Sunday, October 29, 2017

Makalah Valuta Asing

Makalah Valuta Asing - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya zaman yang mengakibatkan kebutuhan yang semakin berkembang, kita dituntut untuk kreatif dan cerdas dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Di setiap negara di dunia pasti membutuhkan bantuan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan suatu jenis barang. Pada umumnya, setiap negara mengimport suatu jenis barang dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan di negaranya. Alasan utama dari dilakukannya transaksi inport tersebut adalah negara pengimport tak mampu memproduksi barang yang diimport di negaranya sendiri. Karena alasan inilah kita mengenal export dan import.
Mengingat mata uang di satu negara tak berlaku di negara lain, tentu saja dibutuhkan alat transaksi yang dapat diterima di negara lain. Kini, alat transaksi yang mampu diterima di lain tersebut biasa dikenal dengan nama valas, sedangkan tempat terjadinya  transaksi jual beli valas biasa kita kenal dengan Pasar Valas.
Secara geografis pasar valuta asing atau foreign exchange market menjangkau keseluruhan bagian dunia, dimana harga-harga mata uang senantiasa bergerak setiap saat pada setiap hari kerja. Transaksi valuta asing (valas) yang biasanya dalam jumlah besar diawali setiap pagi di Wellington dan Sydney, bergerak ke arah barat, ke Tokyo, Hongkong, dan Singapore, melalui Bahrain, kemudian beralih ke pusat keuangan keuangan Eropa, Frankfurth, Zurich, dan London menyebrangi Atlantik dan berakhir di Sanfransisco dan Los Angeles. Pada saat sore hari di Eropa pasar dalam keadaan ramai dan sangat likuid, ketika bursa Eropa maupun wilayah pantai timur Amerika Serikat dibuka.






BAB 2
KAJIAN TEORI

2.1 Pasar Valuta Asing
Valuta asing atau yang biasa disebut dengan valas, atau yang dalam bahasa asing dikenal dengan foreign exchange (Forex) merupakan mata uang yang di keluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain. Valuta asing akan mempunyai suatu nilai apabila valuta tersebut dapat ditukarkan dengan valuta lainnya tanpa pembatasan. Sebagai contoh, suatu perusahaan multinasional AS yang mendirikan pabrik di Inggris, pada akhir tahun buku selalu ingin mentransfer laba yang diperoleh dari usahanya di Inggris (dalam bentuk Poundsterling) ke kantor pusatnya di AS (dalam bentuk USD) maka untuk mengonversikan mata uang Poundsterling Inggris ke dalam US Dolar diperlukan adanya pasar valas.
Pasar valuta asing (valas) merupakan suatu jenis perdagangan atau transakasi yang memperdagangkan suatu mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Sependapat dengan Madura yang mengungkapkan bahwa pasar valuta asing adalah pasar yang memfasilitasi pertukaran valuta untuk mempermudah transaksi-transaksi perdagangan dan keuangan internasional. Atau jika diartikan secara sederhana, pasar valas adalah perdagangan mata uang (valuta) suatu negara dengan mata uang negara lainnya. Sedangkan tarif dari pertukaran mata uang ini disebut juga dengan Foreign Exchange Rate, di Indonesia dikenal dengan Kurs Valas.
Tidak seperti transaksi domestik, transaksi internasional melibatkan mata uang dari dua atau lebih negara. Untuk pertukaran satu mata uang lain dalam transaksi internasional, perusahaan mengandalkan mekanisme yang disebut pasar valuta asing( pasar di mana mata uang yang dibeli dan dijual dan harga mereka ditentukan). Lembaga keuangan mengkonversi satu mata uang ke yang lain dengan nilai tukar yang spesifik (tingkat di mana satu mata uang dipertukarkan untuk yang lain). Harga tergantung pada ukuran transaksi, kondisi ekonomi secara umum, dan kadang-kadang mandat pemerintah.
Dalam banyak hal, pasar valuta asing adalah seperti pasar untuk komoditas seperti kapas, gandum dan tembaga. Kekuatan suplly dan demand menentukan harga mata uang, dan transaksi dilakukan melalui proses bid and ask quotes. Jika seseorang meminta nilai tukar saat ini terhadap mata uang tertentu, bank tidak tahu apakah itu berhubungan dengan calon pembeli atau penjual. Sehingga mengutip dua tarif: Bid quote adalah harga di mana ia akan membeli, dan ask quote adalah harga di mana ia akan menjual. Misalnya, katakan bahwa British pound dikutip dalam dolar AS di $ 1,5054. Bank kemudian dapat menawar $ 1,5052 untuk membeli pound Inggris dan menjualnya dengan $ 1,5056. Perbedaan antara kedua harga adalah bid-ask spread. Secara alami, bank akan membeli mata uang pada harga yang lebih rendah daripada yang mereka jual dan memperoleh keuntungan mereka dari bid-ask spread.

2.2 Fungsi Pasar Valuta Asing
Fungsi pasar valuta asning antara lain:
1)        Transfer daya beli (transfer of purchasing power)
Sangat diperlukan terutama dalam perdagangan internasioanal dan transaksi modal yang biasanya melibatkan pihak-pihak yang tinggal di negara yang memiliki mata uang yang berbeda.
2)        Penyediaan kredit
Pengiriman barang antarnegara dalam perdagangan internasional membutuhkan waktu. Oleh karena itu, harus ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman barang termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli.
3)        Mengurangi risiko valuta asing
Importir mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagangan. Dalam kondisi normal dari kemungkinan risiko yang tidak diperkirakan misalnya terjadi perubahan kurs yang tiba-tiba sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan yang telah diperkirakan.
Pasar valuta asing tidak benar-benar menjadi sumber keuangan perusahaan. Melainkan memfasilitasi kegiatan keuangan perusahaan dan transaksi internasional. Investor menggunakan pasar valuta asing untuk empat alasan utama:
a)        Konversi mata uang Perusahaan menggunakan pasar valuta asing untuk mengkonversi satu mata uang ke mata uang yang lain. Misalkan sebuah perusahaan Malaysia menjual sejumlah besar komputer untuk pelanggan di Perancis. Pelanggan Perancis ingin membayar untuk komputer dalam euro, mata uang Europe Union, perusahaan Malaysia ingin dibayar ringgit. Bagaimana kedua belah pihak mengatasi dilema ini? Mereka beralih ke bank yang akan menukar mata uang untuk mereka. Perusahaan juga harus mengkonversi ke mata uang lokal ketika mereka melakukan investasi asing langsung. Kemudian, ketika anak perusahaan internasional perusahaan memperoleh keuntungan dan perusahaan ingin mengembalikan sebagian keuntungan ke negara asal, mereka harus mengkonversi mata uang lokal ke mata uang mereka di Negara asal.
b)        Currency Hedging. Praktek asuransi terhadap potensi kerugian yang dihasilkan dari perubahan yang merugikan dalam nilai tukar disebut currency hedging. Perusahaan internasional umumnya menggunakan hedging untuk salah satu dari dua tujuan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan transfer dana internasional dan untuk melindungi diri dalam transaksi kredit di mana ada jeda waktu antara penagihan dan penerimaan pembayaran. Misalkan Anda berinvestasi dalam saham perusahaan “B” yang Anda pikir prospektif. Ekspektasi Anda benar, ketika pemilik utama sebagai pengendali perusahaan ini berhasil masuk pemerintahan, nilai sahamnya melejit, dan di atas kertas Anda untung besar.  Perkembangan terakhir, Anda dengar pemilik utama perusahaan ini akan berupaya masuk lebih jauh ke Pemerintahan. Anda pikir ini berisiko. Kalau berhasil nilai saham Anda akan terus meningkat, namun bila gagal nilai saham Anda akan hancur. Anda berpikir, bagaimana mengamankan nilai investasi Anda. Lindung nilai yang dapat Anda lakukan adalah menjual kontrak jual. Pada dasarnya, keuntungan Anda secara keseluruhan dari memegang saham dan menjual kontrak jual tersebut akan meminimumkan risiko investasi. Jika harga saham terus naik, Anda kehilangan kesempatan dari saham yang telanjur di-kontrak-jual, namun jika sebaliknya yang terjadi, kerugian Anda akan berkurang karena adanya saham yang nilainya telah Anda amankan dengan lindung nilai (hedging).
c)        Arbitrase mata uang Arbitrase atau arbitrage didefinisikan sebagai aktivitas pembelian atau penjualan suatu komoditi atau produk termasuk valuta asing di suatu tempat pada saat yang sama menjual atau membeli komoditi tersebut di tempat lain dengan tingkat harga yang lebih menguntungkan. Untuk  valuta asing, Arbitrase timbul karena adanya perbedaan tingkat kurs pada mata uang yang sama di beberapa tempat yang berbeda, seperti pada bank atau dealer yang berbeda. Aktivitas  arbitrase pada akhirnya akan menyebabkan tingkat kurs menjadi sama di berbagai tempat. Misalkan seorang pedagang mata uang di New york diberitahukan bahwa nilai European Union Euro lebih rendah di Tokyo daripada di New York. Trader dapat membeli Euro di Tokyo, menjual mereka di New York, dan mendapatkan keuntungan dari perbedaan tingkat kurs. Komunikasi berteknologi tinggi dan sistem perdagangan memungkinkan seluruh transaksi terjadi dalam hitungan detik. Tetapi perhatikan bahwa, jika perbedaan antara nilai Euro di Tokyo dan nilai Euro di New York tidak lebih besar daripada biaya melakukan transaksi, keputusan perdagangan tidak layak.
d)       Spekulasi mata uang Spekulasi mata uang adalah pembelian atau penjualan mata uang dengan harapan bahwa nilainya akan berubah dan menghasilkan keuntungan. Pergeseran nilai mungkin diharapkan terjadi tiba-tiba atau periode yang lebih lama. Pedagang valuta asing mungkin bertaruh bahwa harga mata uang akan naik atau turun di masa depan. spekulasi jauh lebih berisiko daripada arbitrase karena nilai, atau harga, mata uang cukup stabil dan dipengaruhi oleh banyak faktor. mirip dengan arbitrase, spekulasi mata uang umumnya bidang spesialis valuta asing daripada manajer perusahaan yang terlibat dalam usaha-usaha lainnya. Contoh klasik dari spekulasi mata uang berlangsung di asia tenggara pada tahun 1997. Mulainya di Thailand dengan jatuhnya mata uang Thai Baht setelah Baht dilepaskan dari “peg” dengan US Dollar setelah melemahnya Baht akibat menggelembungnya hutang luar negeri, sebagian besar sebagai akibat spekulasi real estate. Melemahnya Thai Baht secara mendadak menular pada melemahnya mata uang lain di wilayah ini dan krisis melanda Thailand, Korea Selatan dan Indonesia. Hong Kong, Malaysia, Laos dan Filipina juga “kena”.Meskipun banyak spekulan mata uang membuat banyak uang, yang dihasilkan kesulitan yang dialami oleh warga bangsa ini menyebabkan beberapa mempertanyakan etika spekulasi mata uang pada skala tertentu.

2.3 Pelaku Pasar Valuta Asing
Pelaku ekonomi yang utama dalam pasar valas dapat digolongkan menjadi:
a)        Perusahaan
Untuk meningkatkan daya saing dan menekan biaya produksi, perusahaan selalu melakukan eksplorasi terhadap berbagai sumber-sumber daya yang baru dan yang lebih murah. Ada kegiatan impor dan ekspor yang dilakukan perusahaan kadang memerlukan mata uang negara lain dengan jumlah yang cukup besar.
b)        Individu
Masyarakat atau perorangan melakukan transaksi valuta asing di sebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Faktor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri.
c)        Bank Umum dan Perbankan
Bank umum melakukan transaksi jual beli valas untuk berbagai keperluan antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya dalam bentuk mata uang lain. Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya.
d)       Pialang  Pasar Valas atau Broker
Mereka membantu untuk mencarikan pembeli ataupun penjual.
e)        Pemerintah
Pemerintah melakukan transaksi valuta asing untuk berbagai tujuan antara lain membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang harus di tukarkan lagi kedalam mata uang lokal.
f)         Bank Sentral
Biasanya bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uang.
g)        Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan.
h)      Institusi
Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-institusi keuangan yang mempunyai investasi internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan asuransi, mutual fund, dan bank investasi.

2.4 Transaksi Pasar Valuta Asing Antar Bank
1) Transaksi Spot
Adalah jual beli mata uang dengan penyerahan dan pembayaran antar bank yang akan diselesaikan pada dua hari kerja berikutnya. Contoh: PT. Japos Bank, salah satu bank devisa di Jakarta pada hari senin melakukan transaksi pembelian sebesar GBP 10.000.000 pada Overseas Bank di Singapore. Apabila kurs spot pada haru itu US$ 1.4984/GBP, maka Overseas Bank pada hari Rabu akan mentransfer sebesar GBP 10.000.000 dan PT. Japos Bank di Jakarta pada waktu yang sama akan mentransfer sebesar GBP 14.984.000 ke Overseas Bank di Singapore. Penyerahan dana dalam transaksi Spot dapat dilakukan dalam beberapa cara:
a)      Value Today (Value Tod), yaitu penyerahan dana dilakukan pada tanggal (hari) yang sama dengan tanggal (hari) diadakan transaksi (kontrak). Disebut same day settlement atau cash settlement.
b)      Value Tomorrow (Value Tom), yaitu penyerahan dana dilakukan pada hari kerja berikutnya atau hari kerja setelah dilakukannya kontrak atau one day settlement.3. Value Spot, yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal transaksi.
2) Transaksi Forward (TransaksiBerjangka)
Adalah transaksi sejumlah mata uang tertentu dengan sejumlah mata uang lainnya dengan penyerahan pada waktu yang akan datang. Kurs ditetapkan pada waktu kontrak dilakukan, tapi pembayaran dan penyerahan baru dilakukan pada saat kontrak jatuh tempo. Kurs forward biasanya di-quote untuk tanggal valuta, 1, 2, 3, 6 dan 12 bulan. Naman jangka waktu kontrak dalam praktek biasanya diatur melebihi 12 bulan. Pembayaran biasanya dilakukan pada hari kerja kedua setelah tangal kontrak jatuh tempo. Transaksi forward ini biasanya sering digunakan untuk tujuan hedging dan spekulasi. Hedging atau pegaran risiko yaitu transaksi yang dilakukan semata-mata untuk menghindari resiko kerugian akibat terjadinya perubahan kurs. Contoh seorang pengusaha memiliki utang dalam USD yang harus dilunasi 6 bulan akan datang. Spot rate saat ini Rp. 7.500/USD dan forward 6 bulan Rp. 7.800/USD. Untuk memagari risiko kemungkinan apresiasi dolar terhadap rupiah yang lebih tinggi, pengusaha tersebut dapat menutup kontrak forward 6 bulan dengan kurs Rp. 7.800/USD. Berarti 6 bulan akan datang pengusaha tersebut membeli USD untuk membayar utangnya dengan kurs 7.800/USD.
3) Transaksi Swap
Transaksi Swap dalam pasar antar bank adalah pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda. Jenis transaksi Swap yang umum adalah “SPOT terhadap Forward”. Dealer membeli suatu mata uang dengan transaksi Spot dan secara simultan menjual kembali jumlah yang sama kepada bank lain dengan kontrak forward. Transaksi Swap antar bank dengan Bank Indonesia terdiri atas:
a)         Swap Likuiditas, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif BI untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri. Posisi (Outstanding) swap likuiditas ini untuk setiap bank maksimum 20 % dari modal bank.
b)        Swap Investasi, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif bank berdasarkan Swap bank dengan nasabahnya yang dananya berasal dari pinjaman LN (offshore loan) untuk keperluan investasi di Indonesia

2.5 Nilai Tukar Valuta Asing dan Harga Penawaran
Nilai tukar valas ini selalu berubah-ubah setiap waktu. Pergerakan nilai tukar valas atau (rate valas) ini banyak hal yang mendasarinya, diantaranya adalah:
1)        Devaluasi/Depresiasi dan Revaluasi/Apresiasi
Devaluasi dan depresiasi adalah penurunan nilai tukar mata uang negara tertentu terhadap nilai mata uang negara lain, dimana depresiasi penurunannya tidak terlalu besar dan bersifat sementara sedangkan devaluasi penurunannya besar dan biasanya diumumkan secara resmi oleh pemerintah negara yang bersangkutan, begitu pula sebaliknya.
2)        Nilai nominal dan nilai intrinsik mata uang
Nilai yang tertera pada mata uang disebut nilai nominal / nilai ekstrinsik, sedangkan nilai intrinsik adalah nilai yang terkandung dalam mata uang itu
sendiri, misalnya bahan yang digunakan untuk membuat mata uang itu (kertas, tinta, ongkos pembuatan, dan lain lain).
3)        Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
Balance of Payment (BOP) ini dapat diartikan sebagai laporan keuangan dari
suatu negara yang menggambarkan aliran kas masuk dan keluar dari atau ke
negara lain selama periode satu tahun. Dalam hal transaksinya BOP ini dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu transaksi yaitu transaksi kredit yang menimbulkan
kewajiban untuk membayar, misalnya transaksi impor, sedangkan transaksi debit yang menimbulkan arus uang masuk atau hak penerimaan uang, misalnya, transaksi ekspor.
4)        Cadangan Devisa
Cadangan devisa ini dapat diartikan sebagai total dana dari suatu negara, baik itu berupa uang, asset likuid atau fasilitas lainnya dalam bentuk mata uang asing yang dimiliki oleh bank sentral suatu negara.
5)        Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi dapat diartikan sebagai tingkat kenaikan harga barang konsumsi yang terjadi pada kurun waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam persen pertahun.
6)        Suku Bunga Nominal
Suku bunga nominal adalah suku bunga yang berlaku di suatu negara sebelum dikurangi tingkat inflasi.
7)        Suku Bunga Riil
Suku bunga riil adalah suku bunga yang berlaku di suatu negara setelah dikurangi dengan tingkat inflasi negara itu.
Ada beberapa teori yang berkaitan dengan nilai tukar valuta asing, diantaranya sebagai berikut :
1. Balance of Payment Approach
Pendapat ini berdasarkan pada pendapat bahwa nilai tukar valuta ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan, dimana alat untuk mengukur hal tersebut adalah Balance of Payment. Bila BOP suatu negara mengalami defisit maka dapat diartikan bahwa penghasilan (arus uang masuk) lebih kecil dari
pengeluaran (arus uang keluar), maka permintaan akan valuta negara lain akan
meningkat untuk membayar defisit tersebut, nilai tukar valutanya akan cenderung menurun, demikian pula sebaliknya. Jadi teori ini berusaha menggunaan BOP sebagai faktor dominan yang menentukan nilai tukar valuta.
2. Purchasing Power Parity Theory
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, maka teori ini menghubungkan nilai
tukar valuta dengan daya belinya terhadap suatu barang atau jasa, dimana dianggap bahwa barang dimanapun di dunia nilainya adalah sama, dengan pendekatan Law of One Price sebagai dasar. Asumsinya adalah dua barang yang sama dan identik seharusnya mempunyai harga yang sama di manapun di dunia.
3. Fisher Effect
Diperkenalkan oleh Irving Fisher, dimana dinyatakan bahwa tingkat bunga
nominal di suatu negara akan sama dengan tingkat suku bunga riil ditambah
tingkat inflasi di negara itu. Menurut Fisher Effect bahwa tingkat suku bunga
nominal di dua negara dapat berbeda karena tingkat inflasi mereka juga berbeda.
4. International Fisher Effect
Pendapat ini didasari Fisher Effect seperti disebutkan diatas, pendapat ini menyatakan bahwa pergerakan kurs di suatu negara disebabkan oleh perbedaan suku bunga nominal yang ada di kedua negara tersebut. Implikasinya adalah
bahwa orang tidak bisa menikmati keuntungan hanya dengan menanamkan
dananya ke negara yang mempunyai suku bunga nominal tinggi karena nilai mata uang negara yang suku bunga nominalnya tinggi tersebut akan terdepresiasi (turun nilai) sebesar selisih bunga nominal negara yang tinggi dikurangi suku bunga nominal negara yang rendah.




















BAB 3
KASUS

Perdagangan  valuta  asing tidak pernah berhenti selama jam kerja dunia masih buka. Dua puluh empat jam selama satu hari, mulai Senin sampai Jumat. Pusat-pusat keuangan dunia berintegrasi secara bersama-sama membentuk pasar valuta asing dunia. Keterpaduan antar pusat keuangan dunia didukung oleh teknologi jaringan komunikasi yang mampu memberikan fasilitas untuk terlaksananya perdagangan secara cepat dan efisien.
Perputaran mata uang asing dunia selama satu hari diperkirakan mencapai nilai 3,21 trilliun Dollar Amerika dengan tiga jenis transaksi. Seperti ditunjukkan dalam Tabel di bawah. Transaksi swap merupakan transaksi terbesar, mencapai 53,4 persen dari total transaksi, sedangkan transaksi spot  mencapai 1.005 millar dari 3,21 trilliun Dollar Amerika atau  31,31 persen dari total transaksi.
Description: perdagangan valuta asing
Perdagangan Valuta Asing

Transaksi Spot.

Transaksi spot adalah pembelian atau penjualan mata uang asing dengan kurs yang berlaku dipasar spot. Kurs di pasar spot ditentukan oleh penawaran dan permintaan terhadap mata uang asing di pasar antar bank. Transaksi didasarkan atas suatu kontrak yang disepakati oleh dua belah pihak. Satu pihak menawarkan sejumlah mata uang kepada penerima dengan sejumlah mata uang lain dengan kurs spot yang disepakati saat itu juga.
Pasar spot atau spot market merupakan pasar yang memfasilitasi transaksi jual beli mata uang asing secara tunai dengan penyerahan dana dilakukan dengan segera setelah transaksi disepakati. Pasar spot biasa disebut actual market atau physical market. Pasar spot dapat diartikan juga sebagai pasar valuta asing setempat. Misal pasar spot Jakarta, perdagangan mata uang asing yang dilakukan antar bank di Jakarta, dengan kurs spot atau spot rate Jakarta. Instruksi untuk penyerahan dana atau mata uangnya dalam bentuk cek yang dikeluarkan oleh bank dan dapat dicairkan atau diuangkan dalam satu atau dua hari kerja.
Berikut uraian atau contoh transaksi pada pasar spot. Data qoutation untuk USD/IDR pada Bank X di kota Jakarta ditunjukkan pada Tabel.
Description: Transaksi Spot
Kurs Transaksi Spot
Nasabah memerlukan Dollar Amerika sebanyak USD 10.000, untuk pembayaran transaksi internasional. Jika nasabah sepakat dengan quotation yang ditawarkan, maka transaksi bisa dilakukan. Pada transaksi ini nasabah akan membeli Dollar Amerika dengan pembayaran menggunakan Rupiah Indonesia. Maka quotation yang digunakan adalah kurs jual USD/IDR. Nasabah menyerahkan Rupiah Indonesia kepada Bank X sebanyak:
USD 10.000 x IDR 12.100/USD = IDR 121.000.000.
Bank X harus menyerahkan USD 10.000 ke nasabah selambat-lambatnya dua hari atau (2 x  24 jam) setelah transaksi dilakukan.
Transaksi untuk mencari keuntungan dengan memanfaatkan pergerakan kurs dikenal dengan istilah trading. Sebagian masyarakat menyebut transaksi pada trading mata uang asing adalah tindakan spekulatif. Keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari trading sangat ditentukan oleh seberapa akurat nasabah dapat memprediksi pergerakan kurs dimasa yang akan datang.
Misal nasabah memprediksi beberapa minggu ke depan kurs USD/IDR menguat. Menguat artinya Dollar Amerika naik, atau Rupiah Indonesia turun. Kurs sekarang ditunjukkan seperti pada Tabel 3.9. Nasabah mendatangi Bank X dan sepakat dengan kurs spot tersebut, kemudian membeli USD/IDR pada kurs jual USD/IDR 12.100. Setelah satu minggu kurs berubah menjadi:
USD/IDR 12.300 – 12400
Pada contoh kasus ini kurs USD/IDR menguat. Kemudian nasabah mendatangi Bank X untuk menjual USD/IDR dengan kurs beli USD/IDR 12.300. Dari transaksi beli dan jual USD/IDR nasabah mendapat selisih kurs:
pada saat transaksi beli, kurs jual USD/IDR 12.100
pada saat transaksi jual, kurs beli USD/IDR 12.300
selisih kurs dari kedua transaksi adalah:
USD/IDR 12.300 – USD/IDR 12.100 = USD/IDR 200 atau 200 point.
Artinya nasabah mendapatkan keuntungan IDR 200 per Dollar Amerika yang di beli. Jika pada saat transaksi nasabah membeli USD 1000, maka keuntungan yang diperolah adalah:
Keuntungan = USD 1.000 x IDR 200/USD = IDR 200.000
Sebenarnya potensi keuntungan dari transaksi dalam trading tidak terbatas selama pergerakan kurs sesuai dengan prediksi nasabah yaitu bergerak naik terus. Sedangkan potensi kerugian akan terbatasi pada maksimum USD 1000,  yaitu ketika kurs USD/IDR turun mencapai nilai nol.

Transaksi Forward.

Transaksi forward adalah transaksi pembelian dan penjualan mata uang asing dengan kurs forward yang ditetapkan saat transaksi dilakukan. Kurs forward  berlaku  untuk waktu yang akan datang (future period) antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Artinya penyerahan dana atau mata uang dilakukan di masa yang akan datang. Kurs forward  dihitung berdasarkan kurs spot dan perbedaan tingkat bunga antara kedua mata uang yang ditransaksikan. Dengan demikian kurs forward  dapat lebih tinggi atau rendah daripada kurs spot. Kurs forward dihitung berdasarkan formula sebagai berikut:
Kurs Forward = (Kurs Spot) + (r1 – r2) x  (n/360) x (Kurs Spot)
r1 = tingkat bunga mata uang 1, misal IDR
r2 = tingkat bunga mata uang 2, misal USD
n = hari untuk  n/360, atau n = bulan untuk n/12
Contoh perhitungan kurs pada transaksi forward untuk tiga bulan kedepan,
Kurs Spot   USD/IDR 11900–2.000
tingkat bunga IDR 3 bulan = 14% per tahun.
tingkat bunga USD 3 bulan = 4 %  per tahun.
Kurs Forward   = 12.000 + ( 14 % – 4 %) x (3/12) x 12.000
= 12.000 + 300
= 12.300 atau,
Kurs Forward  USD/IDR 12.300
Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kurs forward  lebih tinggi daripada kurs spot. Transaksi untuk kontrak forward  yang memakai kesepakatan kurs forward  lebih tinggi daripada kurs spot disebut dengan forward premium sedangkan kontrak dengan kurs forward lebih rendah daripada kurs spot disebut dengan forward discount.
Contoh transaksi forward:
Nasabah baru saja mendapat pinjaman jangka pendek, tiga bulan sebesar USD 1.000. Jatuh tempo pengembalian pinjaman adalah tiga bulan ke depan. Uang pinjaman akan digunakan untuk pembayaran transaksi pembelian barang impor. Nasabah mendatangi Bank X untuk melakukan transaksi forward tiga bulan. Dengan data quotation sebagai berikut:
Kurs Spot   USD/IDR 11900–12.000
Kurs Forward    USD/IDR 12.198–12.300
Jika nasabah sepakat dengan quotation yang ditawarkan pihak Bank X, maka transaksi dapat dilakukan dan masa berlaku kontrak transaksi adalah tiga bulan. Artinya penyerahan mata uang dilakukan tiga bulan yang akan datang. Nasabah akan membeli Dollar Amerika dengan pembayaran menggunakan Rupiah Indonesia pada kurs forward   jual yaitu: USD/IDR 12.300.
Artinya ketika kontrak forward jatuh tempo, tiga bulan kemudian, nasabah harus menyerahkan Rupiah Indonesia ke Bank X sebanyak:
USD 1000 x IDR 12.300/USD = IDR 12.300.000, dan
Bank X harus menyerahkan USD 1000 kepada nasabah. Pada kasus ini, berapun kurs USD/IDR pada saat kontrak forward jatuh tempo, nasabah hanya akan membeli Dollar Amerika dengan kurs USD/IDR 12.300. Dalam hal ini nasabah akan terlindungi dari kerugian akibat kurs yang berfluktuasi.

Transaksi Swap.

Transaksi swap yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan mata uang asing dengan kurs yang disepakati sekarang sesuai spot rate dan dikombinasikan dengan melakukan transaksi pembelian atau penjualan mata uang asing dengan kurs forward. Di sini dilakukan dua transaksi sekaligus. Misalkan melakukan transaksi penjualan suatu mata uang asing dengan kurs spot (transaksi spot), dibarengi dengan pembelian mata uang asing untuk waktu yang akan datang (transaksi forward). Transaksi jual beli dilakukan pada bank yang sama.



Demikianlah materi tentang Makalah Valuta Asing yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Sejarah VOC yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon