Wednesday, January 17, 2018

Makalah Gotong Royong

Makalah Gotong Royong 


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling membutuhkan satu sama lainnya dengan kegiatan gotong - royong.



B.     Tujuan Penulisan
·         Tujuan Meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan menuju pada penguatan, integritas sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong.
·         Meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat, peran aktif masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap hasil-hasil pembangunan di Kelurahan Sayang – Cianjur.

C.     Rumusan Masalah
·         Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bergotong-royong.
·         Masyarakat seakan acuh dan tidak peduli dengan kegiatan pembangunan di lingkungannya.











BAB II.
LANDASAN TEORITIS

A.    Makna Sila Persatuan Indonesia
     Sila Persatuan Indonesia, menempatkan manusia Indonesia pada persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Menempatkan manusia Indonesia pada persatuan dan kesatuan, berarti manusia atau rakyat indonesia harus memiliki rasa saling memiliki dan membutuhkan satu dengan yang lainnya, sehingga akan tumbuh rasa persatuan dan kesatuan. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.

B.     Pengertian Gotong-royong
Gotong – royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Bersama-sama dengan musyawarah,pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, dan kekeluargaan.
Adapun menurut sumber lain, Gotong royong Adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil. Atau suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara sukarela oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing.

 Keuntungan Bergotong-royong:
1.      Tumbuh rasa persatuan dan kesatuan
2.      Akan timbul rasa kebersamaan yang haqiqi
3.      Pekerjaan lebih cepat dan ringan
















BAB III
PEMBAHASAN

A.    Penjelasan Gotong-royong
Ciri khas bangsa Indonesia salah staunya adalah gotong royong, kita mengetahui bahwa modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks, hal ini seharusnya jangan sampai membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya. Akan tetapi dengan semakin derasnya arus globalisasi mau tidak mau kepribadian tersebut akan terpengaruh oleh kebudayaan asaing yang lebih mementingkan individualisme.
Dlaam kehidupan ekonomi misalnya, yang semula bangsa Indonesia berdasarkan pertanian, setelah masuknya masa industrialisasi, semangat gotong royong masayarakat berkurang, hal ini disebabkan karena masyarakat sekarang cenderung besifat individualistis, sehingga ada anggapan umum ” hidup bebas asal tidak mengganggu kehidupan orang lain”.
Contoh lain misalnya, beberapa tahun yang lalu, sekitar awal tahun 2000-an, kita masih bisa melihat masayarakat pedesaan memperthankan gotong royong, seenggak-enggaknya tiga bulan sekali, namun seriring berjalannya waktu, danmasuknya budaya barat yang lebih mendorong masyarakat berkeinginan untuk ketidakmauan meninggalkan masalah perekonomian setelah masuknya masa industrialisasi, serta kesibukan masyarakat dengan menomorsatukan kepentingan pribadinya, lambat laun budaya gotong royong akan menipis.
Perhatikan maa sekarang, ditahun 2009 ini, kita sudah jarang menemukan masyarakat yang mau bergotong royong, mungkin masih ada dibeberapa daerah yang masih dapat mempertahankan budaya gotong royong, tapi sebagian besar masyarakat Indonesia dithaun 2009 inisudah menjadi masyarakat yang individualis, dan kemungkinan besar beberapa tahun yang akan datang, tradisi goong royong akan punah dengan masuknya masa yang lebih dari masa modernisasi dan globalisasi. Dan ada kemungkinan tradisi/budaya Indonesa tertutup oleh budaya barat dan buda asing lainnya.
Tradisi gotong royong yang menipis ini, termasuk dalam teori evolusi (evolutionary theory), seperti pendapat Emile Durkheim (1858-1917) bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kerja. Dan pendapat Ferdinand Tonnies (1963) bahw amasyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif, menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal


B.    Wujud Gotong-royong
Sebenarnya banyak kegiatan yang sering dilakukan secara bergotong – royong seperti kerja bakti kebersihan, kegiatan keagamaan seperti muludan dan rajaban, pembangunan masjid, pembangunan pos ronda dan masih banyak lagi lainnya.
Contoh yang pertama ialah pembangunan masjid, pembangunan masjid ini sangat di perlukan, mengingat masih sedikit masjid yang memenuhi kriteria untuk di pakai sholat jum’at berjamaah. Diantara permasalahannya ialah masjid terlaku kecil. Meskipun ada beberapa masjid yang memenuhi kriteria,tetapi itu belum cukup untuk menampung semua warga yang ingin melaksanakan kewajibannya untuk sholat jum’at.
Jumlah masyarakat atau warga di Kelurahan Sayang semakin lama semakin bertambah, ini dikarenakan banyak pendatang dari daerah terpencil dan dari luar kota yang bermukim dan membangun rumah di Kelurahan Sayang. Oleh karena itu, pembangunan masjid ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beribadah.
Pembangunan masjid ini dilaksanakan secara bersama-sama (gotong – royong), sehingga pelaksanaannya menjadi cepat dan ringan. Berbagai tugas masing – masing dibagikan posnya, mulai dari tim pencari dana, pekerja dan pencari donatur ke berbagai perusahaan. Pekerjaan yang di targetkan dua bulan selesai ternyata satu bulan lebih telah selesai. Inilah salah satu keuntungan dari kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama (gotong-royong).

Contoh yang kedua, ialah kerja bakti kebersihan. Masyarakat di Kelurahan sayang sadar betul bahwa kebersihan itu adalah keindahan, kedamaian dan kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman, maka dari itu pada saat diadakan kerja bakti kebersihan antusias warga masyarakan sangat tinggi. Antusias warga itu terlihat dari banyaknya warga masyarakat yang turun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah, rumput liar, memperbaiki selokan, dan masih banyak kegiatan lainnya. Dan ada juga warga masyarakat yang dengan sengaja dan ikhlas memberikan makanan dan minuman kepada warga lainnya yang sedang bekerja, sehingga rasa persatuan dan kebersamaannya pun menjadi semakin tinggi dan baik.

C.     Faktot – faktor Pendorong Gotong – royong
a)    Manusia sebagai makhluk sosial.
b)    Keikhlasan berpartisipasi dan kebersamaan/persatuan.
c)    Adanya kesadaran saling membantu dan mengutamakan kepentingan bersama/umum.
d)    Peningkatan/pemenuhan kesejahteraan.
e)    Usahaha penyesuaian dan integrasi/penyatuan kepentingan sendiri dengan kepentingan bersama.


D.     Faktor –Faktor Penghambat dalam Gotong-royong
·         Ketidak sadaran manusia sebagai makluk sosial.
·         Adanya perbedaan pendapat.
·         Mementingkan urusan pribadi daripada kepentingan umum.
·         Ketidak mampuan dan ketidak percayadirian.
·         Kurangnya sosialisasi.

E.    Upaya dan Peranan
1.      Peranan Masyarakat
Masyarakat di kelurahan sayang sebenarnya sangat antusias jika ada kegiatan bersama (gotong-royong), namun mungkin karena faktor penghambat di atas tidak sedikit masyarakat yang tidak ikut serta dalam kegiatan. Perlu adanya perbaikan pada sistem masyarakat itu sendiri, hal ini dapat dilakukan oleh pemimpin seperti ketua RT, RW dan Lurah/Kades untuk lebih mengoptimalkan sosialisati tentang persatuan dan kebersamaan.

2.      Peranan Tokoh Masyarakat
Peranan tokoh di masyarakat kelurahan sayang sebenarnya sudah maksimal, mulai dari RT, tokoh agama sampai Kepala kelurahan. Peranan yang di berikan misalnya dalam bentuk sosialisasi. Misalnya, dari tokoh RT ada sosialisasi bahwa bergotong-royong adalah cerminan kerukunan antar tetangga, dari tokoh agama bahwa gotong-royong adalah ciri manusia yang patuh terhadap sunah rosul yaitu “sebaik-baiknya warga ialah warga yang bisa berkerja sama tanpa memandang suatu perbedaan” dan “bergotong-royonglah kamu dalam kebaikan dan jangan bergotong-royong kamu sekalian dalam keburukan”.

3.      Peranan Pemerintah
Dalam hal ini pemerintah sudah mewadahi dan menyediakan sarana dan prasarana untuk berbagai kegiatan, diantaranya menyediakan gerobak pengangkut tambahan, memberikan alat kebersihan. Bahkan pemerintah sering menerjunkan langsung aparat pemerintahan seperti Polisi Militer untuk ikut serta dalam kegiatan itu, misalnya dalam kegiatan kerja bakti kebersihan.










BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Kita harus menyadari betul bahwa manusia itu sebagai makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Oleh sebab itu alangkah baiknnya antara manusia satu dengan yang lainnya itu ada suatu hubungan baik dalam hal apapun, sehingga ketika suatu saat membutuhkan bantuan orang lain itu tidak terjadi permasalahan yang tidak perlu.
Dalam melaksanakan atau melakukan suatu kegiatan baik yang bersifat untuk kepentingan umum sebaiknya dilakukan secara bersama atau bergotong-royong, supaya tumbuh rasa persatuan, rasa memiliki dan rasa saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

B.     Saran
1.    Perlu sering diadakannya suatu sosialisasi tentang gotong-royong untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.
2.    Harus ada kegiatan rutin yang bersifat kebersamaan seperti kerja bakti baik dalam kegiatan kebersihan, pembangunan dan lain sebagainya.
3.    Adanya sarana dan prasarana untuk kegiatan bersama (gotong-royong).
4.    Peningkatan peranan tokoh.


DAFTAR PUSTAKA

http://masalimaruf.blogspot.com/2010/01/peran-persatuan-indonesia-dalam.html
http:// Mutmainah.blogspot.com/2010/skripsi.html
http://masalimaruf.blogspot.com/2010/05/maknasilapancasila.html
Rahman, Arief. 2004. Buku Wujud Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat. Jakarta : Pustaka Jaya.




Demikianlah materi tentang Makalah Gotong Royong  yang sempat kami berikan dapat bermanfaat. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Fungsi Perwakilan Diplomatik yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut


EmoticonEmoticon