatani perbedaan pandangan antar end-user dan naïve-user, yang dibuat khusus untuk dapat digunakan oleh pemakai akhir (end-user)
·         Aplikasi ini berisi sejumlah operasi (menu) yang sesuai dengan aktifitas nyata yang dilakukan oleh end-user . selanjutnya operasi ini akan diterjemahkan oleh aplikasi tersebut menjadi sejumlah operasi basis data yang dapat dikenali oleh DBMS.

b.    Pemilihan arsitektur system
Yang menjadi pertimbangan dalam memilih arsitektur system:
·         Keunggulan teknologi
·         Factor biaya
·         Sesuai dengan kebutuhan pemakai

Jenis-jenis arsitektur system:
Ø  System tunggal (satandalone)
·         DBMS, basis data, dan aplikasi basis data ditempatkan pada computer yang sama
·         Hanya bisa dipakai oleh satu pemakai pada saat yang bersamaan

Ø  System terpusat (centralized system)
·         Terdiri dari sebuah server dan sejumlah terminal
·         Yang terpusat adalah basis dat, DBMS, dan aplikasi basis data atau basis data saja.
·         Ada 2 macam
-               Aplikasi dan basis data terpusat ; diakses oleh dumb terminal
-               Basis data terpusat ; aplikasi ada pada terminal

       




   Sentralisasi pada aplikasi dan basis data


Dumb

terminal

Application serves


Basis data

Dumb
                                                                                 






terminal
 







                      Sentralisasi pada basis data




workstation

File server


Basis data


                                                                                 







workstation
 









System Client-server
  Ditujukan untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada system pusat. Terdiri dari 2 komponen utama yaitu client dan server. Client berisi aplikasi basis data; server berisi DBMS dan basis data.

c.    Pemilihan perangkat lunak pembangunan aplikasi basis data

1)    Kecocokan antara DBMS dan development tools
Perangkat lunak yang dipilih harus dapat menjamin tersedianya fasilitas yang     dapat digunakan untuk berinteraksi dengan DBMS secara penuh
2)    Dukungan development tools terhadap arsitektur system
Tidak semua development tools member dukungan yang baik terhadap arsitektur client-server
3)    Indepedensi development tools dan DBMS
Idealnya hanya ada satu macam DBMS yang dipilih untuk mengelola berbagai basis data. Sebagai kompromi terhadap DBMS yang digunakan.
4)    Kemudahan pengembangan dan migrasi aplikasi
Development tools yang dipilih harus mendukung pengembangan ke masa depan(misalnya berbasis web) dan kemudahan migrasi, misalnya berbasis from (from-base) menjadi berbasis web (web-base)

5.    Administrasi dan Manajemen Basis Data.
a.    Pengembangan basis data. Pengembangan basis data selalu membutuhkan kerjasama dari beberapa orang dengan keahlian yang berbeda-beda. Proses ini melibatkan pemakai, analis data, ahli computer, database administrator, serta wakil dari pihak menejemen yang akan memakai system.
b.    Proses pengembangan basis data:
Ø  Penentuan tujuan. Tujuan ditetapkan berdasar parameter pemakai data. Pemakai akan menentukan tujuan dari aplikasi yang akan dipakai
Ø  Ikatan (bidings). Bidings merupakan ukuran  tingkatan fleksibilitas yang dilakukan untuk mencapai efisiensi dalam perancangan basis data.
Ø  Dokumentasi. Dokumentasi yang paling penting adalah basis data.
Ø  Pemrograman. Implementasi akhir setelah proses perancangan basisdata selesai adalah dengan melakukan pemrograman.
c.    Manajemen aktifitas data. Manfaat basis data bagi pemakai bukan pada system basis datanya melaikna pada isinya, serta hasil-hasil dari query yang dihasilkan oleh program. Manajemen aktifitas data merupakan tugas dari DBA. Disamping itu, DBA juga bertugas:
Ø  Menenentukan standar, panduan, pengawasan prosedur, dan membuat dokumentasi untuk memastikan tidak terjadi tumpangtindih dalam mengatur data.
Ø  Mengatur kepemilikan data, hak akses, dan hak merubah data.
Ø  Mengembangkan teknik dan prosedur recovery.
Ø  Menyampaikan informasi tentang prosedur operasi dan melakukan penelitian pada user.
Ø  Menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan aktifitas data.
Ø  Bertanggung jawab atas menyusun dan merawat seluruh dokumentasi system.

d.    Manajemen struktur basis data.
1)    Merancang skema
2)    Mengawasi terjadinya redundancy
3)    Melakukan pengawasan konfigurasi permintaan atas perubahan struktur basis data.
4)    Menjadwalkan dan mengadakan pertemuan apabila terjadi perubahan struktur basis data
5)    Menerapkan perubahan skema
6)    Merawat dokumentasi pemakai
7)    Merawat dokumetasi DBA

e.    Manajemen DBMS
1)    Menyusun laporan tentang unjuk kerja system basis data
2)    Melakukan investigasi atas keluhan pemakai
3)    Melakukan analisa atas laporan dan keluhan
4)    Melakukan “tuning” atau “optimizing” system basis data
5)    Jika mungkin melakukan “tuning” pada perangkat lunak komunikasi dan system operasidengan basis  data.

6.    Kesimpulan

Basis data adalah kumpulan data yang terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media.
Operasi dasar basis data:
a.    Create database
b.    Drop database
c.    Create table
d.    Drop table
e.    Insert
f.     Retrieve/ search
g.    Update
h.    Delete

Pemanfaatan basis data
a.    Salah satu komponen penting dalam system informasi
b.    Menentukan kualitas informasi
c.    Mengurangi duplikasi data
d.    Hubungan data dapat ditingkatkan
e.    Manipulasi terhadao  data dengan cepat dan muda
f.     Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan.

Penerapan basis data, tidak ada system informasi yang bisa dibangun tanpa adanya basis data.


7.    Penutup
Daftar pustaka:
1)    Abdul Kadir. 1999. Konsep & Tuntunan Praktis Basis Data. Penerbit Andi. Yogyakarta
2)    Waliyanto. 2000. System Basis Data Analisis dan PEmodelan Data. J&J Learning. Yogyakarta
3)    Sitansu S. Mittra. 1991. Principles of Relational Database System. International Editions. Prentice-Hall. New Jersey.


Demikianlah materi tentang Makalah Sistem Basis Data yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Makalah Bahasa Indonesia yang telah kami posting sebelumnya. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon