Tuesday, January 16, 2018

Makalah Evolusi

Makalah Evolusi - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :


Makalah Evolusi




BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan evolusi dari seluruh ciri atau struktur. Peristiwa seleksi alam bukanlah penyebab utama terjadinya evolusi organik. Suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung, bila terlebih dalu telah ada keanekaragaman (varian) antar individu. Peristiwa seleksi alam hanyalah faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai, dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi sebab timbulnya varian-varian yang sesuai.
Dalam hubungan dengan ini, sebagian para ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas atas varian-varian yang telah ada. Oleh karena itu, terjadinya evolusi organik penyebabnya adalah varian. Peristiwa seleksi alam berperan hanya sebagai faktor yang mengukuhkan varian.
Pandangan yang mengatakan bahwa seleksi alam bukanlah merupakan sebab utama evolusi organik, tetapi hanyalah berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas, adalah hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Darwin, yang dikenal dengan Neodarwisme. Sehingga secara singkat dapat dikatakan, bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan adalah sebab utama peristiwa evolusi organik, dan peristiwa seleksi  alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas.
Variabilitas genetik adalah ukuran bagi kecenderungan berbagai individu dalam suatu populasi untuk memiliki genotipe yang berbeda-beda. Variabilitas dalam suatu sifat (karakter) tertentu menggambarkan bagaimana sifat itu mampu berubah-ubah untuk menanggapi pengaruh lingkungan dan genetik.



B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah kami:
1.      Bagaimana variasi genetik sebagai bahan dasar evolusi?
2.      Apa faktor yang menyebabkan  timbulnya keankeragaman?
3.      Apa saja macam  macam mutasi?
C.    TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah kami:
1.      Untuk mengetahui bagaimana variasi genetik sebagai bahan dasar evolusi?
2.      Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan timbulnya keanekaragaman?
3.      Untuk mengetahui macam macam mutasi?



BAB II
ISI
A.    VARIASI GENETIK SEBAGAI BAHAN DASAR EVOLUSI
Evolusi organik adalah perubahan komposisi genetik dari populasi.teori evolusi organik modern mempunyai dua pengertian pokok, yakni sifat-sifat dari benda hidup berubah dengan bertambahnya waktu dan perubahan ini diarahkan oleh seleksi alam. Perubahan yang dimaksud bukan perubahan pada individu sepanjang waktu hidupnya, tetapi perubahan individu dalam suatu populasi dalam beberapa generasi. Sehingga suatu individu tidak dapat mengalami evolusi.
Komposisi genetik suatu individu sudah ditentukan semenjak terjadinya fertilisasi, yakni persatuan antara spermatozoid dengan sel telur. Kebanyakan dari perubahan sepanjang hidupnya hanyalah suatu perubahan dalam ekspresi potensi pertumbuhan yang terkandung di dalam gen. Dalam populasi, komposisi genetik atau ekspresi potensi pertumbuhan dapat berubah, yang menyebabkan terjadinya evolusi.
Keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Meskipun prosesnya belum diketahui pada masa teori evolusi organik dikemukakan Lamarck dan Darwin, tanpa adanya variasi (keanekaragaman), evolusi tidak akan terjadi. Di alam, ada dua faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. Bila dilihat secara tersendiri, maka kedua faktor tersebut seakan-akan bertentangan, namun kedua faktor tersebut bekerja secara harmonis.
B.     FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEANEKARAGAMAN INDIVIDU
Bagaimana variabilitas dapat terjadi, kita harus mulai dari suatu struktur paling kecil, yakni ADN. Asam deoksiribonukleat terdiri dari 4 macam asam nukleat, yakni adenin (A), sitosin (C), guanine (G), dan timin (T). Bila asam amini terakhir diganti dengan urasil (U), maka asam nukleatnya dinamakan ARN (asam ribonukleat). Keempat asam nukleat akan membentuk 20 macam asam amino esensial. Kombinasi tiga dari empat macam asam nukleat akan membentuk satu asam amino. Kombinasi ini dikenal sebagai kode genetik. Apabila ada dua macam asam nukleat membentuk satu asam amino, hanya akan diperoleh 16 macam kombinasi 16 asam amino, sehingga tidak akan ditemukan 4 macam asam amino esensial yang lain.
Secara umum, setiap satu asam amino dikode oleh sekitar 3 macam kombinasi. Ada asam amino dikode oleh satu kombinasi, asam amino yang lain dikode oleh satu kombinasi, asam amino yang lain dikode oleh 6 macam kombinasi. Dengan demikian, suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak, bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang, tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. Adanya satu kode genetik atau lebih belum dapat menerangkan terjadinya keanekaragaman.
Sejak masa lampau, orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama. Hal ini jelas terlihat bila kita memelihara tumbuhan atau hewan, atau apabila kita melihat diri kita sendiri. Keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua, demikian juga hewan. Pada katak, dapat kita lihat jumlah telur yang dihasilkan berjumlah beratus-ratus butir. Bila semuanya hidup dan mampu berkembang biak, mungkin kini seluruh permukaan bumi dipenuhi katak atau organisme lainnya, namun hal ini tidak terjadi. Hanya individu yang sehat dan kuat, atau hampir sempurna dalam semua aspek kehidupanlah yang dapat bertahan. Jadi alam sudah menyeleksi, mana yang baik dan mana yang tidak baik atau kurang baik.
Contoh-contoh variabilitas pada makhluk hidup, antara lain (1) wajah manusia tidak ada yang tapat sama, (2) adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan, kucing, kuda, kerbau,dan organisme yang lain, (3) adanya golongan darah yang bermacam-macam, (4) adanya bermacam-macam mutan, dan (5) adanya ekotipe.
Jadi variasi itu memang ada. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik. Variasi adaptasi dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehinggan berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung pada keturunannya. Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi. Secara genetika, variasi dapat timbul karena mutasi. Namun kita jarang sekali melihat mutasi, dan sepintas bahwa mutasi selalu merugikan makhluk hidup.
Dalam referensi lain dikatakan bahwa faktor-faktor penyebab timbulnya keanekaragaman adalah keacakan/random, jenis kelamin, suku bangsa, usia, jenis pekerjaan, pakaian, faktor kehamilan pada wanita, cacat tubuh secara fisik.
C.    MUTASI
Mutasi adalah suatu perubahan frekuensi dan kombinasi alel, gen, atau kromosom secara pontan (Sidharta, 1995). Mutasi gen juga diartikan sebagai perubahan faktor keturunan (gen) yang bersifat fisikokimawi. Istilah dan teori berasal dari Hugo de Vries (1848-1934), yang diterbitkan dalam bukunya “The Mutation Theory” tahun 1901 berdasarkan rangkaian percobaan pada bunga pukul empat, Oenothera lamarckiana. Ia sarjana Botani Belanda, dan merupakan salah satu orang yang menggali kembali Hukum Mundel yang terpendam.
Huge de Vries meneliti mutasi pada masa itu dengan melihat fenotipe yang menyimpang yang jarang terjadi di alam. Tetapi jika mutasi terjadi, sifat berubah diwariskan terus ke generasi-genrasi berikutnya. Ia membuat batasan dengan variasi, yang dibedakan kedalam variasi genetis dan variasi lingkungan. Variasi genetika, timbul karena perbedaan perpasangan alel, bersifat konstan, dan diwariskan kepada keturunannya. Variasi lingkungan terjadi karena perbedaan faktor lingkungan seperti nutrisi, suhu, bantuan air, kelembaban, dan lain sebagainya, yang semuanya tidak bersifat herediter dan tidak konstan.
Macam-macam Mutasi
a.      Mutasi berdasarkan tempat terjadinya
1)      Mutasi kecil (point mutation)
Mutasi kecil adalah perubahan yang terjadi pada susunan molekul (ADN) gen. lokus gen sendiri tetap. Mutasi jenis ini yang menimbulkan perubahan alel. Mutasi gen diartikan sebagai suatu perubahan atau pergantian pasangan basa, misalnya pasangan A-T diganti G-C. Peristiwa semacam ini disebabkan terjadi satu basa purin ataupun pirimidin digantikan senyawa lain yang analog semacam azaguanin atau bromouracil.

2)      Mutasi besar (gross mutation)
Mutasi besar adalah perubahan yang terjadi pada struktur dari kromosom. Aberasi adalah istilah khusus untuk mutasi kromosom. Selanjutnya istilah aberasi dipakai untuk mutasi kromosom, sedang istilah mutasi, khusus mutasi gen saja.
b.      Mutasi berdasarkan macam sel yang mengalami mutasi
1)      Mutasi somatis (mutasi vegetatif)
Mutasi somatis adalah mutasi yang terjadi pada sel soma (tubuh). Bila perubahan pada sel somatis demikian besar, sel-sel dapat mati, dan kalau dapat bertahan hidup memiliki kelainan atau tak berfungsi secara normal. Bila sel somatis tidak meliputi daerah luas yang kurang penting, tidak membahayakan. Tetapi bila meliputi daerah luas atau alat yang amat penting dapat membahayakan bahkan dapat mematikan.
Perubahan yang terjadi ketika sel somatis sedang giat membelah, seperti dalam embrio dapat mengakibatkan karakter abnormal waktu lahir, tetapi tidak diturunkan pada generasi berikutnya. Makin muda jaringan yang mengalami perubahan genetis makin luas akibat keabnormalan yang ditimbulkan. Sebaliknya makin dewasa jaringan itu ketika mengalami mutasi makin sempit daerah yang mengalami keabnormalan sehingga dapat ditoleransi.
Dalam bidang pertanian mutasi vegetatif banyak dipakai meninggikan produksi dan mutu, seperti terhadap apel, anggur, dan jeruk. Dibuat perubahan induksi pada suatu cabang pohon dewasa (misalnya dengan colchicine). Lalu cabang distek atau dicangkok, dan dibiakkan secara vegetatif pula. Secara alamiah perubahan vegetatif pada tumbuhan dapat menimbulkan beraneka (belang) pada endosperm (biji), daun, dan mahkota bunga, misalnya pada ercis, dan Bungan pukul 4.
2)      Mutasi nutfah (germinal mutation, mutasi gametis/generatif)
Mutasi germinal adalah mutasi yang terjadi pada sel germinal (yang terdapat di dalam gonad). Hal ini terjadi pada makhluk hidup bersel banyak. Bila perubahan berlangsung pada gamet, maka akibat yang diakibatkannya begitu hebat dan gametpun segera mati. Kadang mengakibatkan gamet tidak mampu melakukan pembuahan dengan wajar, sehingga tak diteruskan pada keturunannya. Tetapi bila perubahan tidak begitu hebat dan gamet dapat melakukan pembuahan, terjadi generasi baru yang menerima perubahan bahan genetik tersebut.
Gonad terkena langsung radiasi atau diberi bahan kimia seperti gas mustard, kemungkinan besar mengalami perubahan genetis pada gamet. Namun kalau radiasi terjadi pada bagian tubuh lain, suatu saat gonad menerima akibat radiasi secara tidak langsung itu. Bila radiasi menimbulkan ionisasi, akan terjadi ionisasi berantai pada jaringan dan akhirnya mencapai inti sel gamet.
Makin dekat bagian tubuh yang kena radiasi kegonad, makin besar kemungkinan gamet menerima perubahan genetis. Sebaliknya semakin jauh bagian tubuh yang kena radiasi dari gonad, makin kecil kemungkinan gamet menerima perubahan genetik itu.
c.       Mutasi berdasarkan faktor penyebabnya
1)      Mutasi alami (spontan)
Mutasi alami adalah mutasi yang terjadi secara alami tanpa dibuat dan disengaja manusia. Penyebab mutasi alamiah antara lain sinar kosmos, bantuan radioaktif, sinar ultraviolet matahari, sesuatu yang tidak jelas dalam metabolism sehingga terjadi kekeliruan dalam sintesis bahan genetik, dan radiasi ionisasi internal dari bahan radioaktif yang mungkin terkandung dalam jaringan (lewat makanan atau minuman yang terkena pencemaran zat radioaktif).
Sinar kosmos berasal dari angkasa luar, meradiasi bumi dengan partikel berenergi tinggi, yakni foton, positron (bagian dari sinar b) meson, dan proton. Sebagian besar sinar kosmos itu, bersama sinar ultraviolet dari matahari, disaring lapisan ionosfer bumi dan mencapai bumi kurang dari 100 erg saja. Sinar kosmos sementara itu memiliki daya pancar yang tinggi sehingga dapat menembus masuk sel tubuh dan mencapai susunan molekul bahan genetik dalam inti sel. Sinar ini sama diterima tubuh, baik yang di dalam maupun di luar rumah. Dapat juga dijumpai dalam tambang sampai ratusan meter kebawah. Intensitasnya meningkat dengan kenaikan dari permukaan laut, dan makin tinggi pula makin dekat dengan kutub.
Unsur radioaktif seperti torium, uranium, radium, dan isotope K tersebar luas di permukaan bumi. Jumlah yang diterima penduduk bergantung pada daerah yang bersangkutan. Pada beberapa daerah dapat lebih tinggi kadarnya dibandingkan dengan daerah yang lain. Beberapa zat radioaktif alam tersebut dapat masuk ke tubuh lewat makanan, minuman, atau pernafasan.
Sinar ultraviolet dari matahari tidak bersifat radioaktif, dan daya tembusnya hanya beberapa mm kedalam kulit. Karena itu kalau terjadi mutasi atau aberasi hanya terbatas pada daerah kulit saja, dan tidak tidak sampai diwariskan kepada keturunan karena tidak mencapai gamet.
Menurut penelitian Neel dan Schull, perubahan spontan pada orang rata-rata untuk 1 lokus tertentu 1 : 100.000 telur atau sperma. Lebih kurang 30% perubahan spontan oleh radiasi alam (sinar kosmos, sinar ultraviolet) akan melipatduakan jumlah perubahan spontan.
2)      Mutasi buatan
Mutasi buatan merupakan mutasi yang sengaja dibuat oleh manusia, biasanya diarahkan kepada tujuan-tujuan tertentu, misalnya bidang budidaya, perakitan bibit, dan lain-lain. Mutasi buatan tidak selalu berakibat buruk. Banyak sekali jasa bahan radioaktif terhadap kesejahteraan hidup manusia, terutama mengembangkan keturunan baru tanaman. Mutasi buatan yang dilakukan pada gandum, buncis,tomat,padi, jagung ternyata dapat meningkatkan mutu atau tahan terhadap suatu jenis hama.
d.      Mutasi berdasarkan jumlah faktor keturunan
1)      Mutasi bertahap (mutasi mikro)
Mutasi bertahap yaitu mutasi yang terjadi atas satu atau sekelompok kecil faktor keturunan. Penyebab variasi yang efektif adalah mutasi bertahap. Dalam kurun waktu yang panjang, sedikit demi sedikit akan terjadi akumulasi demikian banyak variasi yang mengarah pada timbulnya kelompok-kelompok baru (yang ditinjau dari sudut tinjauan tingkat takson tertentu mungkin sudah berbeda dengan sebelumnya). Dalam hubungan dengan ini dikatakan bahwa mutasi lompatan, skala perubahan adalah demikian besar sehinggan turunan yang mewarisi banyak ciri yang sekaligus berubah, relatif tidak dapat beradaptasi.
2)      Mutasi lompatan (mutasi makro)
Mutasi makro merupakan mutasi yang terdiri atas sejumlah besar atau mungkin seluruh faktor keturunan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa penyebab variasi yang efektif adalah mutasi lompatan. Dikatakan bahwa variasi yang terjadi karena mutasi bertahap tidak mengarah kepada terbentuknya spesies baru (spesiasi). Sekalipun demikian, dari pendapat tersebut yang paling banyak dianut adalah pendapat yang pertama (adanya mutasi bertahap).
e.       Berdasarkan manfaat bagi individu atau populasi yang mengalaminya
1)      Mutasi yang merugikan
Mutasi yang merugikan adalah mutasi yang berakibat timbulnya ciri dan kemampuan yang kurang atau tidak adaptif pada individu atau populasi.
2)      Mutasi menguntungkan
Mutasi yang menguntungkan adalah mutasi yang berakibat timbuknya ciri dan kemampuan yang semakin adaptif pada individu atau populasi. Di antara kedua macam mutasi itu, yang paling banyak terjadi adalah mutasi yang merugikan. Tetapi dalam ruang lingkup evolusi, dampak perubahan Karena mutasi yang efektif adalah mutasi yang menguntungkan.
f.       Berdasarkan jenis perubahan yang disebabkan oleh peristiwa mutasi
1)      Substitusi
Substitusi merupakan salah satu jenis mutasi yang disebabkan oleh penggantian satu nukleotida dengan nukleotida yang lain. Menurut Fried (2005) substitusi merupakan sejenis mutasi yang lebih kecil kemungkinannya dalam menggaunggu sintesis protein.pada substitusi satu basa digantikan oleh basa lainnya. Akibat adanya perubahan kodon semacam itu adalah satu asam amino digantikan oleh asam amino lainnya. Jika asam amino yang baru mirip sifatnya dengan asam amino yang asli, tidak akan terjadi kerusakan.
Mutasi substitusi dibedakan atas transisi dan transversi. Transisi adalah perubahan antar A dan G (purin) atau antara C dan T (pirimidin), dengan kata lain transisi merupakan mutasi yang terjadi karena ada penggantian basa purin dengan purin lain, atau antara basa pirimidin dengan basa pirimidin lain. Jenis transisi adalah AàG, GàA, CàT, dan TàC. Transversi merupakan perubahan antar suatu purin dengan suatu pirimidin. Jenis transversi yaitu AàC, AàT, CàA, CàG, TàA, TàC, GàC, dan GàT.
Gambar 1.1: Transisi dan Translasi
(Sumber: Tony, 2011)
Mutasi yang terjadi pada protein coding dapat pula dibedakan menjadi beberapa menurut efek yang ditimbulkannya. Ada mutasi synonymous jika tidak terjadi perubahan apapun pada asam amino yang ditetapkan. Ada pula mutasi nonsynonymous jika terjadi perubahan asam amino yang ditetapkan (Widodo, 2003).
Lebih lanjut nonsynonymous dibedakan menjadi mutasi missense dan mutasi nonsense. Mutasi missense mengubah kodon yang dipengaruhi ke dalam suatu kodon asam amino yang kodenya telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan mutasi nonsense akan mengubah suatu sense kodon ke dalam kodon terminal sehingga translasi akan berakhir dan menghasilkan protein yang tidak lengkap (Widodo, 2003).
Gambar 1.2: Mutasi synonymous vs. mutasi nonsynonimous (Sumber: Woodmorappe, John. 2004)
2)      Delesi dan Insersi
Delesi dan insersi dapat terjadi dengan beberapa mekanisme. Mekanisme pertama adalah unequal crossing over. Unequal crossing over antara dua kromosom mengakibatkan delesi suatu segmen DNA pada satu kromosom dan suatu penambahan timbal balik pada yang lain. Kesempatan terjadinya unequal crossing over sangat ditingkatkan jika suatu segmen DNA disalin dalam tandem, oleh karena itu kemungkinan salah urutan adalah lebih tinggi. Mekanisme berikutnya adalah delesi dalam rantai yang merupakan suatu site-specific recombination yang muncul ketika suatu sekuens berulang berpasangan dengan yang lain memiliki orientasi yang sama pada kromatid yang sama, maka sebagai konsekuensi adalah terjadinya suatu pindah silang intrakromosom. Sebagai contoh, pada Escherchia coli, delesi spontan gen lack  sering nampak berkaitan dengan rekombinasi antar rantai dengan daerah persamaan yang kecil. Penghilangan unsur-unsur transposable sering melibatkan rekombinasi langsung, sepanjang 5-9 pasang basa dikenal sebagai elemen flaking (elemen pengapit). Dengan cara yang sama, delesi dalam rantai bertanggung jawab untuk pengurangan jumlah tandem, seperti DNA berulang sederhana (microsatellite) dan satelit DNA.
Gambar 1.3: Unequal crossing over (Sumber: Anonim, 2003).
Gambar 1.4: Proses delesi dalam rantai (Sumber: Widodo, 2003).
Mekanisme ketiga adalah replication slippage atau slipped-strand mispairing. Peristiwa jenis ini terjadi pada daerah DNA repeat/berulang yang berdekatan. Selama DNA replikasi, slippage dapat terjadi oleh karena mispairing antara daerah berulang yang berdekatan, dan slippage itu dapat menghasilkan delesi atau duplikasi segmen DNA tergantung kenampakan slippage pada arah 5 à 3 atau kebalikannya. Slipped-strand mispairing dapat juga terjadi pada DNA yang tidak dapat direplikasi. Mekanisme keempat yang bertanggung jawab untuk insersi dan delesi sekuens DNA adalah DNA transposition.
Delesi dan insersi secara bersama dikenal sebagai indels sebagai singkatan untuk insersi atau delesi, sebab ketika dua sekuens dibandingkan, adalah mustahil untuk membahas apakah suatu insersi telah terjadi atau dalam sisi lain suatu delesi telah terjadi.
D.    AKIBAT MUTASI BAGI ORGANISME
1)      Mutasi mengubah struktur ADN, tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan.
2)      Mutasi mengubah struktur ADN dan mengubah komposisi produk, tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan.
3)      Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan, tetapi tidak berakibat apa-apa.
4)      Mutasi mengubah fungsi sangat besar, namun terjadi pada sel somatik, sehingga tidak diturunkan.
5)      Mutasi bersifat fatal, sehingga organisme tersebut mati.
6)      Mutasi bersifat menguntungkan.
7)      Mutasi salah satu sebab timbulnya variasi dalam populasi
Mutasi mampu mengakibatkan timbulnya variasi-variasi baru (genotip dan fenotip) pada populasi generasi turunan. Oleh karena mutasi dapat terjadi setiap saat dari zaman ke zaman, variasi dalam populasi dari generasi ke generasi makin banyak, dengan kata lain keanekaragaman semakin luas.
Pengaruh mutasi terhadap organisme ada yang besar, ada yang kecil dan bahkan ada yang diabaikan. Besar kecilnya pengaruh tergantung dari tingkat perubahan dan posisi perubahan ADN yang terjadi. Mutasi yang pengaruhnya ringan mempunyai frekuensi jauh lebih besar daripada mutasi yang pengaruhnya besar.
Organisme yang mengalami mutasi pada umumnya memiliki daya tahan lebih rendah daripada organisme yang normal. Mutan yang mengalami penurunan daya tahan, apabila berada dalam lingkungan yang sesuai dapat berkembang lebih cepat dan mewariskan cirri-ciri akibat mutasi ke generasi berikutnya.
Mutasi menyebabkan terbentuknya perubahan cirri menurun (inherited characteristics), berlainan dengan perubahan yang disebabkan pengaruh lingkungan yang menimbulkan perubahan cirri-ciri perolehan (acquired characteristics) yang tidak menurun. Variabilitas dalam suatu populasi bias disebabkan oleh adanya dua macam perubahan tersebut.
Pengaruh mutasi terhadap kemampuan hidup dan kemampuan reproduksi suatu organisme dapat berbeda-beda, ada yang kecil dan ada yang besar, dan bahkan ada yang dapat diabaikan. Mutasi gen yang tidak menyebabkan perubahan asam amino tidak berpengaruh terhadap fungsi biologis protein, tetapi bila mutasi tersebut menyebabkan perubahan asam amino dapat berpengaruh terhadap fungsi biologis protein tersebut.
Dalam pupulasi, mutasi berpengaruh kecil terjadi dengan frekuensi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan mutasi yang pengaruhnya besar, yang dapat menyebabkan kematian (letal). Mutasi letal atau mutasi yang mempengaruhi viabilitas dpat memmperlihatkan pengaruhnya pada masa embrional dan pada masa hidup suatu individu. Mutasi ini dapat mempengaruhi jaringan, organ, dan prose metabolisme.
Pada umumnya mutasi bersifat merugikan bagi mutan. Tetapi suatu saat dapat terjadi mutasi suatu organism yang dapat meningkatkan kemampuan organism tersebut. Kemungkinan kejadian mutasi seperti ini menjadi lebih besar apabila organism tersebut menempati habitat baru atau bila ada perubahan lingkungan yang merupakan tantangan organism yang tidak mengalami mutasi. Peran seleksi alam dalam mekanisme evolusi dimungkinkan dapat berlangsung. Kasus yang terakhir ini menunjukkan bahwa sebenarnya tidak semua mutasi bersifat merugikan bagi mutan.
Mutasi yang dapat meningkatkan kelebatan bulu pada mamalia dapat menimbulkan  mutan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan daerah kutub., tetapi mungkin terseleksi oleh alam bila mutan tersebut hidup didaerah tropis. Peningkatan pigmentasi melanin mungkin menguntungkan bagi makhluk yang hidup didaerah yang beriklim tropis, sebab warna kulit gelap berguna melindungi pengaruh dari sinar ultra violet. Tetapi tidak demikian keadaannya bila orang hidup didaerah kutub. Didaerah kutub intensitas sinar matahari rendah sekali, dengan demikin kulit terang lebih cocok, pengubahan provitamin D akan terjadi lebih mudah.     
E.     EFEK VARIABILITAS TERHADAP EVOLUSI
a.       Dampak Merugikan
·         Terjadinya mutasi gen menyebabkan beberapa kelainan pada manusia antara lain sindrom turner, sindrom down, albino, anemia sel sabit, dan sebagainya
·         Penemuan buah tanpa biji dapat mengakibatkan tanaman mengalami kesulian untuk mendapatkan generasi penerusnya.
·         Pemberian insektisida yang tidak sesuai dosisnya dapat mengakibatkan mutasi pada hama sehingga akan menjadi resisten terhadap jenis insektisida yang sama. Hama resisten akan mengalami peledakan jumlah sehingga akan merusak tanaman budidaya.
·         Penggunaan sinar radioaktif pada proses mutasi dapat mengakibatkan timbuknya sel kanker dan cacat bawaan pada janin dalam rahim.
·         Penyebab letal, artinya mutasi dapat menyebabkan organisme yang mengalaminya akan mati.
·         Merusak, artinya organ dan sistem metabolisme organisme yang mengalami mutasi akan terganggu.
·         Mutasi menyebabkan timbulnya beragam jenis penyakit berbahaya.
b.      Dampak Menguntungkan
·         Dihasilkan buah-buahan tanpa biji, seperti semangka. Jika kita akan membudidayakan semangka maka perlu diperhatikan produksinya. Buah semangka akan memiliki nilai jual yang lebih baik jika berukuran besar dan tanpa biji. Untuk itu perlu dilakukan pemberian kolkisin. Kolkisin dapat dibeli di toko obat-obatan tanaman. Cara pemakaian kolkisin dapat dibaca pada label petunjuk pemakaian pada tanaman.
·         Dengan penerapan mutasi ini dapat memberikan peluang usaha yang baik dalam meningkatkan hasil tanaman yang kita tanam, sehingga dapat meningkatkan pendapatan.
·         Dengan peristiwa nutasi dapat didapatkan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi, misalnya yang popular di masyarakat saat ini adalah tanaman hias Aglonema. Harga tanaman ini mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini bias dijadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Varietas baru ini dapat dihasilkan dengan pemberian kolkisin pada tanaman.
·         Mutasi dapat meningkatkan produksi pertanian, di antaranya gandum, tomat, kelapa poliploidi, dan sebagainya.
·          Hasil antibiotik, seperti mutan Penicillium akan lebih meningkat lagi.
·         Mutasi merupakan proses yang sangat berguna untuk evolusi dan variasi genetik.
·         Dapat memeriksa proses biologi
·         Dapat menambah keanekaragaman.
·         Organisme yang mengalami mutasi memiliki sifat yang unggul dari organisme biasa


























BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa variabilitas sebagai bahan dasar evolusi karena keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Meskipun prosesnya belum diketahui pada masa teori evolusi organik dikemukakan Lamarck dan Darwin, tanpa adanya variasi (keanekaragaman), evolusi tidak akan terjadi. Di alam, ada dua faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. Bila dilihat secara tersendiri, maka kedua faktor tersebut seakan-akan bertentangan, namun kedua faktor tersebut bekerja secara harmonis.
Faktor-faktor penyebab timbulnya keanekaragaman adalah kode genetik dan adaya ekotipe
Ada bermacam-macam mutasi dengan berdasar 6 penyebabnya, antara lain:
a.       Mutasi berdasarkan tempat terjadinya
b.      Mutasi berdasarkan macam sel yang mengalami mutasi
c.       Mutasi berdasarkan faktor penyebabnya
d.      Mutasi berdasarkan jumlah faktor keturunan
e.       Mutasi berdasarkan manfaat bagi individu atau populasi yang mengalaminya
f.       Mutasi berdasarkan jenis perubahan yang disebabkan oleh peristiwa mutasi




emikianlah materi tentang Makalah Evolusi yang sempat kami berikan dapat bermanfaat. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Hewan Vertebrata yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon