Wednesday, January 17, 2018

Makalah Peranan Indonesia Dalam Konferensi Asia Afrika

Makalah Peranan Indonesia Dalam Konferensi Asia Afrika


A.     Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN


Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945,tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di beberapa pelosok dunia, terutama dibelahan bumi Asia Afrika,masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung,bahkan pada tingkat perang terbuka, seperti di Jazirah Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan, Afrika Utara.
Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideology maupun kepentingan,yaitu Blok Barat dan Blok Timur.Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Tiap-tiap Blok berusaha menarik negara-negara Asia dan afrika agar menjadi pendukung mereka. Hal ini mengakibatnkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung diantara dua Blok itu dan pendukungnya. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan nama Perang Dingin.



Timbulnya pergolakan didunia disebabkan pula masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya dunia Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sejak tahun 1945, banyak di daerah Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat , India dan Pakistan terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang di Bantu oleh amerika Serikat.
Sementara itu bangsa-bangsa di dunia, terutama bangsa-bangsa Asia Afrika, sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. Situasi dalam negeri dibeberapa Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik divide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut.
Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah-masalah dunia, namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Sedangakan kenyataannya, akibtan yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini, sebagian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika.

B.      Rumusan Masalah

1.        Bagaimana sejarah terbentuknya Konferensi Asia Afrika ?
2.        Apa hasil dari Konferensi Asia Afrika ?
3.        Bagaimana peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika ?

C.     Tujuan Penulisan Makalah

1.        Untuk mengetahui sejarah terbentuknya Konferensi Asia Afrika.
2.        Untuk mengetahui hasil dari Konferensi Asia Afrika.
3.        Untuk mengetahui peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika.

D.     Manfaat Penulisan Makalah

Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep tentang Konferensi Asia Afrika ( KAA). Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
Penulis, sebagai wahana penambahan pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang Konferensi Asia Afrika.




Pembaca, mahasiswa dan dosen, sebagai media informasi tentang Konferensi Asia Afrika baik secara teoritis maupun secara praktis.

E.      Prosedur Makalah

Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan konprehensif. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah serta penulis pun mencari literatur- literatur yang berasal dari website yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengekposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.

BAB II PEMBAHASAN

A.     Sejarah Terbentuknya Konferensi Asia Afrika
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas, artinya bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara mana pun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia. Negara Indonesia memilih sifat politik luar negerinya bebas aktif sebab setelah Perang Dunia II berakhir di dunia telah muncul dua kekuatan adidaya baru yang saling berhadapan, yaitu negara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat memelopori berdirinya Blok Barat atau Blok kapitalis (liberal), sedangkan Uni Soviet memelopori kemunculan Blok Timur atau blok sosialis (komunis).
Dalam upaya meredakan ketegangan dan untuk mewujudkan perdamaian dunia, pemerintah Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Usaha ini mendapat dukungan dari negara-negara di Asia dan Afrika. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada umumnya pernah menderita karena penindasan imperialis Barat. Persamaan nasib itu menimbulkan rasa setia kawan.




Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak negara di Asia dan Afrika yang berhasil mencapai kemerdekaan, di antaranya adalah India, Indonesia, Filipina, Pakistan, Burma (Myanmar), Sri Lanka, Vietnam, dan Libia. Sementara itu, masih banyak pula negara yang berada di kawasan Asia dan Afrika belum dapat mencapai kemerdekaan. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika yang telah merdeka tidak melupakan masa lampaunya. Mereka tetap merasa senasib dan sependeritaan. Lebih-lebih apabila mengingat masih banyak negara di Asia dan Afrika yang belum merdeka. Rasa setia kawan itu dicetuskan dalam Konferensi Asia Afrika. Sebagai cetusan rasa setia kawan dan sebagai usaha untuk menjaga perdamaian dunia, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika mempunyai arti penting, baik bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada khususnya maupun dunia pada umumnya.
Prakarsa untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika dikemukakan pertama kali oleh Perdana Menteri RI Ali Sastroamidjojo yang kemudian mendapat dukungan dari negara India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar) dalam Konferensi Colombo.
B.      Konferensi Pendahuluan Sebelum Konferensi Asia Afrika
Sebelum Konferensi Asia Afrika dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan konferensi pendahuluan sebagai persiapan. Konferensi pendahuluan tersebut, antara lain sebagai berikut.

1)              Konferensi Kolombo (Konferensi Pancanegara I).

Konferensi pendahuluan yang pertama diselenggarakan di Kolombo, ibu kota negara Sri Lanka pada tanggal 28 April–2 Mei 1954. Konferensi dihadiri oleh lima orang perdana menteri dari negara sebagai berikut.
a)Perdana Menteri Pakistan : Muhammad Ali Jinnah b) Perdana Menteri Sri Lanka : Sir John Kotelawala c) Perdana Menteri Burma (Myanmar) : U Nu d) Perdana Menteri Indonesia : Ali Sastroamijoyo e) Perdana Menteri India : Jawaharlal Nehru
Konferensi Kolombo membahas masalah Vietnam, sebagai persiapan untuk menghadapi Konferensi di Jenewa. Di samping itu Konferensi Kolombo secara aklamasi memutuskan akan mengadakan Konferensi Asia Afrika dan pemerintah Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggaranya. Kelima negara yang wakilnya hadir




dalam Konferensi Kolombo kemudian dikenal dengan nama Pancanegara. Kelima negara itu disebut sebagai negara sponsor. Konferensi Kolombo juga terkenal dengan nama Konferensi Pancanegara I.

2)              Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II).

Konferensi pendahuluan yang kedua diselenggarakan di Bogor pada tanggal 22–29 Desember 1954. Konferensi itu dihadiri pula oleh perdana menteri negara- negara peserta Konferensi Kolombo.
Konferensi Bogor memutuskan hal-hal sebagai berikut.
a)Konferensi Asia Afrika akan diselenggarakan di Bandung pada bulan 18-24 April 1955. b) Penetapan tujuan KAA dan menetapkan negara-negara yang akan diundang sebagai peserta Konferensi Asia Afrika. c) Hal-hal yang akan dibicarakan dalam Konferensi Asia Afrika. d) Pemberian dukungan terhadap tuntutan Indonesia mengenai Irian Barat.
Konferensi Bogor juga terkenal dengan nama Konferensi Pancanegara II.

C.     Pelaksanaan Dan Hasil Dari Konferensi Asia Afrika

Sesuai dengan rencana, Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18–24 April 1955. Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh wakil-wakil dari 29 negara yang terdiri atas negara pengundang dan negara yang diundang.
Negara pengundang meliputi : Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar).
Negara yang diundang 24 negara terdiri atas 6 negara Afrika dan 18 negara meliputi Asia (Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, RRC, Jepang, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Nepal, Afghanistan, Iran, Irak, Saudi Arabia, Syria (Suriah), Yordania, Lebanon, Turki, Yaman), dan Afrika (Mesir, Sudan, Etiopia, Liberia, Libia, dan Pantai Emas/Gold Coast).
Negara yang diundang, tetapi tidak hadir pada Konferensi Asia Afrika adalah Rhodesia/Federasi Afrika Tengah. Ketidakhadiran itu disebabkan Federasi Afrika Tengah masih dilanda pertikaian dalam negara/dikuasai oleh orang-orang Inggris. Semua persidangan Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung.
Latar belakang dan dasar pertimbangan diadakan KAA adalah sebagai berikut.




1.  Kenangan kejayaan masa lampau dari beberapa negara di kawasan Asia Afrika.
2.  Perasaan senasib sepenanggungan karena sama-sama merasakan masa penjajahan dan penindasan bangsa Barat, kecuali Thailand.
3.  Meningkatnya kesadaran berbangsa yang dimotori oleh golongan elite nasional/terpelajar dan intelektual.
4.  Adanya Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur.
5.  Memiliki pokok-pokok yang kuat dalam hal bangsa, agama, dan budaya.
6.  Secara geografis letaknya berdekatan dan saling melengkapi satu sama lain.
Tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika, antara lain:
1.  memajukan kerja sama bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan;
2.  memberantas diskriminasi ras dan kolonialisme;
3.  memperbesar peranan bangsa Asia dan Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia dan kerja sama internasional.
4.  bekerja sama dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya,
5.  membicarakan masalah-masalah khusus yang menyangkut kepentingan bersama seperti kedaulatan negara, rasionalisme, dan kolonialisme.
Konferensi Asia Afrika membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama negara-negara di Asia dan Afrika, terutama kerja sama ekonomi dan kebudayaan, serta masalah kolonialisme dan perdamaian dunia.
Kerja sama ekonomi dalam lingkungan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dilakukan dengan saling memberikan bantuan teknik dan tenaga ahli. Konferensi berpendapat bahwa negara-negara di Asia dan Afrika perlu memperluas perdagangan dan pertukaran delegasi dagang. Dalam konferensi tersebut ditegaskan juga pentingnya masalah perhubungan antarnegara karena kelancaran perhubungan dapat memajukan ekonomi. Konferensi juga menyetujui penggunaan beberapa organisasi internasional yang telah ada untuk memajukan ekonomi.
Konferensi Asia Afrika menyokong sepenuhnya prinsip dasar hak asasi manusia yang tercantum dalam Piagam PBB. Oleh karena itu, sangat disesalkan




masih adanya rasialisme dan diskriminasi warna kulit di beberapa negara. Konferensi mendukung usaha untuk melenyapkan rasialisme dan diskriminasi warna kulit di mana pun di dunia ini. Konferensi juga menyatakan bahwa kolonialisme dalam segala bentuk harus diakhiri dan setiap perjuangan kemerdekaan harus dibantu sampai berhasil. Demi perdamaian dunia, konferensi mendukung adanya perlucutan senjata. Juga diserukan agar percobaan senjata nuklir dihentikan dan masalah perdamaian juga merupakan masalah yang sangat penting dalam pergaulan internasional. Oleh karena itu, semua bangsa di dunia hendaknya menjalankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai. Demi perdamaian pula, konferensi menganjurkan agar negara yang memenuhi syarat segera dapat diterima menjadi anggota PBB.
Konferensi setelah membicarakan beberapa masalah yang menyangkut kepentingan negara-negara Asia Afrika khususnya dan negara-negara di dunia pada umumnya, segera mengambil beberapa keputusan penting, antara lain:
1.  memajukan kerja sama bangsa-bangsa Asia Afrika di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan;
2.  menuntut kemerdekaan bagi Aljazair, Tunisia, dan Maroko;
3.  mendukung tuntutan Indonesia atas Irian Barat dan tuntutan Yaman atas Aden;
4.  menentang diskriminasi ras dan kolonialisme dalam segala bentuk;
5.  aktif mengusahakan perdamaian dunia.
Selain menetapkan keputusan tersebut, konferensi juga mengajak setiap bangsa di dunia untuk menjalankan beberapa prinsip bersama, seperti:
1.        menghormati hak-hak dasar manusia, tujuan, serta asas yang termuat dalam Piagam PBB;
2.        menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa;
3.        mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa, baik bangsa besar maupun bangsa kecil;
4.        tidak melakukan intervensi atau ikut campur tangan dalam persoalan dalam negeri negara lain;




5.        menghormati hak-hak tiap bangsa untuk mempertahankan diri, baik secara sendirian maupun secara kolektif sesuai dengan Piagam PBB;
6.        a)tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus salah satu negara besar; b)tidak melakukan tekanan terhadap negara lain;
7.        tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atas kemerdekaan politik suatu negara;
8.        menyelesaikan segala perselisihan internasional secara damai sesuai dengan Piagam PBB;
9.        memajukan kepentingan bersama dan kerja sama internasional;
10.     menghormati hukum dan kewajiban internasional lainnya.
Kesepuluh prinsip yang dinyatakan dalam Konferensi Asia Afrika itu dikenal dengan nama Dasasila Bandung atau Bandung Declaration.

D.     Peran Indonesia Dalam Konferensi Asia Afrika

Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamidjojo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional.
Menurut Roeslan Abdulgani, seorang saksi sejarah dan ketua panitia pelaksana KAA di Bandung 1955, yang juga mengalami KAA di Jakarta 2005, sejak tahun 1928 Soekarno telah memimpikan gagasan untuk memperluas  gerakan Asia Afrika. “Bung Karno sangat dipengaruhi konsep Lothrop Stoddard (penulis Inggris) yang dalam bukunya The Rising Tide of Colour mengatakan bahwa gerakan Asia Afrika secara spiritual bergandengan tangan satu sama lain, dan semuanya termotivasi oleh insting untuk mempertahankan diri.”
Sebelum itu pada tahun 1926 di Bierville, Perancis, sejumlah mahasiswa Asia dan Afrika yang sedang belajar di Eropa Barat mengadakan kongres League Against Colonialism and Imperialism. Beberapa mahasiswa Indonesia ikut serta; Bung Hatta, Nazir Pamontjak, Achmad Subardjo, Abdul Manaf, Arnold




Mononutu, Gatot Tarumihardja. Para mahasiawa Asia Afrika tersebut mengeluarkan peryataan yang mengecam penjajahan Eropa di dua benua tersebut. Peryataan itu cukup berani mengingat mereka berada di tengah “kandang macan” kolonialis-imperialis.
Gagasan untuk mengadakan suatu Konferensi Asia Afrika (KAA) diketengahkan oleh Perdana Mentri RI, Ali Sastroamidjojo pada empat rekan lainnya, yakni para PM dari India, Pakistan dan Burma, yang hadir pada KonferensiKolombo, April-Mei 1954, atas undangan Sir John Kotelawala, Perdana Menteri Ceylon (1953-1956) (Adnan, 2007).

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
Konferensi Asia Afrika telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka, sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di benua Asia dan Afrika. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasa Sila Bandung semakin merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Konferensi Asia Afrika berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika. Semangat Konferensi Asia Afrika untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat diredam.

DAFTAR PUSTAKA

Adnan, A. H. (2007). Perkembangan Hubungan Internasional di Afrika.
Bandung: CV. Angkasa.
crayonpedia. (2009, September 01). PERKEMBANGAN LEMBAGA-LEMBAGA INTERNASIONAL DAN PERAN INDONESIA DALAM KERJASAMA
INTERNASIONAL.   Dipetik    Desember    11,    2012,   dari    crayonpedia: http://www.crayonpedia.org/mw/BAB14._PERKEMBANGAN_LEMBA GA-




LEMBAGA_INTERNASIONAL_DAN_PERAN_INDONESIA_DALAM
_KERJASAMA_INTERNASIONAL
Dadot. (2010, Maret 04). Konferensi Asia Afrika. Dipetik Desember 11, 2012, dari Pejuang Masa Depan: http://24bit.wordpress.com/2010/03/04/konferensi- asia-afrika/
Ichreza's. (2009, November 04). SEJARAH SINGKAT KONFERENSI ASIA
AFRIKA.    Dipetik    Desember    11,    2012,    dari    Indowebster   Forum: http://forum.indowebster.com/showthread.php?t=150483&s=8b072b562d 34e5239b4e214089abba52
Indonesia, S. (2011, April 18). SEJARAH KONFERENSI ASIA AFRIKA. Dipetik
Desember           11,           2012,           dari           Sejarah           Indonesia: http://sejarahbangsaindonesia.blogdetik.com/2011/04/18/sejarah- konferensi-asia-afrika-2/
Nuraeni,     R.     (2012,     Februari     09).     PERANAN    INDONESIA    DALAM
KONFERENSI.    Dipetik    Desember     11,    2012,     dari    arifin    moh: http://muhammmadarifin.blogspot.com/2012/02/makalah-peranan- indonesia-dalam.html?m=0

Demikianlah materi tentang Makalah UUD 1945 Dan Proses Amandemen yang sempat kami berikan dapat bermanfaat. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah UUD 1945 Dan Proses Amandemen yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut


EmoticonEmoticon