Friday, January 12, 2018

Makalah Wawancara

Makalah Wawancara - Jika dalam postingan ini, anda kurang mengerti atau susunanya tidak teratur, anda dapat mendownload versi .doc makalah berikut :


Makalah Wawancara


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Wawancara merupakan salah satu metode yang cukup handal dan sering digunakan dalam rangka menggali data dan informasi yang dibutuhkan untuk tujuan pemeriksaan psikologis. Secara umum, wawancara memiliki karakteristik yang hampir sama dengan interaksi sosial yang akrab, percakapan, diskusi ataupun presentasi, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Menurut Budiyono (2003: 52) mengatakan bahwa metode wawancara (interview) adalah cara pengumpulan yang dilakukan antara peneliti dengan subyek penelitian atau responden atau sumber data.  Dalam jurnal oleh Koichu dan Harel (2007) mengatakan “ A clinical task-based interview can be seen as a situation where the interview-interview interaction on task is regulated by a system of explicit and implicit norms, value, and rules”.
Stewart dan Cash (2012) memberikan batasan yang spesifik tentang wawancara ini, yaitu, "Wawancara adalah proses komunikasi interaksi antara dua pihak yang setidaknya satu diantara mereka memiliki tujuan serius yang telah ditetapkan dan melibatkan proses Tanya jawab tentang sesuatu".  Dalam jurnal lain, Hurst (2007: 274) mengungkapkan bahwa: “Interview were chosen as the main data gathering strategy for the original project because it was felt that potentially ‘data rich’ environment this afforded would provide the best context for assesistry and probing for presence of three models of thinking (mathematical knowledge, contextual knowledge, and strategic knowledge) both before and following the intervention phase of project”.
Dari pengertian wawancara yang dikemukakan para ahli atau pakar di atas dapat dijelaskan bahwa wawancara adalah situasi dimana terjadi interaksi antara pewawancara dan yang diwawancarai dengan pedoman wawancara berdasarkan pada hasil tugas / tes yang telah diberikan kepada yang diwawancarai. Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data primer yang terbaik sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian.







1.2 RUMUSAN MASALAH

Dalam makalah ini akan membahas beberapa permasalahan mengenai seluk beluk yang berkaitan dengan wawancara,yaitu definisi wawancara dan hasil wawancara.
1.      Apa pengertian wawancara?
2.      Apa saja yang harus dipersiapkan untuk wawancara kerja ?
3.      Bagaimana cara melakukan wawancara yang baik?
4.      Apa saja tahap-tahap dan tujuan wawancara?
5.      Apa saja jenis-jenis wawancara dan tujuannya?

1.3 TUJUAN
1.      Mengetahui apa itu wawancara
2.      Mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi wawancara
3.      Mengetahui bagaimana melakukan wawancara yang baik
4.      Mengetahui tahap-tahap wawancara dan tujuannya
5.      Mengetahui jenis-jenis wawancara dan tujuannya










BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN WAWANCARA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Menurut Bungin (2007), wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data penelitian dimana dalam pelaksanaannya terjadi proses percakapan untuk mengonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, perasaan dan sebagainya yang dilakukan dengan dua pihak yakni pewawancara (interviewer) dengan orang yang diwawancarai (interview).
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam (Ruhyat dalam Sugiyono, 2013). Wawancara adalah salah satu tahap yang harus dilalui oleh pelamar ketika memutuskan untuk bekerja di suatu perusahaan. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa wawancara merupakan metode pengumpulan data dalam melakukan suatu penelitian yang dalam pelaksanaannya terjadi proses percakapan antara pewawancara atau interviewer (yang mengajukan pertanyaan) dengan orang yang diwawancarai/interviewee dengan tujuan untuk memperoleh data dan informasi secara mendalam dari responden.

2.2 PERSIAPAN WAWANCARA KERJA
Interview pekerjaan atau wawancara kerja adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah poses perekrutan kerja. Pada tahapan ini, kepribadian Anda akan dinilai. Untuk itu ada baiknya jika Anda melakukan beberapa persiapan sebelum menghadiri sebuah tes wawancara. Dalam ulasan kali ini akan dibahasa mengenai Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja


2.2.1    BERIKUT ADALAH HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN MENJELANG TES WAWANCARA

Mengingat tes wawancara adalah sebuah proses pengenalan pribadi serta kemampuan Anda, maka ada baiknya Anda mempersiapkan penampilan Anda. Jangan sampai penampilan Anda tidak mencerminkan hal yang negatif untuk perusahaan yang akan Anda masuki.
                        Yang harus dilakukan :
A.    Kenali perusahaan
Yang akan Anda masuki dan pahami betul deskripsi pekerjaan dari posisi yang ditawarkan.  Pengetahuan seputar kedua hal tersebut akan menjadi nilai tambah dan menunjukkan keseriusan Anda dalam mengajukan lamaran kerja.
B.     Melatih diri.
Hal ini cukup penting untuk dilakukan karena berlatih pun akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Dan dengan berlatih, Anda dapat memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam tes wawancara kerja nantinya. Berangkat dari prediksi tersebut, Anda pun dapat mempersiapkan jawaban-jawaban dengan lebih baik sebelum Anda melakukan tes wawancara kerja.
C.     Kesiapan yang matang
Tentunya akan menunjukkan kompetensi Anda di mata perusahaan yang akan Anda masuki. Jadi, jangan lupa untuk selalu mempersiapkan diri dan pastikan Anda menampilkan diri Anda yang terbaik  dalam tes wawancara. Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview ) demikian artikel mengenai Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja
D.    Berdoa
Berdoalah menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing.
E.     Datang Lebih Awal
Datang lebih awal dari yang ditentukan (in time) missal 30 menit sebelum wawancara dimulai.
F.      Bersikap Tenang
G.    Percaya Diri
H.    Siapkan Dokumen
Siapkan sertifikat, diploma, surat-surat penghargaan yang dimiliki.
I.       Matikan Alat Komunikasi
J.       Mengetuk Pintu Sebelum Masuk
Yang harus dihindari :
A.    Datang Terlambat
B.     Penampilan yang berlebihan
C.     Membawa barang yang tidak seharusnya (tidak diperlukan)
Seperi membawa tas belanja atau sejenisnya dalam ruang wawancara kerja.
D.    Mengajak teman atau keluarga
E.     Kecemasan
Kecemasan ini berpengaruh terhadap kualitas interaksi antar pribadi. Kecemasan itu akan terus timbul, kita hanya dapat berusaha untuk menekan rasa cemas, interaksi komunikasi antarpribadi saat tes wawancara belum efektif karena sebagian besar calon karyawan memberi informasi yang dibuat-buat mengenai dirinya agar pewawancara menganggap mereka sosok yang positif dan bersemangat.


2.3              CARA-CARA MELAKUKAN WAWANCARA YANG BAIK
Pewawancara harus dapat membuat suasana menjadi menarik minat narasumbernya. Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik. Hindari ketegangan, jangan sampai narasumber merasa dirinya sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana menjadi terasa tegang, narasumber mempunyai hak untuk membatalkan pertemuan dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah. Usahakan pula kita dapat mengontrol cara berbicara kita agar terlihat sopan dan fokus pada topik pembicaraan.
Tips melakukan interview dengan baik dapat membantu anda untuk melakukannya dengan mudah.  Siapkan mental terbaik Anda saat akan mengikuti test wawancara kerja. Mental akan tercermin dari gaya berbicara Anda, penampilan, cara duduk dan sebagainya.nJangan berpikir bahawa pekerjaan di depan Anda adalah pekerjaan terakhir yang akan menentukan nasib kehidupan Anda, pikirkan bahwa di luar sana masih banyak perusahaan yang antri membutuhkan Anda. Dengan cara ini, Anda bisa tampil lebih tenang, tidak terburu-buru dan santai tidak gugup. Apabila persiapan mental Anda sudah gagal, maka akan tampak secara jelas pada pengaruh fisik Anda.

2.3.1    Sikap yang Harus Dimiliki Oleh Pewawancara

Cara yang pertama adalah memperhatikan sikap yang harus dimiliki oleh pewawancara. Pastikan sikap – sikap ini ada di dalam diri seorang pewawancara agar si narasumber tidak merasa terganggu dan bersikpa kooperatif dengan kegiatan wawancara. 
Sikap – sikap tersebut diantaranya adalah :
1. Ramah
Seorang pewawancara harus ramah terhadap calon narasumbernya. Dengan sikap ramah ini, tentunya narasumber akan senang sehingga mereka mau memberikan waktunya untuk diwawancarai.
2. Adil
Yang dimaksud dengan adil adalah pewawancara tidak memihak kepada kelompok tertentu dan pewawancara harus memperlakukan semua respondennya dengan sama, sehingga para narasumbernya tida mearasa ditekan, dihakimi atau bahkan dikucilkan.
3. Netral 
Sikap ini adalah sikap yang harus dimiliki oleh pewawancara ketika kegiatan tanya jawab sedang berlangsung. Mereka tidak boleh mengomentari pendapat yang dikeluarkan oleh narasumber, seperti meyetujui atau bahkan menolak pendapat narasumber.
4. Menghindari Ketegangan
Ketika wawancara sedang berlangsung, ciptakanlah kondisi yang kondusif agar terhindar dari ketegangan, sehingga narasumber tidak merasa terhakimi. Jika terjadi hal seperti itu, narasumber berhak membatalkan wawancara atau meminta untuk tidak menuliskan hasil wawancara tersebut.

2.3.2  Persiapan Sebelum Wawancara

Cara yang kedua adalah dengan melakukan persiapan sebelum wawancara. Hal ini dilakukaan agar kegiatan ini menjadi terarah, sehingga wawancara yang akan dilaksanakan menjadi efektif. Persiapaan yang harus dilakuakan diantaranya adalah :
a.              Menghubungi atau mengkonfirmasi calon narasumber apakah mereka siap atau bersedia untuk diwawancari baik secara langsung maupun tidak langsung.
b.              Mempersiapkan tema, atau informasi yang ingin digali dari narasumber dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang akan ditanyakan. Usahakan membuat pertanyaan yang bagus dengan memperhatikan kelengkapan unsur  unsur dalam teks berita yaitu 5W + 1H, diantaranya adalah apa, siapa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Hal ini dilakukan agar wawancara yang akan dilakukan menjadi terarah dan tidak terlalu memakan waktu.
c.               Mempersiapakan alat – alat yang diperlukan ketika wawancara sedang berlangsung, seperti buku catatan, pulpen, atau alat perekam. Alat – alat tersebut sangat penting untuk dipersiapkan agar informasi yang diberikan oleh narasumber bisa didapatkan.
d.             Memperhatikan cara berpakaian. Pewawancara sebaiknya terlihat rapih agar tidak menimbulkan kesan yang buruk terhadap naraumbernya. Selain itu, perhatikan juga gaya berbicara dan sikap ketika wawancara akan dimulai.
e.              Menciptakan kesan yang baik. Datanglah tepat waktu apa bila telah membuat perjanjian dengan narasumber sebelumnya, atau mintalah dengan ramah sehingga narasumber menghargai Anda dan bersedia untuk diwawancarai.


2.3.3        Ketika Wawancara Berlangsung

Cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan tehnik umum ketika melakukan suatu wawancara. Berikut ini adalah pedoman umum ketika melangsungkan wawancara.
a.             Perkenalkanlah terlebih dahulu identitas diri Anda dan darimana Anda berasal. Hal ini untuk mengindari kecurigaan yang mungkin timbul di dalam diri narasumber, sehingga mereka bisa dengan tenang menjawab pertanyaan – pertanyaan yang akan diajukan.
b.            Lakukan pendekatan secara tidak langsung dan menciptakan suasana yang kondusif dengan narasumber. Ini bisa dilakukan dengan bertanya identitas narasumber dan bisa juga menanyai narasumber tentang hobi atau kesenangan mereka. Jika pembicaraan sudah mulai hangat, barulah menghubungkannya dengan topik yang akan Anda bicarakan.
c.             Mulailah dengan pertanyaan –pertanyaan ringan terlebih dahulu dan barulah menuju pertanyaan – pertanyaan yang sulit dan membutuhkan penjelasan yang lebih panjang.
d.            Dengarkan narasumber ketika menjawab pertanyaan dengan sekasama dan tulislah jawaban – jawaban tersebut dengan menuliskan point – pointnya saja. Jika menggunakan alat perekam, pastikan alat perekam telah berjalan dengan baik.
e.             Jangan pernah sekali – kali memotong pembicaraan narasumber ketika sedang berbicara. Jika mereka telah selesai menjawab, barulah pewawancara menanyakan hal lainnya. 
f.             Ada baiknya kita merespon narasumber dengan respon – respon sederhana seperti mengangguk agar narasumber merasa diperhatikan. 
g.            Jangan pernah meminta narasumber untuk mengulangi jawaban yang telah diutarakan.
h.             Hindarilah pertanyaan – pertanyaan yang bisa menyinggung, menyudutkan, atau menghakimi narasumber.
i.              Setelah wawancara selesai, usahakan tetap menciptakan suasana yang hangat dengan cara menyampaikan terimakasih dan mendoakan narasumber.
j.              Setelah itu, tulislah hasil wawancara itu ke dalam sebuah teks berita dengan penyusunan yang baik dan benar.
Demikianlah cara – cara yang harus diperhatikan sebelum memulai sebuah wawancara, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan efektif. 

2.4         TAHAP-TAHAP WAWANCARA
Wawancara biasanya dilakukan dalam beberapa tahap. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan tidak salah pilih dalam memilih karyawan nantinya dan benar-benar menemukan karyawan yang berkualitas dan tepat guna. Berikut beberapa tahap wawancara :
A.    Wawancara Pendahuluan
Wawancara pendahuluan merupakan tahapan awaal yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga lain yang biasa disebut outsource. Outsource pada umumnya merupakan lembaga yang menangani proses penyeleksian karyawan yang sering bekerja sama dengan perusahaan, terutama perusahaan besar.
Tujuan dari wawancara pendahuluan ini adalah :
a.       Untuk menyortir sejumlah besar calon secara efisien.
b.      Untuk menyingkirkan pelamar yang tidak memenuhi persyaratan dari proses penerimaan karyawan.

B.     Wawancara Panel
Wawancara panel merupakan tahapan wawancara, untuk menilai pelamar secara lebih mendetail. Pewawancara akan menilai jawaban, tindakan, dan sikap dari pelamar. Calon pelamar diberikan pertanyaan atau kasus mengenai suatu kejadian, kemudian, dituntut untuk berdiskusi dan melakukan pemecahan masalah.
Dari tahap ini, akan terlihat sikap dan sifat pelamar dalam menangani masalah, berdiskusi dengan orang lain, kekuatan analisis dan mempertahankan pendapat. Kemudian akan dinilai, apakah pelamar merupakan orang yang dikehendaki perusahaan atau tidak.

C.    Wawancara Akhir
Wawancara akhir merupakan tahapan terakhir dari proses wawancara. Apabila wawancara awal dan wawancara panel bisa dilakukan oleh pihak outsource, maka untuk wawancara akhir ini biasanya akan dilakukan oleh pihak perusahaan langsung. Pewawancara biasanya dari bagian Human Resource and Development (HRD), bahkan beberapa direktur dan komsaris pun biasanya turun tangan dalam melakukan wawancara ini.
Tujuan dari wawancara akhir adalah :
a.       Memaparkan manfaat yang akan diperoleh jika pelamar bergabung dalam sebuah perusahaan.
b.      Mengetahui lebih detail berkaitan dengan kepribadian pelamar.
c.       Bernegosiasi tentang gaji dan tunjangan yang akan diterima apabila menjadi karyawan perusahaan tersebut.


2.5         JENIS-JENIS WAWANCARA
Wawancara pekrjaan terbagi menjadi tiga jenis antara lain sebagai berikut :
a.      Wawancara Terstruktur
Wawancara terstruktur merupakan jenis wawancara yang dilakukan oleh perusahaan yang biasanya pewawancara sudah menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan. Pertanyaan tersebut biasanya diajukan sama kepada para calon pelamar dengan urutan tertentu. Biasanya digunakan untuk penyaringan pelamar dan mengevaluasi berbagaai sifat dari para pelamar
b.      Wawancara Terbuaka atau Tidak Terstruktur
Wawancara terbuka metupakan jenis wawancara yang mendorong dialog bebas antara pewawancara dengan pelamar. Pertanyaan yang diajukan pada umumnya sepontan, bersifat umum, dan terbuka. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkap dan mengidentifikasi keterampilan, kepribadian, dan factor sukses yang penting bagi pelamar.
c.       Wawancara Stres
Wawancara stress merupakan jenis wawancara yang dilakukan untuk melihat sejauh mana pelamar menangani pekerjaan yang rumit dan berada di bawah tekanan dan berpotensi menimbulkan stress. Biasanya pelamar dihadapkan pada sederetan situasi yang membuat stres, kemudian akan terlihat sikap, tindakan, dan kualitas pelamar ketika menghadapi tekanan dan masalah dalam pekerjaan.
                        Ketiga jenis wawancara tersebut biasanya dilakukan untuk perindividu pelamar, namun beberapa organisasi melakukan wawancara kelompok untuk melihat interaksi diantara pelamar serta keterampilan komunikasi














BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Suatu organisasi perusahaan yang mengundang anda untuk melakukan wawancara kerja , untuk mencari pelamar yang memiliki kualifikasi sesuai yang dibutuhkan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Menurut Bungin (2007), wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data penelitian dimana dalam pelaksanaannya terjadi proses percakapan untuk mengonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, perasaan dan sebagainya yang dilakukan dengan dua pihak yakni pewawancara (interviewer) dengan orang yang diwawancarai (interview).
Kesiapan yang matang tentunya akan menunjukkan kompetensi Anda di mata perusahaan yang akan Anda masuki. Jadi, jangan lupa untuk selalu mempersiapkan diri dan pastikan Anda menampilkan diri Anda yang terbaik  dalam tes wawancara. Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview ) demikian artikel mengenai Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja.
Pewawancara harus dapat membuat suasana menjadi menarik minat narasumbernya. Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik. Hindari ketegangan, jangan sampai narasumber merasa dirinya sedang dihakimi atau diuji.

3.2 KRITIK DAN SARAN
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat dan memenuhi terhadap tugas yang diberikan. Apabila ada kekeliruan dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya.



DAFTAR PUSTAKA
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/teknik-cara-wawancara-yang-baik-secara-lengkap.html
http://jurnal.usu.ac.id/index.php/flow/article/view/404
Kusumastuti, Yatri Indah. 2009. KOMUNIKASI BISNIS (Membangun Hubungan Baik dan Kredibilitas). Bogor : IPB Press.
Purwanto,Djoko. 2011. KOMUNIKASI BISNIS (edisi keempat). Jakarta: ERLANGGA
http://www.penalaran-unm.org/artikel/penelitian/373-jenis-jenis-wawancara.html






Demikianlah materi tentang Makalah Wawancara yang sempat kami berikan dapat bermanfaat. semoga materi yang kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak Makalah Sistem Pernapasan yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.

Anda dapat mendownload Makalah diatas dalam Bentuk Document Word (.doc) melalui link berikut.


EmoticonEmoticon