Sunday, January 14, 2018

Makalah Sistem Reproduksi

Makalah Sistem Reproduksi - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :


Makalah Sistem Reproduksi  


Bab I
Pendahuluan
1.1           Latar Belakang
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Pengetahuan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem reproduksi pada manusia merupakan ilmu yang paling dasar/basic bagi setiap pelaku kesehatan reproduksi khususnya para wanita. Dalam makalah ini akan dibahas dua hal yaitu  tentang  ANATOMI dan FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI yang menerangkan tentang Anatomi Saluran Reproduksi Laki-laki dan Anatomi Saluran Reproduksi Wanita.
Reproduksi atau perkembangbiakan merupakan bagian dari ilmu faal(fisiologi). Reproduksi secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus reproduksi suatu manusia berhenti, manusia tersebut masih dapat bertahan hidup, sebagai contoh saat mencapai menopause dan andropouse tidak akan mati. Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah manusia tersebut mencapai masa pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan dalam tubuh manusia.
Reproduksi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi.



1.2           Rumusan Masalah
1.      Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pria ?
2.      Bagaimana pembentukan sperma pada pria?
3.      Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita ?
4.      Bagaimana pembentukan ovum pada wanita?
5.      Bagaimana terjadinya menstruasi pada wanita?
6.      Bagaimana terjadinya pembuahan pada wanita?
7.      Bagaimana terjadinya kehamilan pada wanita?
8.      Bagaimana terjadinya menopouse pada wanita?
9.      Apa saja penyakit pada sistem reproduksi?

1.3           Tujuan
1.      Mahasiswa mengetahui anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pria
2.      Mahasiswa mengetahui anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita
3.      Mahasiswa mengetahui hormon-hormon yang bekerja pada sistem reproduksi
Bab II
Isi
2.1           Dasar Teori
·       Organ reproduksi membentuk traktus genetalis yang berkembang setelah traktus urinarius. Kelamin laki-laki maupun wanita semenjak lahir sudah dapat ditentukan, tetapi sifat-sifat kelamin belum dapat dikenal (Syaifudin,1997).
·       Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. (evelyn pearce, 2002).
·       Cara oragan reproduksi sangat menakjubkan. Sel benih testis pada orang laki-laki, maupun sel benih ovarium pada perempuan tampak pada awal kehidupan janin. Kejadian, bagaimana sel  reproduksi ini digerakkan ke daerah tempat yang telah ditentukan, yaitu ovarium dan testis, merupakan suatu rahasia agung dan indah. (evelyn pearce, 2002) 
·       Organ reproduksi perempuan terbagi atas organ genetalia eksterna dan organ genetalia interna. Organ genatalia eksterna dan vagina adalah bagian untuk sanggama, sedangkan organ genetalia interna untuk ovulasi,tempat pembuahan sel telur,translasi blastokis,implantasi, dan tumbuh kembang janin. Endometrium adalah lapisan epitel yang melapisi rongga rahim. Permukaannya terdiri atas selapis sel kolumnar yang bersilia dengan kelenjar sekresi mukosa rahim yang berbentuk invaginasi ke dalam stroma selular. Kelenjar dan stroma mengalami perubahan yang siklik, bergantian antara pengelupasan dan pertumbuhan baru setiap sekitar 28hari. Dalam terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum,pembuahan ovum(kontasepsi), dan nidasi (implantasi) hasil konsepsi. Setiap spermatozoaterdiri atas tiga bagianyaitu kaput(kepala) yang berbentuk lonjong agak gepeng dan mengandung bahan nukleus,ekor dan bagian yang silindrik(leher) yang menghubungkan kepala dengan ekor. Dengan getaran spermatozoa dapat bergerak cepat. (Sarwono Prawirohardjo, 2012)
·       Masa reproduksi adalah masa pada perempuan umur 15-45 tahun. Selama masa reproduksi akan terjadi maturasi folikel yang khas, termasuk ovulasi dan pembentukan korpus luteum. Proses ini terjadi akibat interaksi hipotalamus-hipofisis-gonad dimana melibatkan filokel dan korpus luteum, hormone steroid, gonadotropin hipofisis dan faktor autokrin ataupun parakrin bersatu menimbulkan ovulasi. Proses fertilisasi dan kesiapan ovarium untuk menyediakan hormon, memerlukan pengaturan endokrin, autokrin, parakrin/intrakrin , neuron dan system immun. (  Buku Ilmu Kandungan Edisi Ketiga Sarwono Prawirohardjo , tahun 2011)
·       Anatomi sistem reproduksi wanita terbagi menjadi 2 bagian yaitu ;
Organ-organ eksternal,berfungsi kopulasi,terdiri dari: Vulva,mons pubis,labia mayora, labia minora,clitoris,vestibulum,introitus/orificium vagina,vagina,prineum. Organ-organ interna berfungsi untuk ovulasi,fertilisasi ovum,transpoertasi blastocyst,implantasi,pertumbuhan fetus,dan kelahiran terdiri dari: Uterus , servik uteri, corpus uteri, ligamentum penyangga uterus. (Buku Perawatan Ibu Bersalin, tahun 2008)





BAB III
Pembahasan

3.1     Anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pria
·         Anatomi sistem reproduksi pria
Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari : penis, skrotum (kantung zakar)    dan testis (buah zakar).



1.     Penis
Penis terdiri jaringan kavernosa (erektil) dan dilalui uretra. Ada dua permukaan yaitu permukaan posterior penis teraba lunak (dekat uretra) dan permukaan dorsal.  Ujung penis disebut glans. Penis berfungsi sebagai penetrasi. Penetrasi pada wanita memungkinkan terjadinya deposisi semen dekat serviks uterus. 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan. Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).
Penis terdiri dari:
- Akar (menempel pada didnding perut)
- Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
- Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).

2.     Skrotum
Skrotum pada dasarnya merupakan kantung kulit khusus yang melindungi testis dan epididimis dari cedera fisik dan merupakan pengatur suhu testis. Spermatozoa sangat sensitive terhadap suhu karena testis dan epididimis berada di luar rongga tubuh, suhu di dalam testis biasanya lebih rendah daripada suhu di dalam abdomen.

3.      Testis
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
Testis merupakan sepasang struktur berbentuk oval,agak gepeng dengan panjang sekitar 4 cm dan diameter sekitar2.5 cm. Testis berada didalam skrotum bersama epididimis yaitu kantung ekstraabdomen tepat dibawah penis. Dinding pada rongga yang memisahkan testis dengan epididimis disebut tunika vaginalis.


Duktus Duktuli
1.      Epididimis
Merupakan suatu struktur berbentuk koma yang menahan batas posterolateral testis. Epididimis terdiri dari kepala yang terletak di atas katup kutup testis, badan dan ekor epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral, lapisan ini pada mediastinum menjadi lapisan parietal.
Saluran epididimis dikelilingi oleh jaringan ikat, spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan bagian dari kaput (kepala) epididimis. Duktus eferentis panjangnya ± 20 cm, berbelok-belok dan membentuk kerucut kecil dan bermuara di duktus epididimis tempat spermatozoa disimpan, masuk ke dalam vas deferens
Fungsi dari epididimis yaitu sebagai saluran penhantar testis, mengatur sperma sebelum di ejakulasi, dan memproduksi semen.

2.     Duktus Deferens
Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis, kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih, di belakang kandung kemih akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis dan selanjtnya membentuk ejakulatorius dan bermuara di prostate. Panjang duktus deferens 50-60 cm.

3.     Uretra.

Uretra berfungsi 2 fungsi:
- Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung         kemih
- Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.


Struktur dalam organ reroduksi pria terdiri dari :  vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

1.      Vas deferens
Vas deferens merupakan lanjutan langsung dari epididimis. Panjangnya 45 cm yang berawal dari ujung bawah epididimis, naik disepanjang aspek posterior testis dalam bentuk gulungan-gulungan bebas, kemudian meninggalkan bagian belakang testis, duktus ini melewati korda spermatika menuju abdomen.

2.      Uretra
Uretra berfungsi 2 fungsi:
- Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung         kemih
- Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

3.      Kelenjar prostat
Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu:
-         Lobus posterior
-         Lobus lateral
-         Lobus anterior
-         Lobus medial

Fungsi Prostat:
Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis yang berguna untuk menlindungi spermatozoa terhadap sifat asam yang terapat pada uretra dan vagina. Di bawah kelenjar ini terdapat Kelenjar Bulbo Uretralis yang memilki panjang 2-5 cm. fungsi hampir sama dengan kelenjar prostat.

4.      Vesikula Seminalis
Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.

Fungsi Vesika seminalis :
Mensekresi cairan basa yang mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen

·         Fisiologi sistem reproduksi pria 
1.      Hormon pada pria
a.     FSH
Menstimulir spematogenesis.
b.    LH
Menstimulir Sel Interstitiil Leydig untuk memproduksi Testosteron.
c.      Testosteron
Bertanggung jawab dalam perubahan fisik laki-laki terutama organ seks sekundernya.
Efek hormon testoteron pada pria:
Sebelum lahir:
a. Maskulinasi saluran reproduksi dan genital eksterna
b. Mendorong penurunan testis ke skrotum

Efek reproduksi
c. Pertumbuhan dan pematangan organ reproduksi
d. Penting dalam spermatogenesis
e. Pertumbuhan tanda kelamin sekunder



2.2.      Spermatogenesis

                                               

Spermatogenesis adalah perkembangan spermatogonia menjadi spermatozoa. Berlangsung 64 hari. Spermatogonia berkembang menjadi spermatozit primer. Spermatozit primer menjadi spermatozit sekunder. Spermatozit sekunder berkembang menjadi spermatid. Tahap akhir spermatogenesis adalah pematangan spermatid menjadi spermatozoa. Ukuran spermatozoa adalah 60 mikron. Spermatozoa terdiri dari kepala, badan dan ekor.





2.3 Anatomi dan Fisioligi Sistem reproduksi Wanita
·        Anatomi sistem reproduksi wanita
Yang terdiri dari:
a. Tundun (Mons veneris)
Bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu (pubis hair) pada masa pubertas. Bagian yang dilapisi lemak, terletak di atas simfisis pubis

b. Labia Mayora
Merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong. Kedua bibir ini bertemu di bagian bawah dan membentuk perineum. Labia mayora bagian luar tertutp rambut, yang merupakan kelanjutan dari rambut pada mons veneris. Labia mayora bagian dalam tanpa rambut, merupakan selaput yang mengandung kelenjar sebasea (lemak). Ukuran labia mayora pada wanita dewasa à panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal 1 – 1,5 cm. Pada anak-anak dan nullipara à kedua labia mayora sangat berdekatan.

c. Labia Minora
Bibir kecil yang merupakan lipatan bagian dalam bibir besar (labia mayora), tanpa rambut. Setiap labia minora terdiri dari suatu jaringan tipis yang lembab dan berwarna kemerahan;Bagian atas labia minora akan bersatu membentuk preputium dan frenulum clitoridis, sementara bagian. Di Bibir kecil ini mengeliligi orifisium vagina bawahnya akan bersatu membentuk fourchette

d. Klitoris
Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat erektil. Glans clitoridis mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat sensitif. Analog dengan penis pada laki-laki. Terdiri dari glans, corpus dan 2 buah crura, dengan panjang rata-rata tidak melebihi 2 cm.

e. Vestibulum (serambi)
Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora). Pada vestibula terdapat 6 buah lubang, yaitu orifisium urethra eksterna, introitus vagina, 2 buah muara kelenjar Bartholini, dan 2 buah muara kelenjar paraurethral. Kelenjar bartholini berfungsi untuk mensekresikan cairan mukoid ketika terjadi rangsangan seksual. Kelenjar bartholini juga menghalangi masuknya bakteri Neisseria gonorhoeae maupun bakteri-bakteri patogen

f. Himen (selaput dara)
Terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastic. Lapisan tipis ini yang menutupi sabagian besar dari liang senggama, di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar. Bentuk dari himen dari masing-masing wanita berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti bulan sabit, konsistensi ada yang kaku dan ada lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada yang dapat dilalui satu jari. Saat melakukan koitus pertama sekali dapat terjadi robekan, biasanya pada bagian posterior

g. Perineum (kerampang)
Terletak di antara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4 cm. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus coccygeus. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani.



3.4     Siklus Oogenesis.


3.5            Proses Terjadinya Menstruasi.
Proses menstruasi mengalami 4 fase yakni;
·        Fase Menstruasi
·        Fase praovulasi
·        Fase ovulasi
·        Fase pasca-ovulasi
A.   Fase Menstruasi : Bila sel telur tidak dibuahi,maka setelah berusia tertentu korpus lenteum tertentu yang merupakan pemproduksi hormon estrogen dan progresteron menghentikan aktifitasnya,akibat kadar hormon tersebut di dalam darah mengalami reduksi mendadak. Peristiwa ini terjadi 5hari awal menstruasi. Turunya kadar estrogen dan progesteron secara mendadak berakibat lepasnya ovum dan robeknya endoterium yang menebal. Robek dan hancurnya endoterium menyebabkan tipisnya dinding rahim.
B.   Fase praovulasi : turunnya progesteron memungkinkan hipofisis mensekresi FSH merangsang volikel dalam ovarium untuk memproduksi hormon estrogen. Esterogen ini akan menghambat hipofisis memproduksi FSH tetapi memacu hipofisis memproduksi LH. Di samping ini esterogen juga merangsang penebalan endometerium rahim.
C.   Fase ovulasi : Terhentinya produksi FSH oleh hipofisis akibat pengaruh tingginya kadar esterogen, memungkinkan hipofisis menghasilkan hormone LH. Hormone LH merangsang pematangan ovum dan meninggalkan folikel. Peristiwa ini disebut ovulasi. Folikel yang ditinggalkan telur akan mengerut dan berubah menjadi karpus luteum(badan berwarna kuning). Badan ini berfungsi memproduksi progesteron. Fase ini terjadi pada sekitar hari ke-14 dari waktu menstruasi yang berkisar 24-35hari (28hari).
D.   Fase pasca-ovulasi : fase ini adalah antara fase ovulasi dengam menstruasi berikutnya. Jadi berlangsung dari hari ke 15 hingga hari ke 28. Hormone yang berperan pada fase ini adalah hormone progestron dan estrogen yang dihasilkan korpus luteum. Bila, tidak terjadi pembuahan korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikans ‘9badan berwarna putih)yang kemampuan memproduksi esterogen dan progestron rendah. Akibatnya, kadar kedua hormone ini di dalam dareah menurun. Keadaaan ini menyebabkan hipofisis aktif memproduksi FSH dan selanjutnya LH. Fase menstruasi ini bersambung dengan fase berikutnya, sehiingga terjadi siklus menstruasi.


3.6            Siklus  kehamilan.
Pada fase ini hormone-hormone yang bekerja adalah;
a)      Esterogen dan progestron hingga kehamilan trimester ke-1 hormone ini di produksi oleh korpus luteum. Secara berangsur-angsur fungsi korpus luteum diganti oleh plasenta.
b)      Prolaktin, yakni hormone yang merangsang kerja kelenjar susu, sehingga pada saat diperluka sudah siap berfungsi. Hormone ini juga berfungsi mengatur metabolisme ibu dapat dikurangi dan dialirkan ke janin. Hormone ini di produksi oleh plasenta.
a.       Perkembanagn janin.
Apabila di tuba falopi terjadi pembuahan dan dihasilkan zigot, maka zigot yang terbentuk ini akan bergerak ke arah rahim untuk menempel pada dinding rahim. Di rahim zigot akan berkembang menjadi embrio dan kemudian menjadi janin. Agar dapat tumbuh dan berkambang janin membutuhkan maknan. Maknan tersebut berasal dari tubuh induk dengan perantara plasenta.
Embrio yang berkembang di dalam rahimdibungkus oleh bermacam-macam selaput. Selaput itu berfungsi untuk;
a)      Melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan
b)      Membantu proses pernapasan dan ereksi dan fungsi-fungsi lainya selama kehidupan di dalam rahim.
Selaput pembungkus embrio ini terdiri atas amnion, korion, sakus, sikus vitelinus,dan alantois.
Sakus vitelinus (kantong kuning telur) yang terletak anatara amnion dan plasenta, merupakan tempat pemunculan sel-sel darah dan pembulu-pembuulu darah yang pertama.
Amnion merupakan selaput yang membatasi ruang amnion dimana terdapat embrio. Dinding amnion menghasilkan getah ketuban yang berguna untuk menjaga embrio tetap basah dan tahan goncangan.
Korion merupakan selaput yang berada di sebelah luar amnion. Koroin dan alantois akan tumbuh keluar membentuk jonjot dan akan
beberberhubungan dengan dinding rahim. Di dalamnya terdapat pembulu-pembulu darah yang berhubungan dengan peredaran darah induknya,dengan perantara plasenta.
Alantois terdapat di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya menghilan dan yang menetap pembulu-pembulu darah yang berfungsi untuk menghubungkan sirkulasi embrio dan plasenta. Plasenta dan embrio dihubungkan oleh tali pusat. Didalmnya terdapat dua buah pembulu nadi dan sebuah pembulu balik yang berhubungan dengan pembulu-pembulu darah didalam plasenta. Pengangkutan sari-sari makanan dan oksigen berlangsung dari pembulu darah induknya melalui plasenta ke tali pusat selanjutnya ke pembulu darah embrio. Sedangkan, zat sisa (limba) dan CO2 berlangsung dari pembulu darah embrio ke pusat terus ke plasenta dan akhirnya kembali di alirkan ke pembulu darah ibu.

                                            


3.7            Siklus Kelahiran.
Setelah tumbuh didalam rahim lebih kurang selama 40minggu, maka bayi dalam rahim sudah sempurna dan siap lahir. Hormone yang berperan dalam proses kelahiran ini adalah ;
a)      Hormone relaksian, mempengaruhi peregangan otot pada sinfisis pubis.
b)      Hormone esterogen, berperan mengatasi pengaruh hormon progrestron yang menghambat kontraksi dinding rahim.
c)      Hormon protaglaudin, berperan mangatasi pengaruh hormon progrestron. Hormon ini diproduksi oleh semua sel.
d)     Hormon aksitosin, berpengaruh pada kontraksi dinding utera.

3.8            Siklus Menopose.
Pada menopouse atau masa klimakterium dalam hidup seorang wanita terjadi kira-kira umur 45-50tahun. Tetapi juga bisa lebih awal atau lebih kemudian. Menstruasi berhenti biasanya diiringi gejala-gejala tertentu seperti perubahan vasomotorik dengan banyak keringat, muka rasa panas. Jaringan buah dada sering mengkerut,tetapi bila terjadi kencenderungan menjadi gemuk, jaringat tersebut bisa diganti dengan lemak. Perubahan ke arah senil terjadi di dalam ovarium, yaitu menjadi kecil dan hormon tidak dibuat lagi.
3.9      Penyakit pada sistem reproduksi.

Gonorhea (kencing nanah)
•         Penyebab: bakteri Neisseria gonorrhoeae, ditularkan melalui hubungan seksual.
•         Akibat: radang pada organ reproduksi yang menyebabkan kemandulan, mata, persendian dan selaput otak pada bayi
•         Tanda dan gejala: terdapat nanah pada ujung saluran kencing dan terasa panas (terbakar) saat buang air kecil
Sifilis
•         Penyebab: bakteri Treponema pallidum ditularkan melalui hubungan seksual
•         Akibat: kerusakan organ reproduksi. Pada stadium lanjut, sifilis menyerang hati,susunan syaraf dan otak
Herpes genital 
•         Penyebab: virus herpes simpleksserotipe 2 ditularkan melalui hubungan seksual 
•         Akibat: gangguan pada organ reproduksi, kulit dan menyebabkan kanker rahim
Keputihan (fluor albus)
•          Penyebab: parasit seperti jamur Candida albicans, protozoa Trichomonas vaginalis, bakteri dan virus. Candida albicans menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat, sering ditemukan pada wanita hamil dan penderita diabetes melitus. Akibat: gangguan pada organ reproduksi wanita
Aids (Acquired Immune Deficiency Syndrome) 
•         Penyebab: virus HIV (Human Immunodedeficiency Virus)
•         Akibat: hilangnya daya kekebalan tubuh terhadap penyakit karena virus ini menyerang sel-sel darah putih
•          Penyebaran: kontak cairan tubuh dengan penderita AIDS. Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita AIDS setelah 6 bulan atau lebih tergantung daya tahan tubuh


BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan.
Anatomi sistem reproduksi wanita terbagi menjadi 2 bagian yaitu ; Organ-organ eksternal,berfungsi kopulasi,terdiri dari: Vulva,mons pubis,labia mayora, labia minora,clitoris,vestibulum,introitus/orificium vagina,vagina,prineum. Organ-organ interna berfungsi untuk ovulasi,fertilisasi ovum,transpoertasi blastocyst,implantasi,pertumbuhan fetus,dan kelahiran terdiri dari: Uterus , servik uteri, corpus uteri, ligamentum penyangga uterus. Cara oragan reproduksi sangat menakjubkan. Sel benih testis pada orang laki-laki, maupun sel benih ovarium pada perempuan tampak pada awal kehidupan janin. Kejadian, bagaimana sel  reproduksi ini digerakkan ke daerah tempat yang telah ditentukan, yaitu ovarium dan testis, merupakan suatu rahasia agung dan indah

Saran.
      Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan pengetahuan serta kekurangan dalam penulisan. Hal tersebut terjadi karena penulis masih dalam tahap pembelajaran sehingga diharapkan untuk kritik dan saran dari Ibu Greace untuk dapat membimbing dan membantu pembelajaran lebih lanjut.

Daftar Pustaka.

Prawirohartono slamet, 1999 Sains Biologi-2b Jakarta Bumi Aksara.
Pearce Evelyn,2008 Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis jakarta PT.Gramedia.
Prawirohardjo Sarwono, 2012 Ilmu Kebidanan Jakarta PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prawirohardjo Sarwono, 2012 Ilmu Kandungan  Jakarta PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.



Demikianlah materi tentang Makalah Sistem Reproduksi  yang sempat kami berikan dapat bermanfaat. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Sistem Pemerintahan yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon