Tuesday, January 9, 2018

Makalah Halogen

Makalah Halogen - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :


Makalah Halogen



Daftar Isi

Daftar isi......................................................................................................1
Kata pengantar.........................................................................................2

BAB I
PENDAHULUAN.......................................................................................3
  1. Latar Belakang...........................................................................3
  2. Tujuan Pembaasan...................................................................3
  3. Rumusan Masalah.....................................................................3

BAB II
PEMBAHASAN...........................................................................................4
A.      Definisi Halogen........................................................................4
B.      Manfaat Bagi Kehidupan Dan Pembuatan................4
C.      Kelimpahan Di Alam...............................................................6
D.     Sifat Sifat Unsur Halogen......................................................8

BAB III
PENUTUP....................................................................................................10

Kesimpulan................................................................................................10
Saran.............................................................................................................11
Daftar Pustaka...........................................................................................12





Kata Pengantar

Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT dengan rahmat dan inayah-Nya makalah tentang unsur-unsur utama, khususnya unsur halogen telah selesai kami susun sebagai penunjang tambahan dalam kegiatan belajar. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW , kepada keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in dan tabi’atnya, juga tak lupa kepada kita selaku umatnya.aamiin
Makalah ini kami susun, sebagai penunjang tambahan dalam kegiatan belajar, khususnya untuk siswa/i kelompok kerja unsur halogen, dan umumnya siwa/i MA AR-ROSYIDIYAH serta kalangan masyarakat.
Dengan menggunakan makalah ini semoga kegiatan belajar dalam memahami unsur halogen dapat lebih menambah sumber-sumber pengetahuan. Kami sadar dalam penyusunan makalah ini belum bisa dikatakan mencapai tingkat kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran tentu kami butuhkan. Mohon maaf apabila ada kesalahan cetak atau kutipan-kutipan yang kurang berkenan. Terimakasih dan selamat belajar.

 BAB I
PENDAHULUAN


A.     LATAR BELAKANG

Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VII A ditabel periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I),astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam.Unsur golongan VIIA ini merupakan unsur nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur initidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron terluarnya,sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini disebution halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.Keberadaan Unsur – Unsur Halogen Unsur-unsur halogen di alam, semuanya ditemukan dalam keadaan diatomik.Hal ini terjadi karena unsur-unsur halogen tidak stabil jika berdiri sendiri. Oleh karenaitu, unsur halogen harus berikatan agar stabil.Unsur-unsur halogen dapat ditemukan di beberapa tempat. Fluorin dapatditemukan di atas permukaan tanah. Klorin dapat ditemukan di dalam air laut. Bromin juga dapat ditemukan di dalam air laut. Begitu juga dengan iodin, yang dapatditemukan di dalam air laut. Astatin dapat ditemukan dari pemboman bismuth dengan partikel alfa.

B.     TUJUAN PEMBAASAN

Makalah ini kami buat dengan tujuan untuk :

·        Mengetahui sifat unsur halogen;
·        Pengetahuan mengenai sifat unsur halogen;
·        Dapat diterapkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

C.      RUMUSAN MASALAH

·      Apa pengaruh unsur halogen dalam IPTEK dan dalam kehidupan sehari-hari?
·      Mengapa unsur halogen terjadi pada golongsn VIIA saja?
·      Bagaimana sifat-sifat yang dimiliki oleh unsur halogen dalam kaitannya dengan kehidupan masyarakat?

BAB II
PEMBAHASAN


A.     DEFINISI HALOGEN

Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan golongan 17 dalam  tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada subkulit ns²np.  Istilah  halogen  berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam  yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya diatomik.Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya membentuk  ion negatif. Selain itu, halogen adalah golongan yang paling reaktif karena unsur-unsurnya memiliki konfigurasi elektron pada subkulit ns2 np5.Golongan  halogen  terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas. Salah satu golongan penting dalam susunan berkala unsur adalah golongan VIIA yang diberi nama “halogen”. Golongan VIIA perlu untuk diingat atau dihapal karena merupakan unsur-unsur yang banyak membentuk persenyawaan di alam atau senyawa di laboratorium. Halogen memiliki arti “pembentuk garam”, di alam unsur-unsur ini banyak ditemukan dalam bentuk garam. Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu kamar mempunyai wujud yang berbeda-beda. Dengan tujuh elektron pada kulit terluar, menyebabkan halogen sangat reaktif sehingga di alam selalu ada dalam bentuk persenyawaan.

B.     SIFAT SIFAT UNSUR HALOGEN

Adapun sifat-sifat yang yang dimiliki unsur halogen dapat di kelompokan sebagai sifat fisik dan sifat kimia ;
1.      Berdasarkan sifat fisik

-          Wujud halogen

Wujud HalogenPada suhu kamar, flourin dan klorin berupa gas, bromin berupa zat cair yangmudah menguap, sedangkan iodin berupa zat padat yang mudah menyublim.Pemanasan iodin padat pada tekanan atmosfer tidak membuat unsur itu meleleh, tetapilangsung menyublim. Hal ini terjadi karena tekanan uap iodin padat pada suhu kamar lebih besar dari 1 atm.

-          Titik cair dan titik didih

Kecenderungan titik leleh dan titik didih halogen tersebut dapat dijelaskansebagai berikut. Molekul halogen (X2) bersifat nonpolar, dengan demikian gaya tarik-menarik antarmolekul halogen merupakan gaya dispersi. Sebagaimana diketahui, gayadispersi bertambah besar sesuai dengan pertambahan massa molekul (Mr ). Itulahsebabnya mengapa titik leleh dan titik didih halogen meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik unsur.


-          Warna dan aroma

Warna dan Aroma HalogenHalogen mempunyai warna dan aroma tertentu. Flourin berwarna kuningmuda, klorin berwarna hijau muda, bromin berwarna merah tua, iodin padat berwarnahitam, sedangkan uap iodin berwarna ungu. Semua halogen berbau rangsang danmenusuk, serta bersifat racun.

-          Kelarutan

Kelarutan halogen dari fluor sampai yod dalam air semakin berkurang. Fluor selain larut dalam air juga mengalami reaksi.

2.       Berdasarkan sifat kimia

a.       Kereaktifan

Unsur halogen adalah unsur-unsur yang reaktif, hal ini terbukti keberadaan halogen di alam sebagai senyawa. Kereaktifan halogen dipengaruhi oleh keelektronegatifannya. Semakin tinggi keelektronegatifan maka semakin reaktif unsur halogen karena semakin mudah menarik elektron.
Kereaktifan halogen juga di pengaruhi oleh energi ikatan halogen.semakin kecil energi ikatan halogen, semakin mudah di putuskan ikatan tersebut sehingga semakin reaktif halogen.

b.       Daya oksidasi

Halogen merupakan  pengoksidasi kuat. Sifat oksidator dari atas kebawah semakin lemah, sehingga halogen-halogen dapat mengoksidasi ion halida di bawahnya. Sedangkan sifat reduktor ion halida makin ke bawah semakin kuat.


c.       Membentuk molekul diatomik
Unsur halogen selalu dalam bentuk molekul diatomik yang sangat reaktif terhadap unsur logam maupun nonlogam.

3.      Asam Halogen
Urutan kekuatan asam halida:HF<HCL<HBr<HI. Di sebabkan perbedaan jari-jari atom dan elektronergativitas.
Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar.bagi unsur-unsur yang segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab jumlah kulit yang atom makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom.
Elektronegativitas adalah kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain.

C.      KELIMPAHAN DI ALAM

1.      Fluorine

Fluor Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru padatahun 1886 Maisson berhasil mengisolasinya. Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif.  Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning muda dan bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass, keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang. Adanya komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi.
Terdapat dalam senyawa fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6, dan fluorapatit Ca(PO4)3F. dengan penambahan asam sulfat ke dalam fluorspar maka akan diperoleh HF dan garam Calsium sulfat. Selanjutnya lelehan asam florida di elektrolisis untuk menghasilkan gas F2.
CaF2 + H2SO4 --> CaSO4 + 2HF

2.      Klorin

Klor Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun1810. Klor ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2, senyawadan mineral seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit.
Terdapat dalam senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam batu/endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Proses untuk mendapatkan unsure klorin adalah melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (brine) akan menghasilkan Cl2 pada anode dan gas H2, dan NaOH pada katode.

3.      Bromin

Brom Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap pada temperature kamar, uapnya berwarna merah, berbau tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan kerongkongan.Bromin mudah larut dalam air dan CS2 membentuk larutan berwarna merah, bersifa tkurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium.
Terdapat dalam senyawa logam bromide. Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral. Ditemukan di perairan laut Mati dengan kadar 4500 - 5000 ppm. Garam-garam bromine juga diperoleh dari Arkansas.

4.      Iodine

IodiumDitemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur nonlogam.Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperature biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukandalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3,CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan hanyasatu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai kulit,sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.
Terdapat dalam senyawa natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika dengan kadar sampai 100 ppm. Untuk memperoleh iodine dari natrium iodat, dilakukan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit NaHSO3 dengan reaksi sebagai berikut :
2IO3- + 5HSO3- --> I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O

5.      Astatine

Astatin Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson,K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210)mempunyai waktu paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam disbandingiodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI,AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatomseperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt danCH 3At.6
Jumlah astatine di kerak bumi sangat sedikit kurang dari 30 gram.

D.     MANFAAT BAGI KEHIDUPAN DAN PEMBUATAN

1.      Manfaat dalam kehidupan sehari-hari

CCl2F2            : Gas freon digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es
ACNaF       : Natrium fluorida digunakan sebagai obat penguat pada kayu.
CaOCl2            : Digunakan sebagai serbuk pengelantang dan desinfektan
NaClO  : Kaporit sebagai serbuk pengelantang
KClO3  : Digunakan dalam industri korek api
KCl      : Digunakan untuk pupuk.
NaBr
   : Digunakan dalam kedokteran sebagai obat penenang.

2.      Pembuatan halogen
Unsur-unsur halogen dapat dibuat dengan jalan oksidasi, reduksi, dan elektrolisis.
Klor (Cl)
·        Oksidasi, Dengan memanaskan campuran MnO2, NaCl, dan H2SO4 pekat.
·        Elektrolisis lebur NaCl menghasilkan gaS klor di anode.
·        Elektrolisis lebur NaCl, dihasilkan gas Cl2 pada anode dan Na pada katode.
·        Elektrolisis larutan NaCl dengan menggunakan diafragma, dihasilkan gas Cl2 pada anode dan NaOH pada katode.
Brom (Br)
·        Oksidasi, Dengan mengalirkan gas Cl2 ke dalam air laut.
Cl2(g) + 2 Br(aq) —> 2 Cl(aq) + Br2(aq)


Iodium (I)
·        Reduksi
Dengan menambah NaHSO3 ke dalam larutan NaIO3
2 IO3(aq) + 5 HSO3 (aq) —>3 HSO4 (aq) +2 SO42–(aq) + H2O(l) + I2(aq)




BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VII A ditabel periodik. terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I),astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Unsur halogen juga banyak di ketemukan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, artinya unsur halogen banyak menyumbang manfaat, seperti halnya unsur-unsur yang lain.
Bidang IPTEK banyak menggali sumbernya dari skian banyak molekul yang di ketemukkan modrn ini.
Penemuan-penemuan terdahuli nampaknya menjadi aset utama intuk dijadukan bahan pengumpulan imformasi untuk di publiksikan.
SARAN
Walaupun sudah banyak unsur yang telah di ketemukan akhir-akhir ini serta sudah banyak tokoh-tokoh besar sebagai penemu-penemu IPTEK, kita sebagai generasi penerus bangsa jangan pernah patah semangat untuk terus berfikir kreatif dan inofatif dengan tetap melihat kadaan lingkungan sekitar.
 
Daftar pustaka

Media cetak
Buku KIMIA perpustakaan MA AR-ROSYIDIYAH
Buku LKS KIMIA (TUNTAS) XII IPA semester I
 media elektronik

http://www.scribd.com/doc/24219132/Makalah-Halogen







Jumat, 05 Juli 2013

makalah tentang merkuri


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak diciptakan pemuas atau pemenuhan kebutuhan manusia. Salahsatunya, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan berbagai bahan kimia. Dari mulai makanan yang kita makan, bahan pewarna, pengawet, pembungkus produk-produk telah menggunakan bahan kimia, bahkan untuk bahan alat kecantikan pun ditambah dengan bahan kima.
Sebagian besar dari masyarakat tidak menyadari akan bahaya dari bahan-bahan kimia tersebut, bahan kimia yang banyak digunakan didalam kehidupan sehari-hari. Berbagai polusi di sekitar kita merupakan berbagai akibat dari bahan-bahan kimia yang kita gunakan, dari polusi udara yang disebabkan oleh berbagai gas yang menyebabkan polusi, bermacam pupuk yang digunakan para petani kita juga menyababkan polusi tanah. Zat kimia buatan manusia berupa barang-barang yang kontak dengan kita pada kehidupan sehari-hari pun bisa membahayakan kesehatan.
Zat kimia membuat kehidupan kita menjadi lebih baik, tetapi di sisi lain bisa zat kimia bisa mengerogoti kesehatan kita. Zat kimia memang tidak memberikan akibat secara langsung dan cepat namun, membutuhkan waktu lama. Sehingga kita akan merasakan dampaknya di kemudian hari. Contohnya, jika kita menyimpan makanan dalam wadah plastik yang bukan terbuat dari plastik dan bukan food grade bisa dikatakan tidak aman. Apalagi, disaat makanan tersebut masih panas. Sehingga membuat zat racun pada wadah tersebut menguap dan bercampur dengan makanan. Saat memilih alat kecantikan atau cosmetik pun sebaiknnya harus berhati-hati karena tak sedikit yang dicampur dengan bahan kimia yang akan mengganggu kesehatan kulit kita.
Bagaimana agar masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan atau alat-alat yang berbahan organik daripada yang mengandung zat kimia dalam kehidupan sehari-hari. Perihal inilah yang merupakan alasan dilakukannya penelitian dengan judul “MERKURI”.

B.     Tujuan
Untuk mengetahui kegunaa, efek positif dan efek negatif dalam menggunakan merkuri di kehidupan sehari-hari.







BAB II
ISI

A.    Merkuri
Merkuri atau air raksa diberikan simbol kimia Hg yang merupakan singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargyricum (air/cairan perak) dengan nomor atom 80 serta mempunyai massa molekul relatif 200,59. Unsur golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesiumfransiumgalium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap.
Hg akan memadat pada tekanan 7.640 Atm.  Kelimpahan Hg di bumi menempati di urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi. Raksa banyak digunakan sebagai  bahan penambal gigi, termometerbarometer, dan peralatan ilmiah lain. Bentuk fisik dan kimianya sangat menguntungkan karena merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair dalam temperatur kamar (25°C), titik bekunya paling rendah (-39°C), mempunyai kecenderungan menguap lebih besar, mudah bercampur dengan logam-logam lain menjadi logam campuran (Amalgam/Alloy), juga dapat mengalirkan arus listrik sebagai konduktor baik tegangan arus listrik tinggi maupun tegangan arus listrik rendah sehingga merkuri banyak digunakan dalam laboratorium maupun industri.
Sebagian besar merkuriyang terdapat di alam ini dihasilkan oleh sisa industri dalam jumlah ± 10.000 ton setiap tahunnya. Penggunaan merkuri sangat luas di mana ± 3.000 jenis kegunaan dalam industri pengolahan bahan-bahan kimia, proses pembuatan obat-obatan yang digunakan oleh manusia serta sebagai bahan dasar pembuatan insektisida untuk pertanian.
Beberapa logam toksik, dalam hal ini logam merkuri, mempunyai separuh hayat biologi yang panjang dan menyebabkan akumulasi di dalam tubuh. Merkuri dapat digolongkan sebagai merkuri organik dan anorganik sebagai berikut:
a.    Unsur Merkuri (Hg0)
Mempunyai tekanan uap yang tinggi dan sukar larut di dalam air. Pada suhu kamar kelarutannya kira-kira 60 mg/l dalam air dan antara 5- 50 mg/l dalam lipida. Bila ada oksigen, merkuri diasamkan langsung ke dalam bentuk ionik. Uap merkuri hadir dalam bentuk monoatom (Hg). Saluran pernapasan merupakan jalan utama penyerapan unsur raksa dalam bentuk uap. 
b.    Merkuri Anorganik (Hg2+ dan Hg2 2+)
Di antara dua tahapan pengoksidaan, Hg2+ adalah lebih reaktif. Ia dapat membentuk kompleks dengan ligan organik, terutama golongan sulfurhidril. Contohnya HgCl2 sangat larut dalam air dan sangat toksik, sebaliknya HgCl tidak larut dan kurang toksik.
c.    Merkuri Organik
Merkuri organik adalah senyawa merkuri yang terikat dengan satu logam karbon, contohnya metil merkuri. Metil merkuri merupakan merkuri organik yang selalu menjadi perhatian serius dalam toksikologi. Ini karena metil merkuri dapat diserap secara langsung melalui pernapasan dengan kadar penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus membran paru-paru dan di dalam darah, 90% dari metil merkuri diserap ke dalam sel darah merah.

B.     Struktur Merkuri
Merkuri dibagi menjadi beberapa jenis dan strukturnya, yaitu:
Merkuri organik (RHg, R2Hg, ArHg)
·        Merkuri disiano diamida (CH3-Hg-NHCNHNHCN)
·        Metil merkuri nitril (CH3-Hg-CN)
·        Metil merkuri asetat (CH3-Hg-COOH)
·        Senyawa etil merkuri klorida (C2H5-Hg-Cl)
·        Fenil merkuri asetat (FMA)
·        Thimerosal mengandung 49.6 % etil merkuri



Merkuri anorganik (Hg+, Hg2+)
·        Merkuri nitrat (Hg(NO3)2)
·        Merkuri klorida (HgCl2)
·        Merkuri oksida (HgO)

C.    Kegunanaan Merkuri
Penggunaan logam merkuri pada saat ini sudah hampir mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dan lingkungan. Merkuri digunakan berdasarkan kegunaannya. Seperti, merkuri digunakan dalam bidang kesehatan atau kedokteran, pertanian, dan industri. Dalam bidang kesehatan atau kedokteran misalnya merkuri digunakan sebagai campuran untuk bahan penambal gigi (amalgam), pemutih gigi oleh para Dokter gigi, obat-obatan (obat pencahar, obat diuretik dan antiseptik), juga sebagai bahan untuk cairan Termometer. 
Dalam bidang pertanian, merkuri digunakan untuk membunuh jamur sehingga baik digunakan untuk pengawet produk hasil pertanian. Merkuri organik juga digunakan untuk pembasmi hama pada tanaman seperti buah apel dan juga digunakan sebagai pembasmi hama padi.
Dalam bidang industri, terbanyak adalah pabrik alat-alat listrik yang menggunakan lampu-lampu merkuri untuk penerangan jalan raya. Hal ini disebabkan biaya pemasangan dan operasi yang murah dan arus listriknya dapat dialiri dengan voltase yang tinggi. Merkuri juga digunakan pada pembuatan baterai, karena baterai dengan bahan yang mengandung merkuri dapat tahan lama dan tahan terhadap kelembapan yang tinggi. Kemudian merkuri juga dipergunakan dalam industri cat sebagai salah satu bahan untuk membuat cat.

D.    Efek Positif dan Negatif Penggunaan Merkuri untuk Kesehatan
Semua bahan kimia pastinya memiliki manfaat atau kerugian dalam penggunaannya. Namun, sebagian besar bahan kimia memiliki manfaat yang kerugian yang akan terasa efek setelah jangka waktu yang cukup panjang. Seperti bahan kimia yang lainnya, merkuri pun memiliki efek positif dan negatif untuk kesehatan.
·         Efek positif merkuri untuk kesehatan
Efek positif untu kesehatan, merkuri digunakan sebagai campuran untuk bahan penambal gigi (amalgam) oleh para Dokter gigi, obat-obatan, juga sebagai bahan untuk cairan Termometer. Oleh Dokter gigi merkuri digunakan sebagai penambal bagi pasien yang memiliki gangguan pada giginya yaitu gigi yang berlubang.
Dan pada obat-obatan umumnya digunakan oleh para Dokter kecantikan atau kulit untuk produk pemutih atau perawatan wajah seperti pencegahan jerawat, dan lain-lain. Pada termometer tentunya berfungsi untuk menunjukan suhu pada pasien, namun pada termometer digital sudah tidak menggunakan air raksa atau merkuri lagi. 
·         Efek negatif merkuri untuk kesehatan
Pada dasarnya telah lama diketahui bahwa merkuri dan turunannya sangat beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan dapat mengakibatkan kerugian pada manusia karena sifatnya yang mudah larut dan terikat dalam jaringan tubuh organisme air. Pengaruh toksisitas merkuri terhadap ikan dan biota perairan dapat bersifat lethal dan sublethal. Pengaruh lethal disebabkan gangguan pada saraf pusat sehingga ikan tidak bergerak atau bernapas akibatnya cepat mati. Pengaruh sub lethal terjadi pada organ-organ tubuh, menyebabkan kerusakan pada hati, mengurangi potensi untuk perkembangbiakan, pertumbuhan dan sebagainya. 
Selain itu pencemaran perairan oleh merkuri mempunyai pengaruh terhadap ekosistem setempat yang disebabkan oleh sifatnya yang stabil dalam sedimen, kelarutannya yang rendah dalam air dan kemudahannya diserap dan terkumpul dalam jaringan tubuh organisme air, baik melalui proses bioaccumulation maupun biomagnification yaitu melalui food chain. Merkuri yang dapat diakumulasi adalah merkuri yang berbentuk methyl merkuri (CH3Hg), yang mana dapat diakumulasi oleh ikan, dan juga merupakan racun bagi manusia.
Sehingga menimbulkan efek negatif bagi manusia yaitu, sistem saraf pusat adalah target organ dari toksisitas metil merkuri tersebut, sehingga menimbulkan gejala yang terlihat erat hubungannya dengan kerusakan saraf pusat. Gejala yang timbul adalah sebagai berikut:
-          Gangguan saraf sensoris: Paraesthesia, kepekaan menurun dan sulit menggerakkan jari tangan dan kaki, penglihatan menyempit, daya pendengaran menurun, serta rasa nyeri pada lengan dan paha.
-          Gangguan saraf motorik: lemah, sulit berdiri, mudah jatuh, ataksia, tremor, gerakan lambat, dan sulit berbicara.
-          Gangguan lain: gangguan mental, sakit kepala. Tremor pada otot merupakan gejala awal dari toksisitas merkuri tersebut.
Tetapi derajat berat atau ringannya toksisitas ini bergantung pada lama mengkonsumsi, dan umur dari penderita. Dengan demikian, semakin banyak dan semakin lama orang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi metil merkuri per hari, maka semakin berat gejala terjadinya penyakit karena toksisitas metil merkuri tersebut. Di samping itu, anak-anak lebih peka terhadap toksisitas metil merkuri ini daripada orang dewasa.
Selain dari pencemaran limbah yang menggunakan merkuri, dalam bidang kesehatan kulit pun merkuri menimbulkan efek negatif. Awalnya penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri memang menimbulkan efek positif, seperti kulit lebih terlihat halus dan sehat. Namun, setelah penggunaan dalam jangka waktu yang cukup panjang, penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri menimbulkan efek negatif, yaitu:
-          Dapat memperlambat pertumbuhan janin, bahkan bisa mengakibatkan keguguran (Kematian janin dan Mandul).
-          Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian dihentikan, flek itu dapat atau akan timbul lagi dan bertambah parah (melebar).
-          Efek rebound yaitu memberikan respon berlawanan, kulit akan menjadi gelap atau kusam saat pemakaian kosmetik dihentikan.
-          Bagi Wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang sangat parah (lebar).
-          Dapat mengakibatkan kanker kulit.
Walau tidak seburuk efek merkuri yang tertelan dari makanan ikan yang tercemar, tetap menimbulkan efek buruk pada tubuh. Kendati cuma dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, lalu ,memasuki system saraf tubuh. Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan system saraf, seperti tremor (gemetar), insomnia (tidak bisa tidur), pikun, gangguan penglihatan, ataxia (gerakan tangan tak normal), gangguan emosi, depresi, dan lain-lain.
Oleh karena umumnya tak terduga kalau itu penyakitnya, kasus keracunan merkuri sering didiagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak. Setelah sekian lama, kosmetik tersebut akan diserap melalui kulit dan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, akhirnya merkuri itu akan mengendap di dalam ginjal, sehingga menyebabkan gagal ginjal yang sangat parah bagi pemakainya dan menyebabkan kematian. Merkuri dalam krim pemutih yang mungkin tidak tercantum pada labelnya dapat menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Produk kosmetik yang dipakai tersebut akan menyebabkan iritasi parah pada kulit, yakni berupa kulit yang kemerah-merahan dan menyebabkan kulit menjadi mengkilap secara tidak normal.
Cara mengetahui produk kosmetik bermerkuri, yaitu umumnya menjanjikan wajah putih dalam tempo singkat. Seperti, seminggu saja menggunakan produk ini, wajah langsung putih dan halus.













BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Merkuri memiliki efek positif dan negatif yang bermacam-macam untuk kesehatan. Efek posotif merkuri dapat digunakan sebagai campuran untuk bahan penambal gigi (amalgam), pemutih gigi oleh para Dokter gigi, obat-obatan (obat pencahar, obat diuretik dan antiseptik), juga sebagai bahan untuk cairan Termometer. Dan efek negatif dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf, kulit dan ginjal

B.     Saran
Dalam memilih produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari hendaknya lebih teliti dan menjauhi penggunaan produk yang mengandung bahan kimia. Walau memberi efek positif, namun apabila digunakan dalam jangka panjang akan memberika efek negatif.






DAFTAR PUSTAKA

Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: ANDI

Alfian, Z. 2006. Merkuri: Antara Manfaat dan Efek Penggunaannya Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan. [Online]. Avaliable: http://library.usu.ac.id/download/e-book/zul%20alfian.pdf. [18 Desember 2012]

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Konisius.

Hutabarat, S dan Steward M E. 1985. Pengantar Oseanografi. Jakarta: UI-Press.

Martono, H. 2005. Penanganan Kasus Keracunan Metil Merkuri di Minamata. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Masriani dan Eny E. 2003. Usaha Pemanfaatan Kepah (Batissa Sp) Sebagai Bioindikator Tingkat Cemaran Logam Berat Pb dan Cd di Perairan Sungai Kapuas. Laporan Penelitian. Pontianak: FKIP UNTAN.







Demikianlah materi tentang Makalah Halogen yang sempat kami berikan. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Kinematika Gerak yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.




Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.



EmoticonEmoticon