Tuesday, January 9, 2018

Makalah Geostrategi

Makalah Geostrategi - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :


Makalah Geostrategi 



PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.





PEMBAHASAN

A. Pengertian Geostrategi
Geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhitungkan kondisi dan konstelasi geografi sebagai faktor utamanya. Di samping itu dalam merumuskan strategi perlu memperhatikan kondisi social, budaya, penduduk, sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional. 
Geostrategi juga merupakan cabang dari  geopolitik yang berurusan dengan strategi. Geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhitungkan kondisi dan konstelasi geografi sebagai faktor utamanya. Di samping itu dalam merumuskan strategi perlu memperhatikan kondisi sosial, budaya, penduduk, sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional.
            Geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo, 1972), yang pada awalnya diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer. Hal ini tentunya berkaitan dengan arti strategi itu sendiri, yaitu ilmu atau seni tentang jenderal (the art of generalship). Strategi itu sendiri semula banyak dikembangkan oleh kaum militer, yakni bagaimana memenangkan perang. Namun kini istilah strategi lebih popular pula di kalangan ekonom, industialis, bahkan para ahli pendidikan. Jadi pemikiran strategi kini diartikan bagaimana kita akan memenangkan pasar untuk keperluan produk kita dan sekaligus untuk meyakinkan kita bahwa bahan baku lebih terjamin lebih lama (sampai lebih dari 20 tahun) dari awal perhitungan kita, serta bagaimana kita menggunakannya seefektif mungkin (Pearson, 1990: 2).
Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman dan bermartabat. Sir Balford Mackinder (1861-1947), guru besar geostrategi indonesia Universitas London teori yang dikembangkannya tentang “geostrategi continental”, merupakan teori yang saat ini digunakan oleh negara-negara maju maupun negara-negara berkembang (Suradinata, 2005:10).
Berdasarkan keterangan di atas, maka lebih lanjut geostrategi didefinisikan sebagai kebijakan untuk menentukan sarana-sarana, untuk mencapai tujuan politik dengan memanfaatkan konstelasi geografi. Sebagai akibatnya geostrategi menjadi upaya menguasai sumber daya untuk tujuan kelangsungan hidup bangsa



B.  Pengertian Geostrategi Indonesia

Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk  menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.
Konsepsi geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 16 Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile Angkatan Perang (militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatra yang belum/tidak diduduki Belanda (Basry, 1995: 50-51). Namun sayangnya gagasan beliau kurang/tidak dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena seperti kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948. Setelah pengakuan kemerdekaan pada tahun 1950 garis besar pembangunan politik kita adalah “nation and character building”, yang sebenarnya merupakan pembangunan jiwa bangsa.
Dapat pula dikatakan bahwa geostrategi indonesia adalah memanfaatkan segenap kondisi geografi indonesia untuk tujuan politik dan hal itu secara rinci dikembangkan dalam pembangunan nasional (Suradinata, 2005:33; Armawi, 2005:1)                

 Sifat-sifat geostrategi Indonesia:
a.         Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan terhadap  identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indonesia.
b.    Bersifat developmental/pengembangan, yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam    ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.
c.     Anatomi ketegangan. Perbedaan pengembangan pandangan sangat dipengaruhi doktrin politik    yang berlaku bagi masing-masing bangsa.                


 C.  Hakikat Ketahanan Nasional
Pengertian Ketahanaan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dan menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan, tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun yang tidak langsung membahayakan integritas dan identitas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mengejar tujuan nasional Indonesia (Suradinata: 2005: 47).
Berdasarkan uraian tersebut, maka geostrategi pada hakikatnya ialah memanfaatkan segenap kondisi geografi atau letak Indonesia untuk tujuan politik, dan hal itu secara rinci lebih dikembangkan dalam pembangunan nasional. Jadi jelas bahwa dalam menyusun strategi suatu kesatuan negara diperlukan dan dikembangkan untuk mewujudkan dan mempertahankan integritas bangsa dan wilayah tumpah negara Indonesia, mengingat kemajemukan bangsa indonesia serta sifat khas wilayah tumpah darah negara negara indonesia, maka geostrategi Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanaan Nasional. (Kaelan, Zubaidi Achmad, 2010, hal 145-146).

1.  Hakikat Ketahanan Nasional
a. Ketahanan nasional bidang ideologi; kondisi yang berlandaskan akan kebenaran ideologi Pancasila  serta menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai  dengan kepribadian bangsa.
        b.  Ketahanan nasional bidang politik; kondisi yang berdasarkan demokrasi Pancasila dan UUD 1945 yang menghasilkan stabilitas politik serta penerapan politik luar negeri yang bebas aktif.        
c.   Ketahanan nasionalbidang  Ekonomi ;kondisi yang  mengandung  kemampuan memelihara stabilitas  dan kemandirian ekonomi.                             
        d.  Ketahanan nasional bidang sosial budaya; kondisi yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial-budaya sehingga dapat menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai.                                                                                                                        
e.   Ketahanan nasional bidang pertahanan; kondisi yang membuat daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung unsur stabilitas keamanan yang dinamis serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.                                                                                                                                                 
2.  Sifat Ketahanan Nasional 
a. Manunggal; merupakan ciri utama bangsa Indonesia yaitu manunggalnya unsur lahirlah dan batiniah serta manunggalnya unsur materiil dan spiritual.                                                                                                              
b.   Mawas ke dalam; merupakan sifat yang selalu memperhatikan unsur-unsur perjuangan dan kemerdekaan Indonesia.                                                                                                                   
c.    Berwibawa; merupakan hasil pancaran kejiwaan dari sikap bangsa yang mandiri dan percaya atas kebenaran perjuangan sehingga disegani dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa.                                                                                                                                                                  
d.    Tidak adu kekuatan;  merupakan sikap
       yang cinta damai dan mawas diri.                                                                                           
e.    Percaya diri sendiri; merupakan sifat yang bertumpu pada kekuatan sendiri serta bersendikan padakepribadian bangsa.                                                                                                                                                                
f.    Tidak bergantung pihak lain;       merupakan sifat mandiri yang tidak hanya mencakup bidang politik, tetapi jugabidang ekonomi, sos-bud, dan pertahanan negara.
                                                                                                                             




3.  Asas-Asas Ketahanan Nasional:                                                                                                                   
a.   Asas-asas kesejahteraan dan keamanan                                                                                                        
b.   Asas komprehensif integral atau menyeluruh terpadu                                                                    
c.   Asas mawas kedalam dan mawas keluar                                                                                                  
d.   Asas kekeluargaan     


4. Tiga Aspek (Trigatra) Kehidupan Alamiah:
a.  Gatra letak dan kedudukan geografis
b.  Gatra keadaan dan kekayaan alam
c.  Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
                                                                                                                           

5. Lima aspek (Pancagatra) dalam kehidupan sosial:
a)  Gatra ideologi
b)  Gatra politik
c)   Gatra ekonomi
d)   Gatra sosial budaya
e)   Gatra ketahanan dan keamanan
Pembinaan ketahanan nasional Indonesia adalah proses transpormasi sumber daya secara efisien dan ekonomis, untuk menghasilkan spektrum kemampuan dan kekuatan yang berupa daya kekebalan, daya berkembang, dan daya tangkal atau daya kena dalam sistem nasional.


Langkah-langkah pembinaan ketahanan nasiolnal Indonesia:

1. Pembinaan ketahanan nasional gatra ideologi:                                                                                 
a. Pengalaman pancasila secara subjektif dan objektif     
b.  Pancasila sebagai ideologi terbuka
c.  Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara Pancasila sebagai pandangan hidup negara dan dasar RI                                                                  
d. Pembangunan sebagai pengamalan pancasila                                                                                                  
e.  Pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan

2.  Pembinaan ketahanan nasional gatra politik:                                                                                                 
a. Mengembangkan kehidupan kenegaraan dan politik dalam negeri berdasarkan pancasila dan   UUD 1945                                                                                                                           
b. Mengembangkan kehidupan politik luar negeri sebagai sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa 

3. Pembinaan ketahanan nasional gatra ekonomi
a. Mengembangkan sistem ekonomi di Indonesia
b. Implementasi ekonomi kerakyatan
c. Memantapkan struktur ekonomi secara seimbang dan langsung menguntungkan
d. Melaksanakan pembangunan sebagai usaha bersama
e. Memeratakan pembangunan dan memanfaatkan hasil-hasilnya                                       
f. Mengembangkan dan menumbuhkan kemampuan bersaing secara sehat


4. Pembinaan ketahanan nasional gatra social budaya:
a. Mengembangkan sistem sosial budaya
b. Mengkondisikan dan membina manusia, masyarakat Indonesia yang berjiwa Pancasila
c. Mengembangkan kehidupan beragama
d. Mengembangkan sistem pendidikan nasional


5. Pembinaan ketahanan nasional gatra pertahanan dan keamanan
a. Mengembangkan sistem pertahanan dan keamanan
b. Mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku
c. Melakukan pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
d.Melindungi potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan
e.Mengembangkan perlengkapan dan peralatan
f. Mengembangkan TNI sebagai tentara rakyat
g. Mengembangkan POLRI sebagai kekuatan kamtibnas
Sebagaimana dikemukakan oleh Rosenau bahwa pergeseran dari tahap industrial ke tahap pasca industrial telah mengubah kondisi global manusia. Periode politik internasional dimana negara kebangsaan mendominasi skenario global telah digantikan dengan politik pasca  international yaitu periode di mana negara kebangsaan harus membagi panggung pentasnya dengan berbagai organisasi internasioal dan transnasional dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan hidup ( Hall, 1990: 71).




Demikianlah materi tentang Makalah Geostrategi  yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Gelombang Elektromagnetik yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.


Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.



EmoticonEmoticon