Monday, October 23, 2017

Makalah Gizi Seimbang

Makalah Gizi Seimbang - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :


GIZI SEIMBANG TIAP TAHAPAN UMUR 



PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi (Izwardi, 2012). Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat.
Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini. 
Berdasarkan uraian diatas, masalah gizi seimbang menjadi permasalahan tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat belum memahami pentingnya menjaga asupan gizi guna meningkatkan kualitas kehudupan mereka. Kesadaran akan gizi seimbang perlu ditingkatkan agar bangsa Indonesia memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi.

1.2  Rumusan Masalah
a.       Apa hakikat gizi seimbang itu?
b.      Bagaimanakah gizi seimbang untuk tiap kelompok usia?
c.       Bagaimanakah anjuran porsi menurut kecukupan energi sesuai dengan tahapan umur?
d.      Apa akibat yang ditimbulkan jika terjadi gangguan gizi terhadap tubuh seseorang?
e.       Pesan apa yang dapat disampaikan untuk tiap kelompok usia?


1.3  Tujuan
a.       Mengetahui hakikat gizi seimbang.
b.       Mengetahui  gizi seimbang untuk tiap kelompok usia.
c.       Mengetahui bagaimanakah anjuran porsi menurut kecukupan energi sesuai dengan tahapan umur.
d.      Mengetahui akibat yang ditimbulkan jika terjadi gangguan gizi terhadap tubuh seseorang.
e.       Mengetahui pesan apa yang dapat disampaikan untuk tiap kelompok usia agar gizinya seimbang dan terpenuhi.



KAJIAN TEORI

A.    HAKIKAT GIZI SEIMBANG
Istilah gizi berasal dari bahasa Arab giza yang berarti zat makanan, dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah nutrition yang berarti bahan makanan atau zat gizi atau sering diartikan sebagai ilmu gizi. Pengertian lebih luas bahwa gizi diartikan sebagai proses organisme menggunakan  makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat gizi untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ tubuh serta untuk menghasilkan tenaga. (Irianto, 2006)
Gizi merupakan suatu zat yang terdapat dalam makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi manusia untuk pertumbuhan dan perkembangan manusia, memelihara proses tubuh dan sebagai penyedia energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Lemak adalah salah satu zat gizi yang mempu memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung sehingga memberikan efek kenyang lebih lama konsultan kolesterol. Protein adalah zat gizi yang berperan dalam pertumbuhan, pembentukan dan perbaikan semua jaringan, dapat dijumpai misalnya pada kacang-kacangan. Vitamin adalah zat gizi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, jadi vitamin dapat didapatkan dengan cara menonsumsi buah-buahan dan juga sayuran. Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi.
Kebutuhan gizi menjadi sangat penting terutama bagi perkembangan atau pertumbuhan anak. Menurut dokter Briliantono M Soewarno, status Gizi anak dikatakan normal bisa diukur dari perkembangan tinggi badannya “Status gizi anak yang normal itu kalau badan anak tidak pendek namun tak juga kurus,” ujar Brilianto yang juga dokter Ahli Tulang ini (Novella, 2012).
Gizi seimbang menjadi kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia. Bukan hanya untuk orang dewasa namun juga bagi pertumbuhan anak-anak. Mereka semua membutuhkan tersedianya gizi seimbang dan memadai baik itu protein, karbohidrat, maupun lemak. Untuk memenuhi tidak harus mengkonsumsi makanan berharga mahal, yang penting adalah gizi seimbang untuk hidup sehat (newsletter Andalas. novella, 2012).
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Jika seseorang mengalami kekurangan gizi, yang terjadi akibat asupan gizi di bawah kebutuhan,  maka ia akan lebih rentan terkena penyakit dan kurang produktif. Sebaliknya, jika memiliki kelebihan gizi akibat asupan gizi yang melebihi kebutuhan, serta pola makan yang padat energi (kalori) maka ia akan beresiko terkena berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dsb. Karena itu, pedoman gizi seimbang disusun berdasarkan kebutuhan yang berbeda pada setiap golongan usia, status kesehatan dan aktivitas fisik (danone institute, tanpa tahun).
Kegiatan yang bertujuan untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat telah lama dilakukan oleh pemerintah melalui salah satu program yaitu Posyandu, kebutuhan asupan gizi divisualisasikan dalam bentuk Tumpeng Gizi Seimbang (TGS), yang terdiri atas potongan-potongan tumpeng. Luasnya potongan menunjukkan porsi yang harus dikonsumsi setiap hari. TGS dialasi air putih, artinya air putih merupakan bagian terbesar dari zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.

Sumber: kementrian kesehatan RI

Prinsip Gizi Seimbang terdiri dari 4 (empat) Pilar yang pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan memonitor berat badan secara teratur.  Empat Pilar tesebut adalah (1) mengonsumsi makanan beragam. Mengonsumsi makanan beragam juga harus memperhatikan porsi dan proporsinya, (2) membiasakan perilaku hidup bersih, (3) melakukan aktivitas fisik, (4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) normal.

B.     GIZI SEIMBANG UNTUK TIAP KELOMPOK USIA
Gizi seimbang untuk berbagai kelompok
1. Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Gizi  Seimbang  untuk  Ibu  Hamil  dan  Ibu  Menyusui  mengindikasikan bahwa konsumsi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan janin/bayinya. Oleh karena itu ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak hamil atau tidak menyusui, tetapi konsumsi pangannya tetap beranekaragam dan seimbang dalam jumlah dan proporsinya.
Janin  tumbuh  dengan  mengambil  zat-zat  gizi  dari  makanan  yang dikonsumsi oleh ibunya dan dari simpanan zat gizi yang berada didalam tubuh ibunya. Selama hamil atau menyusui seorang ibu harus menambah jumlah dan jenis makanan yang dimakan untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan bayi dan  kebutuhan  ibu  yang  sedang  mengandung  bayinya  serta  untuk memproduksi ASI. Bila makanan ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat gizi yang dibutuhkan, maka janin atau bayi akan mengambil persediaan yang ada didalam tubuh ibunya. Misalnya sel lemak ibu sebagai sumber kalori; zat besi dari simpanan di dalam tubuh ibu sebagai sumber zat besi janin/bayi. Demikian juga beberapa zat gizi tertentu tidak disimpan di dalam tubuh sepertivitamin C dan vitamin B yang banyak terdapat di dalam sayuran dan buah-buahan. Sehubungan dengan hal itu, ibu harus mempunyai status gizi yangbaik  sebelum  hamil  dan  mengonsumsi  makanan  yang  beranekaragam  baikproporsi maupun jumlahnya.
Kenyataannya  di  Indonesia  masih  banyak  ibu-ibu  yang  saat  hamil mempunyai status gizi kurang, misalnya kurus dan menderita Anemia. Hal inidapat  disebabkan  karena  asupan  makanannya  selama  kehamilan  tidak mencukupi untuk kebutuhan dirinya sendiri dan bayinya. Selain itu kondisi ini dapat diperburuk oleh beban kerja ibu hamil yang biasanya sama atau lebih berat  dibandingakan  dengan  saat  sebelum  hamil.  Akibatnya,  bayi  tidak mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan, sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Demikian  pula  dengan  konsumsi  pangan  ibu  menyusui  harus  bergizi seimbang agar memenuhi kebutuhan zat gizi bayi maupun untuk mengganti zat gizi ibu yang dikeluarkan melalui ASI.  Tidak semua zat gizi yang diperlukan bayi dapat dipenuhi  dari simpanan zat gizi ibu, seperti vitamin C dan vitamin. Oleh karena itu  harus didapat dari konsumsi pangan  ibu setiap hari.

2. Gizi Seimbang untuk Bayi 0-6 bulan
Gizi  seimbang  untuk  bayi  0-6  bulan  cukup  hanya  dari  ASI.  ASI merupakan makanan yang terbaik untuk bayi oleh karena dapat memenuhi semua  zat  gizi  yang  dibutuhkan  bayi  sampai  usia  6  bulan,  sesuai  dengan perkembangan  sistem  pencernaannya,  murah  dan  bersih.
3. Gizi Seimbang untuk Anak 6-24 bulan
Pada  anak  usia  6-24  bulan,  kebutuhan  terhadap  berbagai  zat  gizi semakin meningkat dan tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI saja. Pada usia ini anak berada pada periode pertumbuhan dan perkembangan cepat, mulai  terpapar  terhadap  infeksi  dan  secara  fisik  mulai  aktif,  sehingga kebutuhan  terhadap  zat  gizi  harus  terpenuhi  dengan  memperhitungkan aktivitas bayi/anak dan keadaan infeksi. Agar mencapai gizi seimbang maka perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI atau MP-ASI, sementara ASI tetap diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Pada usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan kepada makanan lain, mula-mula dalam bentuk lumat, makanan lembik dan selanjutnya beralih ke makanan keluarga saat bayi berusia 1 tahun. 
4. Gizi Seimbang untuk Anak  usia 2-5 tahun
Kebutuhan zat gizi anak pada usia 2-5 tahun meningkat karena masih berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya tinggi. Demikian juga anak  sudah  mempunyai  pilihan  terhadap  makanan  yang  disukai  termasuk makanan  jajanan.
5.  Gizi Seimbang untuk Anak 6-9 tahun
 Anak pada kelompok usia ini merupakan anak yang sudah memasuki masa sekolah dan banyak bermain diluar, sehingga pengaruh kawan, tawaran makanan  jajanan,  aktivitas  yang  tinggi  dan  keterpaparan  terhadap  sumber penyakit infeksi menjadi tinggi. Sebagian anak usia 6-9 tahun sudah mulai memasuki  masa  pertumbuhan  cepat  pra-pubertas,  sehingga  kebutuhan terhadap  zat  gizi  mulai  meningkat  secara  bermakna.
6. Gizi Seimbang untuk Remaja (10-19 tahun)
Kelompok ini adalah kelompok usia peralihan dari anak-anak menjadi remaja  muda  sampai  dewasa.  Kondisi  penting  yang  berpengaruh  terhadap kebutuhan zat gizi kelompok ini adalah pertumbuhan cepat memasuki usia pubertas, kebiasaan jajan, menstruasi dan perhatian terhadap penampilan fisik “Body  image”  pada  remaja  puteri.
7. Gizi Seimbang untuk Dewasa
Perilaku konsumsi pangan bergizi seimbang dapat terganggu oleh pola kegiatan kelompok usia dewasa saat ini yaitu persaingan tenaga kerja yang ketat, ibu bekerja diluar rumah, tersedianya berbagai makanan siap saji dan siap olah, dan  ketidak-tahuan tentang gizi menyebabkan keluarga dihadapkan pada pola kegiatan yang cenderung pasif atau “sedentary life”, waktu di rumah yang pendek terutama untuk ibu, dan konsumsi pangan yang tidak seimbang dan  tidak  higienis. 
8. Gizi Seimbang untuk Usia Lanjut
Dengan bertambahnya usia, khususnya usia di atas 60 tahun, terjadi berbagai  perubahan  dalam  tubuh  yaitu  mulai  menurunnya  fungsi  berbagai organ dan jaringan tubuh, oleh karenanya berbagai permasalahan gizi dan kesehatan lebih sering muncul pada kelompok usia ini. Perubahan tersebut meliputi  antara  lain  organ  pengindra  termasuk  fungsi  penciuman  sehingga dapat  menurunkan  nafsu  makan;  melemahnya  sistem  organ  pencernaan sehingga saluran pencernaan menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu dan mengalami sembelit; gangguan pada gigi sehingga mengganggu fungsi mengunyah;  melemahnya  kerja  otot  jantung;  pada  wanita  memasuki  masamenopause  dengan  berbagai  akibatnya;  dan  lain-lain.  Hal  tersebut menyebabkan kelompok usia lanjut lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk terlalu gemuk, terlalu kurus, penyakit hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, osteoporosis, osteoartritis dll. Oleh karena itu, kebutuhan zat gizi pada kelompok usia lanjut agak berbeda pada kelompok dewasa, sehingga pola konsumsi agak berbeda, misalnya membatasi konsumsi gula, garam dan minyak, makanan berlemak dan tinggi purin. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang cukup.
C.    Porsi
Anjuran Jumlah Porsi Menurut Kecukupan Energi untuk Berbagai Kelompok Umur
1.    Untuk Kelompok Ibu Hamil dan Menyusui
Bahan Makanan

Ibu Hamil
2500 kkal
Ibu Menyusui
2500 kkal
Nasi
6p
6p
Sayuran
4p
4p
Buah
4p
4p
Tempe
4p
4p
Daging
3p
3p
Susu
1p
1p
Minyak
6p
6p
Gula
2p
2p

2.    Untuk Kelompok Umur 1-3 tahun dan 4-6 tahun
Bahan Makanan

Anak Usia 1-3 tahun
1125 kkal
Anak Usia 4-6 tahun
1600 kkal
Nasi
3 p
4 p
Sayuran
1,5 p
2 p
Buah
3 p
3 p
Tempe
1 p
2 p
Daging
1 p
2 p
Susu
1 p
1 p
ASI
Dilanjutkan hingga 2 tahun

Minyak
3 p
4 p
Gula
2 p
2p

3.    Untuk Kelompok Umur 7-9 Tahun dan Anak Usia Sekolah 10-12
Bahan Makanan

Anak Usia 7-9 tahun
1850 kkal
Anak Usia 4-6 tahun
Laki-laki
2100 kkal
Perempuan
2000 kkal
Nasi
4 ½ p
4 p
4 p
Sayuran
3 p
2 p
3 p
Buah
3 p
3 p
4 p
Tempe
3 p
2 p
3 p
Daging
2 p
2 p
2 p
susu
1 p
1 p
1 p
Minyak
5 p
5 p
5 p
Gula
2 p
2 p
2 p



4.    Untuk Kelompok Umur 13-15 tahun
Bahan Makanan

Anak Remaja 13-15
tahun
Laki-laki
2475 kkal
Anak Remaja 13-15
tahun
Perempuan
2125 kkal
Nasi
6 ½ p
4 ½ p
Sayuran
3 p
3 p
Buah
4 p
4 p
Tempe
3 p
3 p
Daging
3 p
3 p
susu
1 p
1 p
Minyak
6 p
5 p
Gula
2 p
2 p

     5. Untuk Kelompok Umur 16-18 tahun
Bahan Makanan

Anak Remaja 16-18
tahun Laki-laki
2675 kkal
Anak Remaja 16-18
tahun Perempuan
2125 kkal
Nasi
8 p
5 p
Sayuran
3 p
3 p
Buah
4 p
4 p
Tempe
3 p
3 p
Daging
3 p
3 p
Minyak
6 p
5 p
Gula
2        P
3        p



6.    Untuk Kelompok Umur 19-29 tahun
Bahan Makanan

Dewasa Laki-laki 19-29
tahun
2725 kkal
Dewasa Perempuan
19-29 tahun
2250 kkal
Nasi
8 p
5 p
Sayuran
3 p
3 p
Buah
5 p
5 p
Tempe
3 p
3 p
Daging
3 p
3 p
Minyak
7 p
5 p
Gula
2 p
2 p

7.     Untuk Kelompok Umur 30-49 tahun
Bahan Makanan

Dewasa Laki-laki 30-49
tahun
2625 kkal
Dewasa Perempuan
30-49 tahun
2125 kkal
Nasi
7 ½ p
4 ½ p
Sayuran
3 p
3 p
Buah
5 p
5 p
Tempe
3 p
3 p
Daging
3 p
3 p
Minyak
6 p
6 p
Gula
2 p
2        p

8.    Untuk Kelompok Umur 50-64 tahun
Bahan Makanan

Dewasa Laki-laki 30-49
tahun
2625 kkal
Dewasa Perempuan
30-49 tahun
2125 kkal
Nasi
6 ½ p
4 ½ p
Sayuran
4 p
4 p
Buah
5 p
5 p
Tempe
3 p
3 p
Daging
3 p
3 p
susu
1 p
1 p
Minyak
6 p
4 p
Gula
1 p
2 p

9. Untuk Kelompok Umur >65 tahun
Bahan Makanan

Dewasa Laki-laki >65
tahun
1900 kkal
Dewasa Perempuan
>65 tahun
1550 kkal
Nasi
5 p
3 ½ p
Sayuran
4 p
4 p
Buah
4 p
4 p
Tempe
3 p
3 p
Ikan segar
3 p
3 p
Susu rendah lemak
1 p
1 p
Minyak
4 p
4 p
Gula
2 p
2 p

Ket :     1.  Nasi 1 porsi = ¾ gelas = 100 gr = 175 kkal
2.  Sayuran 1 porsi = 1 gelas = 100 gr = 25 kkal
3.  Buah 1 porsi = 1 buah pisang ambon = 50 gr = 50 kkal
4.  Tempe 1 porsi = 2 potong sedang = 50 gr = 80 kkal
5.  Daging 1 porsi = 1 potong sedang =  35 gr = 50 kkal
6.  Ikan segar 1 porsi = 1/3 ekor = 45 gr = 50 kkal
7.  Susu sapi 1 porsi = 1 gelas = 200 gr = 50 kkal
8.  Susu rendah lemak 1 porsi = 4 sdm = 20 gr = 75 kkal
9.  Minyak 1 porsi = 1 sdt = 5 gr = 50 kkal
10. Gula = 1 sdm = 20 gr = 50 kkal
*) sdm : sendok makan
**) sdt : sendok teh
            p : porsi

D.    Akibat Gangguan Gizi
Ada dua akibat gangguan gizi yang terjadi, yang pertama adalah kekurangan gizi dan yang kedua adalah gizi lebih. Masalah kekurangan gizi pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan; kurangnya ketersediaan pangan; kurang baiknya kualitas lingkungan; kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan. Sebaliknya masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomipada lapisan masyarakat tertentu disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu seimbang, dan kesehatan.
Malnutrisi yaitu gizi buruk atau merupakan masalah yang membutuhkan perhatian khusus terutama di negara-negara berkembang, yang merupakan faktor risiko penting terjadinya kesakitan dan kematian pada ibu hamil dan balita. Gizi buruk tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian tetapi juga menurunkan produktifitas, menghambat pertumbuhan sel-sel otak yang mengakibatkan kebodohan dan keterbelakangan. Berbagai masalah yang timbul akibat gizi buruk antara lain tingginya angka kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang disebabkan jika ibu hamil menderita gizi buruk akan  berpengaruh pada gangguan fisik,  mental dan kecerdasan anak, juga meningkatkan resiko bayi yang dilahirkan kurang zat besi. Bayi yang kurang zat besi dapat berdampak pada gangguan pertumbuhan sel-sel otak, yang dikemudian hari dapat mengurangi IQ anak (Krisnansari, 2010).
Pada anak-anak, KEP dapat menghambat pertumbuhan, rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi dan mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan. Pada orang dewasa, KEP menurunkan produktivitas kerja dan derajat kesehatan sehingga menyebabkan rentan terhadap penyakit (Almatsier, 2009)
Berikut beberapa upaya penanggulangan masalah kurang gizi berdasarkan beberapa sumber:
1)      Upaya pemenuhan peserdiaan pangan nasional terutama melalui peningkatan produksi beraneka ragam pangan
2)      Peningkatan usaha perbaikan gizi keluarga (UPKG)
3)      Peningkatan pelayanan gizi dimulai dari tingkat Posyandu, hingga puskesmas dan rumah sakit
4)      Upaya pengawasan makanan dan minuman
5)      Upaya penelitian dan pengembangan pangan dan gizi
Masalah gizi lebih disebabkan oleh kebanyakan masukan energi dibandingkan dengan keluaran energi baru muncul di permukaan pada awal tahun 1990-an. Peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat tertentu, terutama di perkotaan menyebabkan perubahan dalam gaya hidup,teutama dalam pola makan. Pola makan tradisiona yang tadinya tinggi karbohidrat, tinggi serat kasar, dan rendah lemak berubah ke pola makan baru yang rendah karbohidrat, rendah serat kasar, dan tinggi lemak sehingga menggeser mutu makanan kearah tidak seimbang. Perubahan pola makan ini dipercepat oleh makin kuatnya arus budaya makanan asing yang disebabbkan olehkemajuan teknologi informasi komunikasi dan globalisasi ekonomi (Almatsier, 2009).
Masalah gizi lebih ini menyerang semua lapisan umur, baik anak-anak hingga orang dewasa. Penanggulangannya adalah dengan menyeimbangkan masukan dan keluaran energi melalui pengurangan makan dan penambahan latihan fisik atau olah raga serta menghindari tekanan hidup/ stress. Penyeimbangan masukan energy dilakukan dengan membatasi konsumsi karbohidrat dan lemak serta menghindari konsumsi alkohol. Untuk itu diperlukan upaya penyuluhan ke masyarakat luas. Disamping itu perlu peningkatan teknologi pengolahan makanan tradisional Indonesia siap santap, sehingga makanan tradisional yang lebih serat ini disajikan dengan cara-cara dan kemasan yang dapat menyaingi cara penyajian dan kemasan makanan berat (Almatsier, 2009)

E.     Pesan yang dapat Disampaikan kepada Tiap Kelompok Usia agar Gizinya Seimbang dan Terpenuhi
a.       Pesan gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui.
·         Membiasakan mengkonsumsi aneka pangan lebih banyak untuk  memenuhi  kebutuhan  energi,  protein  dan  zat  gizi  mikro (vitamin dan mineral) karena digunakan untuk pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta cadangan selama masa menyusui. Zat gizi mikro penting yang diperlukan selama hamil adalah zat besi, asam folat, kalsium, iodium dan zink.
·         Membatasi  konsumsi garam  karenadapat  mencegah  hipertensi  selama kehamilan. Selama ibu hamil diusahakan agar tidak menderita hipertensi. Hal ini disebabkan karena hipertensi selama kehamilan akan meningkatkan risiko kematian janin, terlepasnya plasenta, serta gangguan pertumbuhan.
·         Membatasi minum kopi karena Kafein yang terdapat dalam kopi yang dikonsumsi ibu akan masuk ke dalam  ASI  sehingga  akan  berpengaruh  tidak  baik  terhadap  bayi,  hal  ini disebabkan karena metabolisme bayi belum siap untuk mencerna kafein. Konsumsi kafein pada ibu menyusui juga berhubungan dengan rendahnya pasokan  ASI.
·         Minum air yang banyak karena Kebutuhan air selama kehamilan meningkat agar dapat mendukung sirkulasi janin, produksi cairan  amnion dan meningkatnya volume darah. Ibu hamil memerlukan asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8 – 12 gelas sehari).
b.      Pesan gizi seimbang untuk bayi 0 – 6 bulan :
Setiap bayi harus memperoleh ASI Eksklusif yang berarti  sampai usia 6 bulan hanya diberi ASI saja.
c.       Pesan gizi seimbang untuk bayi 6 – 24 bulan :
Ibu  sebaiknya  memahami  bahwa  pola  pemberian  makanan  secara seimbang  pada  usia  dini  akan  berpengaruh  terhadap  selera  makan  anak selanjutnya,  sehingga  pengenalan  kepada  makanan  yang  beranekaragam pada periode ini menjadi sangat penting. Secara bertahap, variasi makananuntuk bayi usia 6-24 bulan semakin ditingkatkan, bayi mulai diberikan sayurandan buah-buahan, lauk pauk sumber protein hewani dan nabati, serta makananpokok sebagai sumber kalori. Demikian pula jumlahnya ditambahkan secarabertahap dalam jumlah yang tidak berlebihan dan dalam proporsi yang juga seimbang.
d.      Pesan gizi seimbang untuk anak usia 2 – 5 tahun.
Jumlah  dan  variasi  makanan  harus mendapatkan perhatian secara khusus dari ibu atau pengasuh anak, terutama dalam  “memenangkan”  pilihan  anak  agar  memilih  makanan  yang    bergizi seimbang.  Disamping  itu  anak  pada  usia  ini  sering  keluar  rumah  sehingga mudah terkena penyakit infeksi dan kecacingan, sehingga perilaku hidup bersih perlu dibiasakan untuk mencegahnya.
e.       Pesan gizi seimbang untuk anak usia 6 – 9 tahun.
Pemberian makanan dengan gizi seimbang untuk anak pada kelompok usia ini harus memperhitungkan kondisi – kondisi anak yang mulai suka jajan di luar karena banyak bermain di luar dan terpengaruh oleh teman, tawaran makanan jajanan, aktivitas dan keterpaparan terhadap sumber penyakit infeksi menjadi tinggi.

f.       Pesan gizi seimbang untuk remaja usia 10 – 19 tahun.
Perhitungan  terhadap kebutuhan  zat  gizi  pada  kelompok  ini  harus  memperhatikan  kondisi-kondisi tertentu seperti pertumbuhan cepat memasuki usia pubertas, kebiasaan jajan, menstruasi dan perhatian terhadap penampilan fisik.  Khusus  pada  remaja  puteri,  perhatian  harus  lebih  ditekankan terhadap persiapan mereka sebelum menikah.

g.      Pesan gizi seimbang untuk dewasa.
Perhatian  terhadap  perilaku  konsumsi pangan  dengan  gizi  seimbang,  termasuk  kegiatan  fisik  yang  memadai  dan memonitor BB normal, perlu diperhatikan untuk mencapai pola hidup sehat, aktif dan produktif.

h.      Pesan gizi seimbang untuk usia lanjut.
Membatasi konsumsi gula, garam dan minyak, makanan berlemak dan tinggi purin. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang cukup.



PENUTUP
Kesimpulan
            Gizi merupakan suatu zat yang terdapat dalam makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi manusia untuk pertumbuhan dan perkembangan manusia, memelihara proses tubuh dan sebagai penyedia energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dari kelompok usia tertentu, karena itu tiap usia tertentu memiliki porsi makan yang berbeda. Masalah gizi menyerang semua lapisan umur, baik anak-anak hingga orang dewasa. Penanggulangannya adalah dengan menyeimbangkan masukan dan keluaran energi melalui pengurangan makan dan penambahan latihan fisik atau olah raga serta menghindari tekanan hidup/ stress.
Saran
            Pemenuhan gizi yang seimbang sangat penting dan diperlukan dari asupan makanan yang dimakan tiap harinya, yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi energi yang dibutuhkan tubuh tiap harinya. Oleh karena itu, harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk pemenuhan gizi.


DAFTAR PUSTAKA
Irianto, Djoko Pekik, 2006. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.
Novela, Debi S. 2013. Gizi Seimbang, 4 (1). (Online), diakses 23 Agustus 2014.
Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia.
Yayasan Institut Danone Indonesia. Gizi Untuk Anak Bangsa. (Online),  http://www.danonenutrindo.org/tentang_gizi_seimbang.php, diakses 23 Agustus 2014.
Krisnansari, Diah. 2010. Mandala of Health. Nutrisi dan Gizi Buruk. (Online), 4 (1): 68.


Demikianlah materi tentang Makalah Gizi Seimbang yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Makalah Genetika yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon